HTTP Status[404] Errno [0]

Baru Setahun, Ruas Jalan Poros Desa Ulujangang Rusak Parah

15 October 2012 07:25
Baru Setahun, Ruas Jalan Poros Desa Ulujangang Rusak Parah
Ruas jalan yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Gowa di Desa Ulujangang yang menghubungkan Desa Lauwa Kecamatan Biringbulu, kondisinya sangat memprihatinkan, padahal baru setahun pekerjaannya.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Ruas jalan yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Gowa di Desa Ulujangang yang menghubungkan Desa Lauwa Kecamatan Biringbulu, kondisinya sangat memprihatinkan, padahal baru setahun pekerjaannya.

BugisPos –Â Baru setahun masyarakat menikmati infrastruktur jalan yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Gowa di Desa Ulujangang yang menghubungkan Desa Lauwa Kecamatan Biringbulu, kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Jalan poros yang menghubungkan 3 kecamatan yakni Kecamatan Bungaya, Bontolempangan dan Biringbulu tersebut sudah rusak parah.

Proyek pekerjaan jalan tersebut dianggarkan di APBD Gowa tahun 2010-2011. Sayangnya, baru setahun dinikmati, aspal jalan sudah retak dan kondisinya rusak berat, akibat kualitas pekerjaan yang sangat rendah.

Kepala Desa Ulujangang Kecamatan Bontolempangan Muchsin mengatakan, proyek tersebut sangat tidak berkualitas. Diduga pekerjaan proyek itu terkesan asal jadi untuk meraup keuntungan pribadi dari oknum-oknum yang tak bertanggung-jawab.

Kepala desa ini menambahkan, seharusnya lebar jalan yang diaspal hingga 4 meter. Kenyataannya, yang dikerjakan hanya 2 meter dengan kualitas material yang sangat rendah, sehingga jalan tersebut tidak lama dinikmati masyarakat pengguna jalan itu.

Camat Bontolempangan Drs.H.Sadar Ahdar.S.Sos.M.Si menambahkan, jalan tersebut mengatakan, jalan poros Rappo Daeng Lauwa rusak diakibatkan tidak adanya taluk. Bila kondisi ruas jalan dibiarkan dan tanpa ada perhatian dari instansi teknis terkait (DPU), maka tidak menutup kemungkinan akses di jalan poros tersebut akan terputus.

“Dalam mengerjakan sebuah jalan, yang perlu dipikirkan pertama kali adalah taluknya. Sehingga biarpun hujan deras, tanah tidak akan longsor ke bawah yang berakibat retaknya aspal pada ruas jalan,” terang H sadar Ahdar.

Syarifuddin, aktivis yang juga wartawan Bugis Pos.com menilai, pekerjaan proyek ruas jalan tersebut sangat janggal. Pasalnya, baru setahun diselesaikan, tapi sudah mengalami kondisi rusak berat.

“Saya melihat proyek itu dikerjakan asal jadi saja, bayangkan baru setahun sudah rusak parah. Proyek ini perlu mendapat perhatian dari instansi terkait, karena bila dibiarkan maka kondisi jalan akan lebih parah. Dan perlu juga dipikirkan kondisi tanah dan derasnya air dari pegunungan, karena air itu bisa menjadi salah satu faktor penyebab jalan akan rusak,” jelas Syarifuddin.(syarif/gafar)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya