HTTP Status[404] Errno [0]

Ketua MPR Perkuat Hubungan Bilateral RI-Singapura

09 October 2012 05:48
Ketua MPR Perkuat Hubungan Bilateral RI-Singapura
Kunjungan Ketua MPR RI Taufiq Kiemas dan rombongan delegasi ndonesia ke Singapura, memperkuat hubungan bilateral R-Singapura.

Kunjungan Ketua MPR RI Taufiq Kiemas dan rombongan delegasi ndonesia ke Singapura, memperkuat hubungan bilateral R-Singapura.

BugisPos — Ketua MPR Taufiq Kiemas memimpin delegasi MPR melakukan kunjungan ke Singapura dengan agenda meningkatkan hubungan bilateral antarkedua negara.

Pada hari pertama kunjungan, delegasi MPR menemui Wakil Perdana Menteri Singapura Teo Chee Hean dilanjutkan pertemuan dengan Ketua Parlemen Singapura Michael Palmer.
Menurut Taufiq,banyak hal penting di balik upaya Indonesia terus meningkatkan hubungan bilateral dengan Singapura baik di bidang pariwisata, ketatanegaraan, agribisnis, maupun investasi.

“Itu semua tidak cukup hanya dengan hubungan antara pemerintah dan pemerintah, menteri dan menteri. Tetapi perlu juga hubungan intensif dengan parlemennya, juga masyarakat kedua negara,” kata Ketua MPR Taufiq Kiemas, sepert yang dikutip dari Seputar Indonesia,  seusai pertemuan tertutup dengan dua pimpinan eksekutif dan legislatif Singapura kemarin. Delegasi MPR terdiri atas para wakil ketua MPR yakni Melani Leimena Suharli,Hajriyanto Y Thohari, Lukman Hakim Saifuddin,dan Ahmad Farhan Hamid.

Ikut juga dalam rombongan, para ketua fraksi di MPR antara lain Ketua Fraksi PDIP Yasona H Laoly, Ketua Fraksi Partai Golkar Rully Chairul Azwar, Ketua Fraksi Demokrat Jafar Hafsah, Ketua Fraksi PPP Irgan Chairul Mahfiz,Ketua Fraksi PKB Lukman Edy, dan Ketua Fraksi MPR dari unsur Senat/Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Bambang Suroso.

Dalam pertemuan tersebut, delegasi MPR didampingi oleh Dubes Indonesia untuk Singapura Andri Hadi, sementara Dubes Singapura untuk Indonesia ikut mendampingi saat dua pejabat tinggi Singapura menemui delegasi MPR.

Taufiq menjelaskan, untuk kerja sama peningkatan investasi, Singapura merupakan negara tetangga yang strategis mengingat sampai saat ini investasi Singapura masih yang terbesar di Indonesia. Nilai investasi Singapura di Indonesia pada 2011 sebesar USD1,5 miliar yang meliputi 754 proyek dan menempati 26,3% dari total investasi asing.

Karena itu, dalam pertemuan dengan eksekutif dan legislatif Singapura,Taufiq dan jajarannya juga tidak hanya menyampaikan masalah keamanan yang cukup prospek untuk peningkatan investasi, tetapi juga disampaikan bahwa secara politik Indonesia tetap konsisten untuk menjalankan agenda demokrasi lima tahunan.

Artinya, stabilitas politik tidak perlu dikhawatirkan karena situasinya ke depan akan tetap normal.

“Itu penting kami sampaikan untuk kepastian investasi dan hubungan kerja sama.Jadi investor itu tidak ketakutan ketika berinvestasi ke Indonesia,” katanya.

Untuk masalah TKI, lanjut Taufiq, disampaikan bahwa Indonesia sangat berterima kasih karena TKI di Singapura pada umumnya lebih kondusif dan nyaman jika dibandingkan dengan negara lain. Perlindungan terhadap TKI cukup bagus sehingga sangat sedikit ada kasus terkait TKI di Singapura. Dubes Indonesia untuk Singapura Andri Hadi mengungkapkan, jumlah WNI yang ada di Singapura tercatat ada sekitar 200.000 orang.

Dari jumlah itu,120.000 merupakan TKI yang bekerja di sektor informal PLRT. Angka itu menempatkan Indonesia sebagai negara terbanyak pengirim tenaga PLRT di Singapura.Untuk itu, kata dia, perlu dilakukan beberapa langkah strategis untuk bisa mengisi pasar tenaga kerja asing di Singapura untuk tenaga semi-skilled di sektor formal.(gafar)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya