HTTP Status[404] Errno [0]

Kuat Dugaan Marak Pencurian Listrik di Kecamatan Botolempangan

03 October 2012 03:20
Kuat Dugaan Marak Pencurian Listrik di Kecamatan Botolempangan
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos – Kerapnya PT PLN merugi salah satu factor penyebabnya karena terdapat oknum-oknum di intern perusahaan tersebut yang ditengarai kuat bermain kong-kalikong. Mereka lebih mengedepankan keuntungan pribadi untuk mempertebal kantong, daripada memikirkan profit untuk perusahaan Negara itu.

Salah satu fakta yang terjadi di lapangan yang sempat diinvestigasi wartawan BugisPos.com yakni terjadinya dugaan pencurian listrik yang dilakukan sekelompok masyarakat di Kecamatan Botolempangan kabupaten Gowa. Dua desa di kecamatan ini ditengarai marak terjadi aksi pencurian daya listrik, yaitu di Desa Pa’ladingan dan Desa Paranglompo.

Di Dusun Likunoang Desa Pa’ladingan dan Dusun Borongbulo Desa Paranglompoa adalah fakta yang terjadi. Di dua dusun itu, hanya terdapat daya listrik yang tersedia 2 kilo watt, namun digunakan secara beramai-ramai oleh masyarakat setempat hingga 80 KK.

Informasi yang dihimpun media ini di lapangan, masyarakat di dusun tersebut dari rumpun masyarakat Bongki, sedikitnyua ada 50 KK yang menggunakan listrik. Namun mereka sama sekali tidak pernah membayar beban penggunaan listrik, yang tentu akan berdampak sangat merugikan PT PLN.

Ironisnya, di perkampungan tersebut, terdapat beberapa kilo watt meteran listrik yang digunakan masyarakat tidak memiliki rekening. Masyarakat setempat bahkan tidak pernah membayar kewajibannya hingga 3- 5 tahun tidak membayar rekening listrik, ada juga rumah tangga yang tidak memiliki meteran listrik, tapi menggunakan listrik sehari-harinya.

Salah seorang warga setempat, Ratifah mengakui dirinya sudah pernah membayar lunas kewajibannya. Namun aneh, sampai saat ini rekening tidak pernah diberikan oleh Usman Tompo, oknum yang memasang sambungan listrik di rumahnya.

“Saya sudah melunasi semua biaya sambungan listrik pada Usman Tompo, tapi sampai sekarang tidak ada rekening listrik yang dikasih,” keluh Ratifah.

Saat BugisPos.com melakukan konfirmasi kebenaran keluhan warga, UsmanTompo membenarkan dirinya yang melakukan pemasangan listrik di rumah warga. Adapun biaya-biaya pemasangan listrik, kata dia, telah diserahkan pada Anwar selaku pejabat Kepala Unit PLN Desa Bontoloe ranting Bajeng.

Anwar yang di komfirmasi lewat telepon seluler mengaku tidak adanya rekening warga tersebut, karena saat ini dia masih dalam proses pengurusan administrasi pelanggan di PT PLN Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara (PT PLN Sultan Batara) di Makassar.

Ketiga oknum tersebut masing-masing Anwar, Usman Tompo dan Sa Ali seakan-akan tidak mengakui tindakan yang dilakukan termasuk dalam kategori perbuatan pencurian listrik yang bisa ditindak secara pidana. Bahkan aksi-aksi mereka tetap berkelanjutan, tanpa adanya pengawasan dari PT PLN Sultan Batara.

Kepala ranting PLN Kalebajeng, Hasyim yang ditemui di kantornya mengakui memang ada beberapa kejadian pencurian listrik yang terjadi. Namun karena informasi dari media, seperti yang terjadi di Desa Pa’ladingan, pernah tim dari pusat menemukan penggunaan kilo watt meteran listrik yang asli tapi palsu alias aspal.

“Memang tim pusat pernah turun dan menemukan ada pencurian meteran listrik, dimana di lapangan ada meteran KWH yang aspal. Pemiliknya langsung di denda tujuh puluh juta rupiah, itu bisa ketahuan karena bantuan informasi dari media,” ungkap Hasyim.

Kepala Operasional Pelanggan PLN Wilayah Sultab Batara, Muliadi yang di konfirmasi di kantornya diJjalan Hertasning mengatakan, akan melakukan pemeriksaan kebenaran pencurian arus listrik tersebut di dua desa di Kecamatan Botolempangan Gowa.

“Jika terbukti di lapangan banyak yang melakukan pencurian listrik, maka kami akan memberikan sanksi, baik berupa tindakan hokum atau pemutusan arus listrik secara permanen,” tegas Muliadi.

Syarifuddin, seorang aktivis LSM Barak mengatakan, pemasangan listrik ke masyarakat di dua desa Kecamatan Botolempangan selama ini sangat lemah dalam pengawasan. Hal ini yang menyebabkan sekelompok oknum tertentu memanfaatkan situasi dengan melakukan pembohongan ke masyarakat mengatasnamakan sebagai petugas resmi PLN.(syarif/gafar)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya