HTTP Status[404] Errno [0]

KPU Takalar Tetapkan Bur-Nojeng Pemenang

09 October 2012 04:08
KPU Takalar Tetapkan Bur-Nojeng Pemenang
Hasil pleno KPU Takalar, Senin (8/10/2012) menetapkan pasangan calon nomor urut 2, Dr Burhanuddin Baharuddin-HM Natsir Ibrahim (Bur-Nojeng), sebagai bupati dan wakil bupati terpilih dengan perolehan suara 49.521 atau (30,41 persen). Disusul Sa'ritta 24,65 persen, AMAN 20,64 persen, Ajjiku 10,24 persen, JSR 6,26 persen, HATI 5,53 persen, dan MATA 2,27 persen.

Hasil pleno KPU Takalar, Senin (8/10/2012) menetapkan pasangan calon nomor urut 2, Dr Burhanuddin Baharuddin-HM Natsir Ibrahim (Bur-Nojeng), sebagai bupati dan wakil bupati terpilih dengan perolehan suara 49.521 atau (30,41 persen). Disusul Sa’ritta 24,65 persen, AMAN 20,64 persen, Ajjiku 10,24 persen, JSR 6,26 persen, HATI 5,53 persen, dan MATA 2,27 persen.

BugisPos — Â Kemelut hasil pemilukada Takalar akhirnya terjawab. KPU Takalar menetapkan pasangan Burhanuddin Baharuddin-Natsir Ibrahim (Bur-Nojeng) sebagai bupati terpilih periode 2012-2017.
Penetapan pasangan urut 2 sebagai pasangan terpilih ini setelah KPU melakukan rekapitulasi suara pemilukada Takalar, Senin, 8 Oktober.

Seperti yang dirilis FAJAR online, penetapan Bur-Nojeng sebagai bupati terpilih ini berdasar keputusan KPU Takalar No: 59/Kpts/KPU-KWK-025.433274/2012, tentang Penetapan Calon Terpilih Bupati dan Wakil Bupati Takalar Periode 2012-2017, pada pemilukada Takalar 2012.

“Maka diumumkan pasangan calon urut 2, Dr Burhanuddin Baharuddin-HM Natsir Ibrahim, sebagai bupati dan wakil bupati terpilih dengan perolehan suara 49.521 atau (30,41 persen),” ujar Ketua KPU Takalar, Faisal Amir saat memberikan keterangan kepada wartawan tadi malam.

Persentase suara sebesar 30,41 persen ini berdasar jumlah suara sah sebanyak 162.865. Dari jumlah suara sah ini, pasangan Bur-Nojeng memiliki kelebihan suara sebanyak 661 suara dari syarat yang ditentukan undang-undang.
Seperti dilansir sebelumnya, hasil akhir perhitungan suara yang dilakukan KPU menempatkan Bur-Nojeng di posisi teratas disusul Sa’ritta 24,65 persen, AMAN 20,64 persen, Ajjiku 10,24 persen, JSR 6,26 persen, HATI 5,53 persen, dan MATA 2,27 persen.

Anggota KPU Takalar, Jusalim Sammak menambahkan, penetapan calon terpilih ini akan segera disampaikan kepada DPRD Takalar. Namun sebelum disampaikan ke dewan, KPU akan melihat perkembangan dari pasangan calon apakah ada atau tidak kandidat yang mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

KPU memberi waktu tiga hari kepada enam pasangan calon yang kalah untuk mengajukan gugatan ke MK, jika tidak menerima penetapan KPU Takalar. Jika sampai 11 Oktober nanti tidak satu pun kandidat yang melakukan gugatan, KPU memastikan akan menyampaikan penetapan KPU tersebut ke dewan.

Penetapan Bur-Nojeng sebagai bupati terpilih ini disambut gembira pasangan Bur-Nojeng, tim, hingga pendukung dan simpatisannya. Kendati kemenangan ini disambut dengan suasana sederhana.

“Kita memang sengaja tidak memberikan tanggapan berlebihan, karena sebenarnya dari awal kita sudah tahu bahwa pasangan ini memenangkan pertarungan. Cuma kita selalu tidak ingin mendahului keputusan dari KPU Takalar,” kata Manajer Tim Pemenangan Bur-Nojeng, Fachruddin Rangga.

Bupati terpilih, Burhanuddin menegaskan bahwa kemenangan yang diraihnya bersama Nojeng, adalah kemenangan semua rakyat Takalar. Bukan hanya kemenangan tim, pendukung maupun simpatisan.

“Ini adalah kemenangan kita semua. Kemenangan rakyat Takalar,” ujar Burhanuddin.

Bur juga menyampaikan terima kasih kepada tim, pendukung, simpatisan dan masyarakat Takalar secara keseluruhan yang telah memberinya kepercayaan untuk memimpin Takalar lima tahun ke depan.

Sa’ritta Siapkan Gugatan ke MK

Sepanjang hari kemarin, massa yang merupakan pendukung Sa’ritta menggelar unjuk rasa, menyoal adanya berbagai dugaan pelanggaran yang dilakukan penyelenggara utamanya di tingkat KPPS dan PPS.

Salah satu yang dipersoalkan adalah adanya ribuan selisih antara jumlah pemilih yang terdaftar dalam DPT, dengan jumlah wajib pilih yang menggunakan hak pilihnya. Massa ini melihat adanya pemilih siluman.

Menanggapi penetapan bupati terpilih ini, Sa’ritta dengan tegas menyatakan akan menempuh jalur hukum yakni menggugat ke MK. Saat ini, tim Sa’ritta langsung melengkapi berkas utamanya dugaan kecurangan yang terjadi di beberapa kecamatan.

“Tapi bukan berarti kami tidak menerima hasil rekap KPU. Kalau berkas pelanggaran signifikan akan kita ajukan ke MK. Yang pasti, kita saat ini mempersiapkan gugatan ke MK,” kata Jubir Sa’ritta, Hairil Anwar.

Untuk melengkapi materi gugatan dan bukti-bukti pelanggaran yang dilakukan penyelenggara, Sa’ritta membuka posko pengaduan di sembilan kecamatan. Kendati pasangan ini sudah banyak memegang bukti menganai dugaan kecurangan, namun pasangan ini tetap membuka posko pengaduan untuk memperbanyak bukti pelanggaran.

Selain pasangan Sa’ritta, pasangan yang bertarung melalui jalur independen, Masniar Mappasawang-Burhan Talli (MATA), juga menegaskan mempertimbangkan mengajukan gugatan ke MK. “Kami kecewa karena pemilukada Takalar tidak jujur dan adil dan penuh dengan kelicikan,” tandas Masniar.

Salah satu ketidakadilan dalam proses pemilukada ini karena banyaknya pendukung pasangan ini yang tidak mendapat surat undangan memilih.

Sama halnya dengan pihak Andi Makmur A Sadda-Nashar A Baso (AMAN) yang juga enggan memperlihatkan persetujuan terhadap hasil keputusan KPU kemarin. “Pihak kami belum menandatangani hasil keputusan tersebut. Waktu tiga hari ini akan kami gunakan untuk mengindentifikasi semua celah kecurangan. Bisa saja temuan kami berakumulasi menjadi gugatan,” tandas Juru Bicara AMAN, Dedi Hasta.

Sementara itu, Anggota KPU Takalar, Jusalim Sammak menegaskan pihaknya siap meladeni kandidat yang merasa keberatan dengan hasil keputusan resmi KPU yang menetapkan pasangan Burhanuddin Baharuddin-Natsir Ibrahim sebagai bupati terpilih lima tahun ke depan. Kesempatan untuk menggugat, telah diprediksi kemungkinan akan terjadi. Jusalim memaparkan, gugatan tersebut sering kali keberatan atas adanya indikasi suara yang diperoleh banyak yang hilang atau sengaja dikurangi.

Empat saksi pasangan cabup-cawabup Takalar menolak menandatangani rekap tingkat KPU, sehingga hanya tiga saksi pasangan calon yang bersedia menandatangani perhitungan akhir suara pemilukada Takalar.
Keempat saksi ini yakni saksi Syamsari Kita-Hamzah Barlian (Sa’ritta), saksi Masniar Mappasawang-Burhan Talli (MATA), saksi Jen Syarif Rifai-Gassing Rapi (JSR), dan saksi Andi Makmur Sadda-Nashar Baso (AMAN).

Khusus saksi AMAN, dia tidak memberikan alasan sehingga menolak bertanda tangan. Saksi AMAN ini langsung meninggalkan kantor KPU begitu rekap setiap kecamatan dinyatakan rampung.(gafar)


Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya