HTTP Status[404] Errno [0]

Kontroversi Lukisan Wajah Syekh Yusuf

01 October 2012 23:08
Kontroversi Lukisan Wajah Syekh Yusuf
Foto asli Syekh Yusuf (paling kiri) bersama tiga muridnya
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Foto asli Syekh Yusuf (paling kiri) bersama tiga muridnya

BugisPos.com — Syekh Yusuf yang merupakan seorang wali dan pejuang, namanya telah termasyur di dunia khususnya di Negara-negara islam. Namanya yang begitu mendunia itulah, membuat banyak yang meminati sosoknya. Bukan hanya di Sulawesi Selatan yang merupakan tempat kelahirannya, tetapi juga di Banten, Madura bahkan juga hingga ke manca Negara seperti Malaysia, Srilangka dan Afrika Selatan. Karena sosoknya yang begitu dikagumi, sehingga banyak yang ingin mengetahui bentuk wajah asli dari Syekh Yusuf. Maka tersebarlah sketsa dan lukisan wajah Syekh Yusuf di masyarakat, utamanya di kota Makassar.

Hampir di setiap rumah di Sulawesi Selatan, terpampang lukisan wajah Syekh Yusuf menghiasi dinding ruang tamu. Yang mengherankan adalah hampir setiap lukisan itu tidak ada yang mirip satu sama lainnya, ada yang bertubuh besar bercambang dan berkumis lebat adapula yang hanya berjenggot panjang tanpa cambang dan kumis. Setiap pemilik rumah yang di singgahi oleh Tim wartawan BugisPos.com mengatakan keyakinannya terhadap lukisan yang terpampang dirumahnya. “Itu lukisannya Tuanta Salamaka”ujar Dg. Se’re (36 thn) salah satu pemilik rumah yang disinggahi oleh BugisPos.com. “Yakinka’ itu mi wajahnya Syekh Yusuf karena samai’ yang ada di Ko’banga (makam)”Jelas Dg. Se’re sembari menceritakan kekeramatan lukisan yang terpampang di rumahnya itu.

Kekaguman mereka terhadap sosok Syekh Yusuf yang di aktualisasikan lewat koleksi lukisannya, memang sangat baik. Akan tetapi kalau sosok yang ada didalam lukisan itu sangat jauh dari wajah Syekh Yusuf, tentunya akan menimbulkan salah persepsi terhadap wajah Syeh Yusuf. Dampaknya sudah barang tentu akan menimbulkan salah penafsiran yang berkelanjutan hingga ke masa yang akan datang, yang bahayanya di masa akan datang akan tumbuh keyakinan yang salah kaprah terhadap wajah Syekh Yusuf.

Seperti penuturan A. Fauzi atau Oci (39) seorang pelukis, ketika menyambangi Redaksi BugisPos, mengatakan bahwa seorang pelukis apabila mendapat order lukisan wajah pahlawan atau tokoh yang tak dikenali wajahnya, para pelukis biasanya melakukan dengan berbagai cara. Ada dengan cara bertanya kepada orang-orang di sekitar lokasi makam tokoh tersebut, ada yang melakukan meditasi agar dapat bertemu dengan tokoh itu bahkan ada pula yang melakukan ritual gaib.

Khusus untuk lukisan Syekh Yusuf menurut rekan pelukisnya, bahwa itu didapati dari mimpi didatangi oleh roh Syekh Yusuf, adapula yang mendapatkan dari ritual meditasi gaib. Sehingga bentuk dan wajah Syekh Yusuf juga berbeda-beda sesuai dengan gambaran yang didapatkan oleh pelukisnya. Hal ini dibenarkan oleh H. Djamaluddin Paramma Dg. Djaga ketika ditemui BugisPos belum lama ini di kediamannya. “Beberapa tahun yang lalu, Saya pernah melakukan seminar sehari tentang kontroversi lukisan Syekh Yusuf yang dihadiri oleh budayawan-budayawan serta salah seorang pelukis Syekh Yusuf. Kesimpulannya, seluruh lukisan Syekh Yusuf yang dipajang pada waktu itu semuanya lemah”, ujar Dg. Djaga. “Bahkan yang lebih memprihatinkan lagi, salah satu lukisan itu mirip dengan pelukisnya sendiri” lanjut Dg. Djaga. Alasannya bahwa tak ada yang tahu bentuk wajah dari Syekh Yusuf, sehingga mereka melukis berdasarkan intuisi mereka sendiri. Padahal bentuk dan wajah Syekh Yusuf tersimpan rapi di kediaman salah satu keturunan Syekh Yusuf yang merupakan juga pimpinan Tarekat Yusufiah (ajaran Syekh Yusuf), yang merupakan warisan dari buyutnya bersama Ratib Syekh Yusuf yang dibaca setiap malam Jumat. Foto itu didapatkan sewaktu Syekh Yusuf diasingkan di Colombo, Srilangka.

Efek dari salah penafsiran wajah Syekh Yusuf secara langsung memang tidak terasa, akan tetapi efeknya secara dalam tentu sangat mengganggu, ini dialami oleh awak BugsiPos.com ketika mengunjungi salah rumah di daerah Galesong. Di rumah itu memajang lukisan Syekh Yusuf, pada lukisan itu digantung sebuah tasbih yang menurut pemilik rumah itu sebenarnya tasbih biasa. Akan tetapi pernah dipinjam oleh salah satu kerabatnya dan akhirnya dikembalikan karena didatangi oleh orang dalam lukisan itu didalam mimpi. “Kembalikan tasbihku itu ditempatnya” begitu suara itu terdengar. Padahal menurutnya tasbih itu dipinjam baik-baik. Akhirnya si pemilik rumah mengkultuskan lukisan tersebut. Apabila yang di kultuskan itu benar adanya tentu tak mengapa karena sebagai wakil Tuhan di bumi, tentunya tubuh serta jiwanya suci dan pastinya jauh dari pengaruh setan. Akan tetapi apabila yang dikultuskan itu hanya rekaan semata tentu sangat fatal karena bahayanya wajah dalam lukisan itu bisa dipakai oleh setan untuk menjerumuskan manusia dalam hal akidah. Apalagi hanya sekedar untuk memenuhi order atau permintaan pemesan tanpa memikirkan nilai pahalanya, karena yang dilukis ini adalah tokoh agama yang sudah barang tentu banyak memiliki pengikut yang fanatik.

Ada baiknya setiap lukisan Syekh Yusuf yang ditampilkan agar kiranya para pelukis dapat mencantumkan di bagian bawah lukisan dengan tulisan “Lukisan ini Versi …(nama pelukis)”, supaya para peminat lukisan dapat memaklumi apabila ada kesalahan pada lukisan wajah tokoh. Jangan sampai berkeras hati untuk memegang teguh pendapatnya mengenai wajah Syekh Yusuf, apalagi hanya didapatkan dari mimpi ataupun dari meditasi. Karena Tuhan sudah mewanti-wanti itu dalam kitabNya, yaitu “……..Sesungguhnya setan dan pengikut-pengikutnya, melihat kamu dari tempat yang kamu tak bisa melihat mereka……” (al-A’raaf 27) ”. Tentu sangat mudah untuk mempermainkan fikiran manusia. (awing/ali)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya