HTTP Status[404] Errno [0]

Diduga Oknum Calo CPNS Berkeliaran di Pemda Gowa

03 October 2012 03:27
Diduga Oknum Calo CPNS Berkeliaran di Pemda Gowa

BugisPos — Setiap moment penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) ada saja oknum-oknum tertentu yang bisa memanfaatkan situasi. Dalam penerimaan CPNS, diduga oknum-oknum calo CPNS berkeliaran di Pemda Gowa.

Buktinya, ada seorang korban praktik percaloan saat penerimaan CPNS di lingkup Pemda Kabupaten Gowa. Korban tersebut menunjukkan kuitansi penyerahan sejumlah uang kepada oknum yang melakukan praktik percaloan itu.

Salah seorang yang diduga menjadi calo penerimaan CPNS berinisial Nj, saat ini telah dimutasi ke Kantor Kelurahan Tombolo Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.

Saat wartawan BugisPos.com menemui oknum yang diduga terlibat dalam praktik calo CPNS di Gowa sejak tahun 2009 lalu, Nj mengakui telah menerima sejumlah biaya untuk mengurus agar pelamar dapat lolos dalam seleksi CPNS. Namun bukan serta-merta mereka yang diurus langsung diloloskan, tapi harus menunggu lagi hingga masuk dalam CPNS kategori dua (K2).

Hasil investigasi di lapangan, diperoleh informasi terdapat tiga kecamatan yang banyak menjadi korban santapan dari oknum calo CPNS itu. Tiga kecamatan tersebut yakni Tompobulu, Biringbulu dan Bungaya.

Salah seorang petani yang tidak mau menyebut identitasnya mengakui seorang anaknya pun telah menjadi korban calo CPNS. Untuk mengurus anaknya agar dapat diloloskan, petani ini rela menjual sebidang lahannya, ternyata anaknya tidak juga lulus sebagai CPNS.

“Anak saya hanya dijanji-janji terusji kodong, tidak tahu kapan diluluskan menjadi CPNS. Padahal kami sudah sabar menunggu sampai bertahun-tahun,” keluhnya.

Sekertaris Daerah Kabupaten Gowa Drs.H.Yusuf Sommeng menegaskan, pemda tidak akan main-main akan member sanksi bila terbukti kuat ada yang melakukan praktik-praktik sebagai calo CPNS di pemda Gowa. “Kami tentu akan member sanksi tegas bila ada hal seperti itu,” ujar Yusuf Sommeng.

Apapun yang dikatakan pejabat Pemda Gowa sekelas Sekda, kenyataan di lapangan memang sangat kuat dugaan terjadi praktik percaloan dalam setiap penerimaan CPNS lingkup pemda. Faktanya, wartawan BugisPos.com telah menunjukkan selembar kuitansi pembayaran untuk pengurusan menjadi CPNS senilai Rp15 juta.

Seorang tokoh mansyarakat di dataran tinggi Kabupaten Gowa Syarif Sultan mengatakan, sangat prihatin dengan kondisi yang terjadi, khususnya masih adanya praktik-praktik percaloan dalam penerimaan CPNS.

“Saya sangat prihatin dengan moral aparat yang terlibat dengan praktik-praktik percaloan CPNS. Karena dengan system seperti itu, akan terasa sangat tidak adil, sebab ada pegawai honor mengabdi puluhan tahun tapi belum juga dijadikan CPNS, mungkin karena tidak punya dana, sebaliknya yang punya uang pastilah lulus dengan mudah,” kritik Syarif Sultan.(syarifuddin/gafar)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya