HTTP Status[404] Errno [0]

LSM Gempar Support KPK Tuntaskan Kasus Bansos Fiktif Sulsel

06 October 2012 00:23
LSM Gempar Support KPK Tuntaskan Kasus Bansos Fiktif Sulsel
Ketua DPP LSM Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (DPP-Gempar) Akbar Daeng Polo mensupport KPK yang diketuai Abraham Samad untuk membentuk tim suvervisi dalam menunbtaskan kasus dugaan korupsi bansos fiktif Pemprov Sulsel yang diduga merugikan negara sekitar Rp8,8 miliar.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Ketua DPP LSM Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (DPP-Gempar) Akbar Daeng Polo mensupport KPK yang diketuai Abraham Samad untuk membentuk tim suvervisi dalam menunbtaskan kasus dugaan korupsi bansos fiktif Pemprov Sulsel yang diduga merugikan negara sekitar Rp8,8 miliar.

BugisPos — Dewan Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (DPP-Gempar) mendukung dan memberi support Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menuntaskan kasus dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) fiktif Pemprov Sulawesi Selatan. Langkah yang dilakukan KPK sangat tepat, mengingat Kejaksaan Tinggi Sulselbar dituding tidak mampu menuntaskan kasus dugaan korupsi yang terjadi sejak tahun 2008 silam itu.

Pernyataan tersebut ditegaskan Ketua LSM DPP Gempar, Akbar Daeng Polo kepada BugisPos.com tadi malam. Dia merespon langkah KPK yang telah membentuk tim suvervisi yang akan diturunkan ke Kejati Sulselbar untuk mengetahui perkembangan penyelesaian kasus bansos yang diduga telah merugikan keuangan negara sekitar Rp8,8 miliar itu.

“LSM Gempar sangat mensupport upaya yang dilakukan KPK membentuk tim suvervisi kasus bansos pemprov Sulsel. Karena kasus tersebut memang sudah lama tidak ada perkembangan langkah yang maju, sehingga KPK tepat membentuk tim khusus untuk mensuvervisi semua tahap penyelidikan kasus itu,” ujar Akbar Daeng Polo.

Menurut Ketua DPP LSM Gempar yang juga Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) UVRI ini lagi, sebagai bentuk dukungan pada KPK yang diketuai Abraham Samad ini, LSM Gempar akan turun melakukan aksi damai sebagai bentuk dorongan moril pada KPK untuk menuntaskan kasus bansos tersebut.

“Bila perlu KPK jangan ragu untuk memanggil sejumlah pejabat teras di Pemprov Sulsel yang diduga ikut terlibat di dalamnya,” tegasnya.

Sebagaimana pada sebuah pemberitaan yang dikutip dari Tribun Timur.com, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah membentuk tim supervisi untuk menindaklanjuti kasus dugaan korupsi penyelewengan dana bantuan sosial (bansos) Pemprov Sulsel tahun 2008 yang merugikan keuangan negara senilai Rp 8,8 miliar.

Pembentukan tim supervisi untuk tindaklanjut pengusutan kasus ini, disampaikan langsung Ketua KPK, Abraham Samad kepada sejumlah wartawan di Makassar, Jumat (5/10/12).

“Kami sudah membentuk tim khusus untuk melakukan supervisi kasus bansos yang sementara ditangani pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel,” kata Abraham.

Abraham mengatakan, dalam waktu dekat tim supervisi KPK akan berkunjung ke Kejati Sulsel guna melakukan supervisi terkait sejumlah perkara kasus korupsi yang proses penyelesaiannya lamban ditangani.

“Salah satu kasus yang akan disupervisi oleh tim adalah penyidikan baru lanjutan kasus bansos yang diduga melibatkan banyak pejabat Pemprov Sulsel,” ungkapnya.

Sayangnya, Abraham yang mantan Direktur Anti Corruption Commite (ACC) Sulsel, enggan mengatakan jadwal tim supervisi tersebut diturunkan ke Kejati Sulsel.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sulsel, Chaerul Amir yang dikonfirmasi di kantornya, mengaku membuka lebar pintu kantor kejati untuk KPK guna melakukan supervisi terkait kasus-kasus korupsi termasuk menyelesaikan kasus bansos yang memasuki tahap baru.

“Undang-undang memberikan kewenangan kepada KPK untuk melakukan supervisi. Jadi tidak ada alasan pihak kejaksaan untuk menghalangi pihak KPK dalam melakukan supervisi kasus korupsi,” kata Chaerul.(gafar)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya