HTTP Status[404] Errno [0]

Jelang Idul Adha 2012, Pengawasan Ternak Potong Diperketat

10 October 2012 18:46
Jelang Idul Adha 2012, Pengawasan Ternak Potong Diperketat
Pemprov Sulawesi Tengah akan memperketat pintu masuk ternak potong (sapi) dari luar daerah menjelang idul adha tahun 2012.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Pemprov Sulawesi Tengah akan memperketat pintu masuk ternak potong (sapi) dari luar daerah menjelang idul adha tahun 2012.

BugisPos — Pemprov Sulawesi Tengah menghadapi hari raya Idul Adha 2012 ini meningkatkan pengawasan terhadap ternak potong (sapi) yang dipasok dari luar daerah.

“Semua pintu masuk laut, udara dan darat diawasi ketat petugas,” kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan pada Kantor Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan Sulteng Greesje Kuhu di Palu sebagaimana dirilis Antara News.com.

Ia mengatakan, dalam rangka mengantisipasi masuknya ternak sapi potong dari luar daerah secara ilegal ke Sulteng, maka pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan Provinsi telah mengirim surat edaran ke semua kabupaten dan kota untuk meningkatkan pengawasan terhadap ternak-ternak yang didatangkan dari luar.

Pintu-pintu masuk harus dijaga ketat petugas guna mencegah jangan sampai masuk ternak-ternak ilegal dan juga ternak yang tidak sehat atau terinfeksi penyakit antraks ke Sulteng.

Apalagi, katanya, Provinsi Sulteng berbatasan langsung dengan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat yang merupakan daerah endemis penyakit tersebut.

Karena itu, petugas Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan di kabupaten dan kota di Sulteng untuk lebih proaktif dan ketat melakukan pemeriksaan di setiap pos pintu masuk.

Selama ini para pedagang khususnya di Kota Palu dalam memenuhi permintaan masyarakat mendatangkan sapi potong dari luar Sulteng.

Kebanyakan mereka mendatangkan sapi potong dari Sulawesi Selatan dan Gorontalo. “Karena memang kebutuhan masyarakat pada setiap hari raya Lebaran maupun Idul Adha meningkat,” katanya.

Apalagi, harga ternak sapi di dua provinsi tetangga Sulteng itu masih lebih murah dibandingkan harga sapi di daerah ini.

Namun demikian, kata Greesje, sebagian besar kebutuhan daging sapi dipasok para peternak Sulteng, terutama dari Kabupaten Banggai yang merupakan daerah pengembangan ternak sapi terbesar di Sulteng.(gafar)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya