HTTP Status[404] Errno [0]

Bawaslu : Syahrul Jangan Berapologi

07 October 2012 09:16
Bawaslu : Syahrul Jangan Berapologi
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Permintaan Syahrul Yasin Limpo agar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) lebih baik diam saja, direspons Bawaslu RI. Sebaliknya, Syahrul diminta menyiapkan bukti saja, dan berhenti berapologi atau sekadar mencari-cari alasan pembenaran.
Anggota Bawaslu Daniel Zuchron, dalam konferensi pers di Kantor Bawaslu Jalan MH Thamrin Jakarta, Jumat, (5/10/2012) meminta Syahrul jangan terlalu banyak berapologi dan mencari alasan pembenaran menanggapi rencana pemanggilan tersebut. Apalagi, meminta Bawaslu yang sedang menjalankan tugas diam saja.

Sebelumnya, Syahrul mengatakan tidak ada pelanggaran apapun di Sulsel terkait Pemilukada. Sebagaimana yang dikutip dari sebuah pemberitaan dari FAJAR online, Syahrul membantah ada mobilisasi PNS pada saat dirinya mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Alasan lainnya, saat ini belum ada yang berstatus calon. Gerah dengan rencana pemanggilan itu, Sayhrul akhirnya meminta Bawaslu diam saja.

Anggota Bawaslu lainnya, Nelson Simanjuntak mengatakan, meski belum berstatus calon, namun pada saat mendaftarkan diri di KPU, Syahrul sudah menjadi subjek hukum pemilukada. Dan, Bawaslu memiliki hak dan kewenangan melakukan fungsi pencegahan dan penindakan, terhadap pelanggaran yang berpotensi muncul.

Daniel Zuchron menambahkan, pihaknya tentu saja tidak asal tuding. Namun, lembaganya sudah mengantongi alat bukti, terkait mobilisasi PNS. Apalagi, Panwas Sulsel sendiri sudah memeriksa adik kandung bakal calon petahana tersebut, Irman Yasin Limpo. Dan keterangan itu, tentunya menjadi salah satu dasar pegangan Bawaslu.

“Sudahlah, kita kuat-kuatan saja. Kami juga tentunya sudah mengantongi alat bukti,” tegas Daniel, sebagaimana yang dirilis FAJAR online.

Daniel menambahkan, meski belum berstatus calon, tapi Syahrul sebagai petahana, tentu saja berpeluang besar lolos. “Sebagai petahana, juga dari partai besar, tentunya peluangnya untuk lolos menjadi calon besar. Kecuali partai pengusungnya menganulir beliau (Syahrul red) untuk maju sebagai calon,” jelasnya.

Nelson mengungkapkan, pemanggilan Syahrul dalam status sebagai bakal calon yang sudah mendaftarkan diri. Terlepas apakah dia belum atau sudah berstatus calon. Pemeriksaan lanjut Nelson, tidak mesti Syahrul yang harus ke Jakarta, tapi bisa juga Bawaslu yang proaktif ke Sulsel.

Selain Syahrul, Bawaslu juga membidik calon gubernur petahana lainnya dari Sulawesi. Dia adalah Ali Mazi yang saat ini berstatus Gubernur Sulawesi Tenggara. Saat ini, Bawaslu juga tengah menjalin kerjasama komisi dan lembaga negara yang memiliki amanat pengawasan, untuk membentuk Tim Bersama.

Komisi dan lembaga negara yang dimaksud adalah, Komnas HAM, KPK, Kompolnas, Komisi Yudisial, Komisi Kejaksaan, KPI, KPAI, Komnas Perempuan, KIP, PPATK, LPSK, dan DKPP. Tim bersama itu, berdasarkan pertemuan awal pada “Rakor Stakeholder Pengawasan Pemilu 2014 Khusus Komisi/Lembaga Negara Pengawasan” pada Kamis, 4 Oktober di Hotel JW Marriot Jakarta.

“Seluruh pihak yang terkait pemilu, bisa mengawasi, termasuk media, DPR, dan lembaga yang memiliki amanat pengawasan lainnya,” jelas Nelson.(gafar)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya