HTTP Status[404] Errno [0]

Tim Kemendagri Tinjau Mateng yang Akan Dimekarkan

07 October 2012 10:12
Tim Kemendagri Tinjau Mateng yang Akan Dimekarkan
Tim Kemendagri melakukan observasi terhadap rencana pemekaran daerah Mamuju Tengah menjadi kabupaten baru di Provinsi Sulawesi Barat.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Tim Kemendagri melakukan observasi terhadap rencana pemekaran daerah Mamuju Tengah menjadi kabupaten baru di Provinsi Sulawesi Barat.

BugisPos — Tim dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melakukan tinjauan langsung di Kabupaten Mamuju yang akan membentuk Daerah Otonom Baru (DOB), Rabu 3 Oktober. Dalam observasinya, mereka mempertanyakan lokasi ibukota Mamuju Tengah (Mateng) jika kabupaten itu benar-benar terbentuk.

Ketua Tim Observasi, Budi Santoso menilai, masih ada beberapa kendala terhadap yang dihadapi dalam pembentukan Kabupaten Mateng, salah satunya lokasi ibukota Mateng.

“Catatan kami adalah, belum adanya kepastian letak ibukota kabupaten. Ibukota itu adalah dimana bupati nantinya berkantor,” ujar Budi saat melakukan tatap muka dengan Pemprov Sulbar dan Pemkab Mamuju, seperti yang dikutip dari FAJAR online.

Menurut Budi, dalam rancangan yang dia terima, letak ibukota kabupaten ada di tiga kecamatan. Dia mengatakan, tidak mungkin kantor bupati nantinya akan dibangun di tiga kecamatan. “Nah, hal seperti inilah yang diobservasi,” ungkap Budi. Dia berharap, hasil observasi bisa rampung dan diserahkan ke Mendagri sebelum sidang otonomi daerah, Rabu, 17 Oktober nanti.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Mamuju, Suhardi Duka mengakui, dalam berkas yang diserahkan menyebutkan letak ibukota nantinya berada di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Budong-budong, Topoyo dan Tobadak.

“Tapi pastinya kantor bupatinya akan dibangun di satu kecamatan saja. Kami hanya menginginkan ditiga kecamatan ini nantinya menjadi daerah pemerintahan,” terang Suhardi, yang mengaku siap membiayai Kabupaten Mateng selama tiga tahun.

Bupati Mamuju dua periode ini menjelaskan, dia telah berpengalaman membentuk DOB. Soal pemerakan, kata dia, tidak semua daerahpemekaran itu bermasalah. Dia pun mencontohkan Kabupaten Matra.

“Laju perekonomian di Matra cepat berkembang. Begitupun dengan pembangunan infrastrukturnya. Tidak hanya itu, tingkat kesejahteraan masyarakatnya juga bagus. Angka kemiskinan berkurang,” terang Suhardi.

Dia sangat yakin pembentukan Kabupaten Mateng tidak akan menemui kendala, mengingat persiapan Kabupaten Mateng lebih bagus dibanding persiapan Kabupaten Matra.(gafar)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya