HTTP Status[404] Errno [0]

Legowo, Foke Dinilai Miliki Sifat Kepemimpinan Tinggi

04 October 2012 18:42
Legowo, Foke Dinilai Miliki Sifat Kepemimpinan Tinggi
Cagub incumbent DKI Jakarta Fawzi Bowo atau Foke bersikap legowo. Dia tak akan menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait hasil pilkada DKI jakrta yang memenangkan Jokowi-Ahok.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Cagub incumbent DKI Jakarta Fawzi Bowo atau Foke bersikap legowo. Dia tak akan menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait hasil pilkada DKI jakrta yang memenangkan Jokowi-Ahok.

BugisPos — Keputusan Cagub DKI Jakarta, Fauzi Bowo untuk tidak mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) dinilai merupakan sikap sosok pribadi yang memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi. Mantan cagub incumbent yang dikalahkan rivalnya, Jokowi-Ahok itu legowo menerima hasil akhir pilkada DKI Jakarta.

Pengamat politik Iberamsjah mengatakan sikap yang ditunjukan oleh Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli harus dihargai dengan apresiasi sangat tinggi. Sebab kedua pasangan Cagub ini telah menjalankan komitmen yang telah dijanjikannya, yaitu siap kalah atau siap tidak terpilih dengan damai.

“Sikap dan keputusan yang dilakukan Fauzi harus menjadi teladan dan contoh yang baik bagi para pasangan calon kepala daerah yang akan mengikuti pemilihan kepala daerah di daerahnya masing-masing. Bagaimana ia mampu mengatasi rasa kekalahan dengan baik dan menerima hasil pemilukada dengan lapang dada,” kata pengamat politik dari Universitas Indonesia itu, sebagaimana yang dilansir Inilah.com.

Ia melanjutkan, selain itu Fauzi Bowo bersama dengan tim suksesnya memang menemukan pelanggaran dalam penyelenggaraan pemilukada, namun pelanggaran tersebut tidak bersifat massif, besar dan tidak memiliki substansi mendasar dalam pelanggaran tersebut. Menyadari hal itu, Fauzi beserta timses tidak mengajukan permohonan sengketa ke MK.

“Saya rasa, mereka juga berpikir pelanggaran yang ditemukan tidak bisa dikategorikan memiliki jenis pelanggaran substansi mendasar, tidak massif atau besar dan tidak prinsipil. Jadi dari pada kalah di MK dan mendapatkan malu, ya mendingan tidak mengajukan gugatan. Lebih baik menerima kekalahan dengan lapang dada,” katanya.

Terhadap penyelenggaraan Pemilukada DKI mulai dari putaran pertama hingga putaran kedua, Iberamsjah menegaskan proses pelaksanaan Pemilukada DKI sudah berjalan dengan sangat baik. Mulai dari penyelenggara pemilukada yaitu KPU Provinsi DKI Jakarta dan Panwaslu DKI Jakarta telah bekerja dengan baik. Begitu juga dengan masyarakat Jakarta sudah menjaga proses demokrasi di Jakarta dengan sangat luar biasa.

Tidak hanya itu, Iberamsjah melihat Pemilukada DKI Jakarta sudah dapat menjadi barometer dan cerminan terhadap jalannya pemilu presiden pada tahun 2014 mendatang. Sebab Kota Jakarta merupakan miniaturnya Indonesia, yakni memiliki heterogen dan pluralism yang sangat tinggi namun berhasil menjalankan pemilukada dengan damai, aman, tentram, jujur, adil dan bersih.(gafar)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya