HTTP Status[404] Errno [0]

Sekdes di Lutim Diduga Sebar Stiker Don’t Stop Komandan

07 October 2012 09:05
Sekdes di Lutim Diduga Sebar Stiker Don’t Stop Komandan
Di Luwu Timur, Panwaslu memproses Sekertaris Desa Lauwo, Kecamatan Burau, Malik, karena diduga edarkan stiker Don't Stop Komandan. Don’t stop komandan merupakan jargon politik bakal calon gubenrnur incumbent, Syahrul Yasin Limpo.

Di Luwu Timur, Panwaslu memproses Sekertaris Desa Lauwo, Kecamatan Burau, Malik, karena diduga edarkan stiker Don’t Stop Komandan. Don’t stop komandan merupakan jargon politik bakal calon gubenrnur incumbent, Syahrul Yasin Limpo.

BugisPos — Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) terus berupaya menutup celah kecurangan di pilgub Sulsel mendatang. Di Luwu Timur, Panwaslu memproses Sekertaris Desa Lauwo, Kecamatan Burau, Malik, karena diduga mengedarkan stiker Don’t Stop Komandan. Don’t stop komandan merupakan jargon politik bakal calon gubenrnur incumbent, Syahrul Yasin Limpo.
Ketua Panwaslu Luwu Timur, Rahman Atja, sebagaimana yang dikutip dari FAJAR online, mengatakan, sekira 50 stiker ditemukan langsung oleh Ketua KPU Jayadi Nas saat melakukan kunjungan kerja ke Luwu Timur, di ruangan Sekertaris Desa Lauwo, Kamis, (4/10/2012).

“Kami sementara memproses dengan barang bukti stiker itu,” tutur Rahman.

Keberadaan stiker diduga kuat akan disebarkan oknum bersangkutan ke sejumlah warga di Luwu Timur. “Kami juga telah melayangkan surat panggilan kepada sekretaris desa tersebut. Ia akan dimintai keterangan terkait penemuan stiker tersebut,” jelasnya.

Menurut Rahman, selain menjabat sekretaris desa, Malik juga diduga menjabat sekertaris PPS di daerahnya. Sehingga ada kemungkinan sanksi berlapis yang akan dijatuhkan. “Apabila yang bersangkutan benar sekertaris PPS, maka panwaslu akan merekomendasikan KPU memecatnya sebagai sekertaris PPS karena sudah tidak netral lagi dan apabila terbukti sebagai pemilik stiker akan direkomendasikan ke Menpan untuk ditindaklanjuti,” tegas Rahman.

Selain Malik, informasi lain yang diperoleh Panwaslu Luwu Timur, stiker tersebut juga diduga telah disebarkan Alimuddin, salah seorang Penyuluh Pertanian Lapangan, Desa Lauwo. “Semua akan kita telusuri,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolres Luwu Timur, AKBP Andir Firman mengaku pihaknya sudah menerima informasi itu dan mulai turun melakukan penyelidikan. “Kami juga menunggu laporan resmi dari panwaslu, sebab mekanismenya memang demikian,” ujar Firman.

Terkait informasi laporan balik Sekdes Lauwo, Malik ke polsek sekaitan sikap Ketua KPU Sulsel, Jayadi Nas yang menyita sejumlah barang bukti, menurut Firman juga belum ada. “Belum ada masuk ke polres. Tapi coba cek ke polsek setempat,” kata dia.

Kapolsek Burau, AKP Harihadi yang dikonfirmasi mengatakan belum menerima laporan dari sekdes.(gafar)


Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya