HTTP Status[404] Errno [0]

Bantaeng Kembangkan Pertanian Organik

11 October 2012 14:56
Bantaeng Kembangkan Pertanian Organik
Kabupaten Bantaeng akan mengembangkan pertanian tanpa bahan kimia atau dengan sebutan pertanian organik.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Kabupaten Bantaeng akan mengembangkan pertanian tanpa bahan kimia atau dengan sebutan pertanian organik.

BugisPos — Bupati Bantaeng, Sulawesi Selatan, Prof Dr HM Nurdin Abdullah menyatakan, pihaknya terus mendorong pengembangan sistem pertanian tanpa menggunakan pupuk berbahan kimia, terutama untuk jenis tanaman holtikultura.

Produk pertanian tanpa menggunakan pupuk berbahan kimia, hasilnya akan lebih alami dan sehat, ujarnya di Bantaeng belum lama ini.

Selain itu, produk pertanian tanpa menggunakan pupuk berbahan kimia harganya lebih mahal dibanding produk pertanian yang menggunakan pupuk kimia, sehingga kondisi ini akan berujung pada peningkatan perekonomian di Bantaeng.

Menurut Bupati, banyak daerah yang mengalami degradasi lahan akibat penggunaan pupuk yang mengandung bahan kimia. Dampaknya, timbul beberapa fenomena makin banyaknya hama yang aneh dan merusak tanaman yang diduga sebagai akibat dari penggunaan pupuk berbahan kimia.

Pengembangan produk holtikultura di Bantaeng ke depan memiliki prospek yang bagus, selain lahan tersedia, permintaan yang terus meningkat diimbangi serapan pasar yang semakin banyak.

Sebagaimana yang dikutip dari Antara News.com, Bantaeng tercatat sebagai salah satu dari empat daerah sentra produksi tanaman holtikultura di Provinsi Sulawesi selatan. Di Bantaeng, Kecamatan Ulu Ere yang berada di ketinggian 1.200 meter dari permukaan laut menjadi pusat produksi tanaman holtikultura, ujar Kepala Bidang Holtikultura, Dinas Pertanian dan peternakan Bantaeng, Suaib Pance.

Sedangkan daerah lainnya di Sulsel yang menjadi sentra produksi tanaman holtikultura yakni Kabupaten Gowa, Tanatoraja dan Enrekang, ujarnya.

Produk holtikultura Bantaeng antara lain bawang merah, wortel, kentang, cabe, kubis dan lainnya. Khusus bawang merah potensi panennya mencapai 8-11 ton/hektar/panen dengan potensi tanaman 800 hektare dan harga bisa mencapai Rp20.000/kilogram.

Selain itu, kentang juga sangat prospektif mencapai produksi 15 ton/hektar/panen dengan luas lahan 1.000 hektare dan tingkat harga relatif stabil atau cenderung terus naik dan harga saat ini Rp7.500/kilogram. Sedangkan produk holtikultura lainnya cenderung juga bagus, banyak serta harganya baik, ucapnya.(gafar)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya