HTTP Status[404] Errno [0]

Gara-Gara Facebook, Ketua LSM Di Bui

06 October 2012 00:42
Gara-Gara Facebook, Ketua LSM Di Bui
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Kasus mirip-mirip yang menimpa Prita yang dianggap mencemarkan nama baik rumah sakit Omny international, kini terjadi juga di daerah ini. Gara-gara menulis sebuah status di dinding facebook, Mustika Tahir, Ketua LSM Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Penjara) Wajo akhirnya masuk bui.

Bermula dari tulisan dinding Facebook pada 7 Maret 2011 silam yang menuding Andi Khaeril Syam, anggota Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Wajo merupakan otak pembunuhan terhadap Bendahara Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (PKD) Hasdawati yang tewas terbunuh pada September 2010 silam dan hingga saat ini kasusnya belum terungkap.

Dinilai melakukan pencemaran nama baik melalui media jejaring sosial Facebook, aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan itu, sebagaimana yang dikutip dari Tribun Timur.com, akhirnya meringkuk di sel tahanan Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Wajo, Jumat (5/10/2012).

Kasus yang menjerat Mustika Tahir, ketua LSM Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Penjara) Wajo ini bermula dari tulisan dinding Facebook-nya pada 7 Maret 2011 silam yang menuding Andi Khaeril Syam, anggota Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Wajo ini merupakan otak pembunuhan terhadap Bendahara Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (PKD) Hasdawati yang tewas terbunuh pada September 2010 silam dan hingga saat ini kasusnya belum terungkap.

Atas tudingan inilah korban Andi Khairil Syam akhirnya melaporkan Mustika Tahir ke pihak kepolisian. Dalam penyelidikan, pelaku kemudian terbukti melakukan pelanggaran sesuai dengan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) 2009.

“Tersangka terpaksa kami jemput paksa karena sudah berapa kali kami melayangkan surat pemanggilan, tapi selalu tak diindahkan. Makanya kami melakukan penangkapan, dan pelaku akan dijerat ancaman maksimal 6 tahun penjara,” ujar AKP Aska Mappe, kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Wajo, Jumat, (05/10/2012).

Pelaku diketahui ditangkap di rumah salah satu rekannya di BTN Ta’e Sengkang, Kelurahan Tempe tanpa perlawanan pada Kamis Sore (04/10/2012). Meski demikian tersangka yang kini tengah meringkuk di sel tahanan mapolres mengaku tidak gentar dan akan melakukan upaya perlawanan.

“Biasa lah namanya kita ini getol ungkap kasus besar yang menyeret pejabat, pasti banyak tantangannya. Masak kasus ini mampu dituntaskan, sementara kasus pembunuhan bendahara Kabupaten Wajo tidak tuntas. Saya pasrah, yang penting dalam kasus saya ini tidak ada rekayasa sebab ini politis agar saya bungkam,” kilah Mustika Tahir.

Sementara korban mengaku terpaksa melaporkan tersangka lantaran pascapostingan komentar di dinding Facebook, tersangka yang menuding dirinya sebagai otak pembunuhan bendahara kabupaten, dirinya menjadi buah bibir masyarakat.

“Saya lapor dia karena dia menuduh saya sebagai otak pembunuhan di dinding Facebook-nya,” kata Andi Khaeril Syam.(gafar)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya