HMI Makassar Tolak Bangun Hotel di Pelataran Masjid Al Markaz

30 September 2012 17:56
HMI Makassar Tolak Bangun Hotel di Pelataran Masjid Al Markaz
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

HMI Cabang Makassar menentang keras rencana pembangunan hotel di halaman Masjid Al-Markaz. Mereka akan mendesak Komisi C DPRD Sulsel untuk menghentikan rencana tersebut.

BugisPos — Â Koordinator lapangan dan juga pengurus HMI Makassar, Syamsul Asri dengan tegas menyatakan penolakan pembangunan hotel di pelataran masjid Al-Markaz Al-Islami. Sikap tegas itu merupakan hasil pertemuan jajaran pengurus HMI

Kabid Hukum dan HAM HMI Makassar itu berpandangan penentangan pembangunan proyek hotel itu karena tidak etis berada di halaman masjid. “Kami mendukung bila lahan itu dibangun pusat pendidikan Islam modern, sebagaimana konsep awal, dan bukan malah membangun sebuah hotel dalam halaman masjid,” tegas Anchu, sapaan akrab Syamsul Bahri saat dihubungi BugisPos.com tadi malam.

Sebagai tindak lanjut aksi penolakan itu, HMI cabang Makassar akan menyurati Komisi C DPRD Provinsi Sulawesi Selatan untuk menghentikan rencana pembangunan hotel tersebut. Menurut informasi yang diterima BugisPos.com, rencana pembangunan hotel tersebut bernilai sekitar Rp 48 milyar.

“Kami akan mendesak Komisi C untuk menolak pembangunan hotel di halaman Masjid Al-Markaz itu,” ujarnya.

Sebelumnya, sekelompok mahasiswa telah berunjuk rasa menentang rencana pembangunan hotel di halaman Masjid Al-Markaz. Kelompok mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Makassar berunjuk rasa atau menggelar demonstrasi menolak pengambilalihan lahan di Kompleks Masjid Al Markaz Al Islami Jenderal M Jusuf, Makassar.

Unjuk rasa digelar di halaman masjid usai pelaksanaan salat Jumat, Jumat (28/9/2012). Dipimpin sekaligus orator Akbar Dg Polo, selaku Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Sosial Politik (BEM Fisipol) Universitas Veteran RI.

“Pemprov harus menghentikan proyeknya. Karena tidak tepat bila pembangunan hotel dilakukan di sekitar masjid. Apalagi hal itu diatur dalam perda pelarangan membangun hotel minimal 100 meter dari tempat ibadah,” ujar Akbar dalam orasinya.

Pengambilalihan lahan oleh Pemprov Sulsel dan pengembang property Lippo Karawaci untuk pembangunan hotel, balai sidang, dan kantor dinas perindustrian dan perdagangan. Lahan diambil alih berada di Kompleks Masjid Al Markaz Al Islami.(gafar)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya