HTTP Status[404] Errno [0]

Menakertrans : Peluang Kerja TKI Terbuka Luas ke Korsel

10 October 2012 13:57
Menakertrans : Peluang Kerja TKI Terbuka Luas ke Korsel
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI, Muhaimin Iskandar mengemukakan peluang kerja TKI ke Korea Selatan sangat terbuka luas.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI, Muhaimin Iskandar mengemukakan peluang kerja TKI ke Korea Selatan sangat terbuka luas.

BugisPos — Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) membuka peluang kerja di berbagai sektor industri ke Korea Selatan. Syaratnya, para calon tenaga kerja harus terampil dan mampu berbahasa setempat.

Menakertrans Muhaimin Iskandar mengatakan, tahun ini ada 5.399 tenaga kerja Indonesia (TKI) yang sudah bekerja di Korea Selatan. Hingga akhir September penempatan TKI ke Korea terdiri atas 4.422 orang di sektor manufaktur, 670 orang di sektor perikanan, 301 orang sektor konstruksi, 5 orang sektor pertanian dan 1 orang sektor jasa.

“Jumlah itu masih kurang karena pemerintah Korsel sendiri memberikan kuota kesempatan kerja sebanyak 46.000 pekerja asing dari 15 negara termasuk Indonesia,”kata Muhaimin dalam rilisnya kemarin, yang dikutip dari Seputar Indonesia.
Peraih Bintang Mahaputera ini menjelaskan,lapangan kerja yang disediakan bagi 46.000 pekerja itu terdiri atas 39.100 di sektor manufaktur, 3.850 orang di bidang pertanian, 1.620 orang di sektor perikanan, 1.300 orang di sektor konstruksi, serta 130 orang di sektor jasa.

Negara-negara yang menjadi pesaing Indonesia dalam jasa penempatan tenaga kerja luar negeri antara lain Vietnam, Filipina, Thailand, Mongolia, Indonesia, Sri Lanka, China, Uzbekistan, Pakistan, Kamboja,Bangladesh,dan Timor Leste. Muhaimin menyebutkan, pemerintah optimistis pengiriman TKI ke Negeri Ginseng itu akan terus bertambah karena TKI asal Indonesia memang mendapatkan prioritas kerja dari perusahaan-perusahaan dan masyarakat Korea. Kelebihannya selain rajin, disiplin,dan cepat belajar,juga terkenal ramah.

“Meskipun sebagian besar TKI bekerja di perusahaan-perusahaan industri skala kecil dan menengah, aspek perlindungan dan tingkat kesejahteraannya cukup baik. Rata-rata mereka digaji sekitar Rp12-18 juta per bulan dengan masa kontrak kerja 4-10 tahun. Mereka juga disediakan jatah makan dan asrama di sekitar perusahaan,” ujar dia.

Meskipun peluang kerja di Korea Selatan sangat menggiurkan, Muhaimin mengingatkan bahwa tidak mudah untuk bisa bekerja dengan baik di Korea. Persyaratannya dan ujian bahasanya cukup ketat dan harus mampu bertahan dengan kondisi Korea yang memiliki empat musim yang terkadang ekstrem.

Hubungan ketenagakerjaan antara RI dan Korsel dimulai sejak 1994 melalui Industrial Training Program dan sejak Agustus 2004 berdasarkan pada MoU (memorandum of understanding) antara Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan. Nota kesepahamannya tahun ini akan berakhir dan Muhaimin berharap dapat dilanjutkan kembali.

Pengiriman tenaga kerja ke Korea Selatan ini dilaksanakan melalui skema employment permit system (EPS) dengan pola penempatan G to G.

“Melalui skema EPS, TKI yang bekerja di Korea Selatan memperoleh perlakuan dan hak yang sama sebagaimana tenaga kerja Korea sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan Korea Selatan,” ungkapnya.

Kepala Badan Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2- TKI) Moh Jumhur Hidayat mengatakan, berbagai perusahaan Korea memang terus meminta penambahan kuota penempatan TKI ke negeri tersebut. TKI dikenal sebagai pekerja yang rajin,sopan,dan ramah.

Jumhur menjelaskan, sebagian besar TKI yang akan dikirim harus mengikuti tes kemampuan bahasa Korea berbasis komputer (EPS-test of proficiency in Korean computer based test/EPS-TOPIK CBT).Setiap penyelenggaraan tes yang tiap tahun diadakan beberapa kali di lima kota secara serentak selalu diikuti lebih dari 10.000 pencari kerja di Korea.

Jumhur memaparkan,pada 2004 jumlah TKI yang ditempatkan sebanyak 367 orang, pada 2005 sebanyak 4.367 orang,pada 2006 sebanyak 1.214 orang,pada 2007seba-nyak4.303orang,pada 2008 sebanyak 11.885 orang, pada 2009 sebanyak 2.204,pada 2010 sebanyak 3.865, dan pada 2011 sebanyak 6.339 orang, sehingga totalnya mencapai 39.652 TKI di Korsel.(gafar)


Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya