HTTP Status[404] Errno [0]

Tidak Bisa Hidup Tanpa HP, Ciri Orang Perlu Direhabilitasi

03 October 2012 03:26
Tidak Bisa Hidup Tanpa HP, Ciri Orang Perlu Direhabilitasi
Illustrasi

BugisPos — Orang yang merasa seakan tidak bisa hidup jika jauh dari ponselnya, mungkin menderita nomophobia, yaitu kecemasan yang timbul jika tidak memiliki akses ke ponsel. Kondisi ini dinilai mengganggu kondisi psikologis dan hubungan sosial, sehingga membutuhkan rehabilitasi.
Istilah nomophobia pertama kali diciptakan oleh para peneliti Inggris pada tahun 2008 dan jumlah penderita nomophobia tampaknya terus meningkat hingga sekarang akibat makin menjamurnya ponsel pintar atau smartphone.

Sebuah studi terbaru yang dilakukan terhadap 1.000 orang menunjukkan bahwa persentase orang-orang yang takut kehilangan ponselnya telah meningkat dari 53 persen menjadi 66 persen.

Peserta dengan usia 18 sampai 24 tahun menunjukkan lebih banyak bergantung pada ponsel, dan sekitar 70 persen menyatakan bahwa dirinya merasa tidak nyaman jika berada jauh dari ponsel selama lebih dari beberapa menit.

Sedangkan orang yang berusia 25 sampai 34 tahun tidak begitu banyak bergantung pada ponselnya dan sekitar 68 persen juga menyatakan hal yang sama.

Seperti dilansir prevention, dan dirilis detikcom Selasa 2/10/2012, nomophobia ditandai dengan perilaku sebagai berikut:

1. Tidak mampu menon-aktifkan ponselnya untuk beberapa waktu
2. Terlalu khawatir jika kehabisan daya baterai
3. Terus-menerus memeriksa pesan, panggilan, email baru dan jejaring sosial
4. Bahkan dapat membawa ponselnya hingga ke kamar mandi karena terlalu cemas

Hal ini akan membuat kondisi psikologis seseorang terganggu karena kecemasan yang berlebihan dapat mengubah suasana hati dan perasaan tidak aman. Sehingga penderita nomophobia akan membatasi kontak dengan orang lain yang dapat mengganggu aksesnya terhadap ponsel.

Hubungan penderita nomophobia dengan dunia luar otomatis juga kan mengalami gangguan, sehingga muncul gagasan untuk membentuk pusat rehabilitasi untuk pemulihan penderita nomophobia.

Gagasan tersebut dikemukakan oleh Dr Elizabeth Waterman dari Morningside Recovery Center di California, yang bertujuan untuk membantu mengenali tanda-tanda dan gejala nomophobia, mengeksplorasi akar psikologis dan kerentanan emosionalnya, dan kemudian memulihkan kembali kondisi psikologis penderita.

Program Morningside Recovery Center tersebut diharapkan dapat memotivasi orang lain untuk mewaspadai kecanduan dengan teknologi termasuk twitter, facebook, sms maupun chatting karena dianggap setara dengan jenis ketergantungan terhadap tembakau dan alkohol meskipun tidak menimbulkan penyakit serius (una)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya