HTTP Status[404] Errno [0]

Tawuran Antarpelajar Karena Sistem Pendidikan Tidak Tepat

07 October 2012 02:52
Tawuran Antarpelajar Karena Sistem Pendidikan Tidak Tepat
Zulfadhli
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Zulfadhli

BugisPos — Anggota Komisi X DPR RI, Zulfadhli, menilai bahwa terjadinya tawuran antarpelajar yang seakan tak ada henti-hentinya di Jakarta dikarenakan sistem pendidikan yang tidak tepat yang diterapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
“Ini akibat kesalahan sistem pendidikan yang hanya menekankan aspek kognitif dengan mengejar nilai ujian saja, tanpa memperhatikan pembentukan karakter siswa,” kata Zulfadhli usai rapat dengar pendapat dengan Direkrotat Pendidikan Menengah Kemdikbud dan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Kepala SMA 6 dan 70 Jakarta di Gedung DPR RI, Jakarta, belum lama ini.

Oleh karena itu, ia mendesak agar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh untuk segera mengubah sistem pendidikan. “Melalui perubahan kurikulum yang menguatkan aspek pembentukan karakter siswa yang cerdas intelektual, cerdas emosional dan cerdas spiritual. Bukan hanya bertujuan mengejar nilai semata. Ini yang perlu ditinjau ulang oleh Kemendikbud,” kata politisi Golkar itu.

Terkait terjadinya tawuran antar pelajar SMK Yake, Kampung Melayu dan SMK Kartika Zeni yang menelan korban jiwa, Deny Yanuar, Zulfadhli mengaku kaget. Pasalnya, tawuran antarpelajar di Manggarai itu, terjadi saat Komisi X DPR RI menggelar rapat dengan pihak Direkrotat Pendidikan Menengah Kemdikbud dan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, membahas tawuran di Bulungan antara SMA 6 dan SMA 70 Jakarta.

“Astaghfirullah… Kami baru saja selesai rapat dengan Dirjen Dikmen dan Kadisdik DKI bahas tawuran Bulungan,” kata Zulfadhli seperti dirilis Antara News (una)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya