HTTP Status[404] Errno [0]

Bentrok di Kampus, 2 Mahasiswa UNM Tewas di RSD Haji

12 October 2012 01:54
Bentrok di Kampus, 2 Mahasiswa UNM Tewas di RSD Haji
Bentrok antar mahasiswa UNM kembali terjadi, dan menewaskan dua orang mahasiswa. Keduanya ditikam di pelataran parkir RSD Haji.

Bentrok antar mahasiswa UNM kembali terjadi, dan menewaskan dua orang mahasiswa. Keduanya ditikam di pelataran parkir RSD Haji.

BugisPos — Dua mahasiswa Jurusan Otomotif Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Makassar (UNM) Parangtambung, Makassar, tewas di areal parkir Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Haji, Makassar, Kamis (11/10/2012), pukul 16.20 Wita. Keduanya tertikam di bagian dada, sebagai akibat terjadinya bentrok sebelumnya di dalam Kampus UNM.

Seperti yang dilansir Tribun Timur.com menyebutkan, dua mahasiswa itu Haryanto alias Anto (23) dan Rizki Munandar alias Ikki (23), sama-sama tertikam bagian dada kiri, oleh pria yang yang
mengenakan helm tertutup dan penutup muka.

Insiden berdarah ini berselang dua jam pasca-pecahnya bentrok klasik
mahasiswa dari dua fakultas berbeda di areal Kampus Parangtambung.

Bentrok kali ini merupakan bentrok terparah antara mahasiswa
Fakultas Teknik (FT) dan Fakultas Seni dan Desain (FSD) UNM.
Ini bentrok kelima kali sepanjang tahun 2012, dimana bentrok terakhir terjadi 14 dan 18 Juni 2012 lalu.

Sementara itu, Ketua Ikatan Alumni Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof Dr Djaali mengaku prihatin dengan aksi tawuran mahasiswa UNM yang menelan dua korban tewas, Kamis, 11 Oktober.  Kejadian ini dianggap memalukan dan sangat mencoreng almamater pahlawan tanpa tanda jasa itu.

“Terus terang kami sangat prihatin dengan kejadian ini. Pimpinan UNM harus mengambil tindakan tegas. Tidak boleh ada pembiaran,” kata Djaali, sebagaimana yang dikutip dari Fajar online.

Direktur Program Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu juga mengkritik pimpinan UNM. Menurut dia, mestinya rektor dan petinggi kampus sudah melakukan upaya antisipasi mencegah dan menghindari tawuran. Soalnya, aksi beringas antarmahasiswa di kampus ini sudah amat sangat sering terjadi.

Menurut Djaali, pimpinan UNM harus mengambil langkah konkret menangani tawuran yang masih marak di kampus ini. Dosen dan pimpinan kampus, kata dia, tidak boleh tega menyaksikan anak-anak didiknya tewas bergelimpangan di depan matanya sendiri.

“Harusnya pimpinan dan dosen di UNM itu siaga satu. Malu dong kalau terjadi tawuran seperti itu,” tambah Djaali.

Mahasiswa Diperiksa

Pasca bentrokan, hingga tadi malam kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap sembilan orang mahasiswa. Mereka yang diminta kesaksiannya, di antaranya karena berada di lokasi kejadian atau melihat kejadian berlangsung, dan lainnya.

“Ada sembilan orang yang kita periksa. Mereka Bukan diamankan, ya, tapi diperiksa untuk dimintai keterangannya,” kata, Wakasatreskrim Polrestabes Makassar, Kompol Anwar Hasan, tadi malam. Hingga tadi malam, kesembilan mahasiswa itu masih dimintai keterangannya.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Chevy A Sopari, menambahkan, mahasiswa yang terlibat pembunuhan, pengrusakan, dan pembakaran akan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku. Perbuatannya sudah tidak dapat ditolerir lagi.

“Pengejaran masih dilakukan. Pasti akan kita proses. Perbuatannya sudah menghilangkan nyawa orang lain, merusak dan melakukan pembakaran. Itu sudah tidak bisa ditolerir lagi,” kata, mantan Kapolresta Parepare, ini malam tadi.(gafar)


Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya