HTTP Status[404] Errno [0]

Kemenang Akan Tertibkan Dana Talangan Berhaji

04 October 2012 19:07
Kemenang Akan Tertibkan Dana Talangan Berhaji
Kementerian Agama (Kemenag) RI akan menertibkan sistem dana talangan untuk digunakan berhaji yang difasilitasi perbankan atau Multi Level Marketing (MLM).
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Kementerian Agama (Kemenag) RI akan menertibkan sistem dana talangan untuk digunakan berhaji yang difasilitasi perbankan atau Multi Level Marketing (MLM).

BugisPos — Kementerian Agama (Kemenag) berencana menertibkan praktik dana talangan yang difasilitasi perbankan dalam pelaksanaan ibadah haji. Kemenag menilai praktik tersebut tidak sesuai dengan prinsip haji.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Anggito Abimanyu mengatakan, Kemenag tengah menyiapkan aturan yang melarang praktik dana talangan haji yang difasilitasi perbankan syariah. Selain dianggap tidak sesuai dengan prinsip haji, penggunaan dana talangan juga telah menyebabkan antrean semakin panjang.

“Kita sedang finalisasi untuk melarang penggunaan dana talangan haji,termasuk berhaji dengan multi level marketing (MLM),” ungkap Anggito di Jakarta, sebagaimana yang dikutip dari Seputar Indonesia (Sindo), kemarin.

Menurut dia, syarat utama pelaksanaan ibadah haji terletak pada kemampuan fisik, finansial, serta kemampuan pengetahuan untuk melaksanakan ritual haji. Namun, orang bisa mendapatkan porsi haji hanya bermodalkan uang sebesar Rp2 juta karena bank akan membantu pelunasan setoran dana awal yang diangsur dalam kurun waktu tertentu.

Akibatnya,masyarakat yang memenuhi syarat mampu secara finansial harus menunggu dalam rentang waktu yang relatif lama untuk naik haji. Anggito mengatakan,direktorat yang dipimpinnya akan mereviu semua praktik dana talangan haji. Selain bertujuan menghindari penumpukan daftar tunggu (waiting list) haji,langkah penertiban tersebut juga dilakukan untuk menghindari terjadinya tindakan penipuan.

Kemenag bahkan akan menertibkan sistem MLM yang memungkinkan seseorang menggunakan dana orang lain untuk mendaftar haji.“Langkah itu diharapkan dapat memangkas daftar tunggu yang semakin panjang,”ujarnya.

Direktur Bisnis Bank Syariah Mandiri (BSM) Hanawijaya mengaku tidak terganggu aturan yang melarang pelaksanaan ibadah haji dengan menggunakan sistem dana talangan dan sistem MLM. Persentase jamaah haji yang menggunakan fasilitas dana talangan haji dari perbankan hanya sekitar 45%.

“Tidak ada dampaknya, kita sudah dipanggil Pak Anggito dan sekarang ini sudah berjalan aturannya,”kata Hanawijaya.

Menurut dia,sistem dana talangan tersebut bertujuan agar jamaah haji dapat memperoleh porsi haji karena bank memberikan bantuan pelunasan setoran haji dengan penyertaan kewajiban angsuran cicilan pinjaman dalam jangka waktu tertentu. Sistem tersebut sangat dibutuhkan terutama bagi orang yang pendapatannya tidak tetap sebab jamaah bisa mendapatkan jatah kursi dari biaya sistem komputerisasi haji terpadu (siskohat) sebesar Rp25 juta dari total dana haji sekitar Rp35 juta.

Hanawijaya menilai, penggunaan dana talangan haji tidak melanggar prinsip syariah karena fatwanya membolehkan membeli porsi, bukan dalam konteks pergi haji.Jangka waktu pelunasan dana talangan maksimal dua tahun. Kalau gagal melunasi selama dua tahun ditambah pelunasan sebesar Rp10 juta, bank bisa membatalkan keberangkatan nasabah.

Anggota Komisi VIII DPR Muhammad Baghowi mengatakan, pihaknya tidak mempermasalahkan penggunaan dana talangan haji yang difasilitasi perbankan syariah sebab calon jamaah mampu melunasi kewajiban angsuran dalam rentang waktu dua tahun di tengah antrean daftar tunggu haji rata-rata mencapai 7-10 tahun.

“Saya pikir penggunaan dana talangan haji melalui perbankan itu sah-sah saja.Apalagi sudah ada fatwanya yang membolehkan menggunakan dana talangan,”kata Baghowi. Menurut dia, saat ini yang perlu dicermati oleh Kemenag adalah keberangkatan ibadah umrah melalui sistem arisan atau MLM.(gafar)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya