HTTP Status[404] Errno [0]

Kapal Induk Akan Awasi Daftar Pemilih

15 October 2012 07:10
Kapal Induk Akan Awasi Daftar Pemilih
Bakal calon Gubernur Sulsel incumbent, Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang (Sayang) tidak ingin kehilangan potensi satu suara pun. Sebagai antisipasi tidak terdaftarnya penduduk potensial pemilih, tim pemenangan Sayang di manajemen Kapal Induk membuka posko pengaduan.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Bakal calon Gubernur Sulsel incumbent, Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang (Sayang) tidak ingin kehilangan potensi satu suara pun. Sebagai antisipasi tidak terdaftarnya penduduk potensial pemilih, tim pemenangan Sayang di manajemen Kapal Induk membuka posko pengaduan.

BugisPos – Bakal calon Gubernur Sulsel incumbent, Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang (Sayang) tidak ingin kehilangan potensi satu suara pun. Seluruh pemilih harus terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang dirilis KPU Sulsel. Sebagai antisipasi tidak terdaftarnya penduduk potensial pemilih, tim pemenangan Sayang di manajemen Kapal Induk membuka posko pengaduan.

Posko ini menindaklanjuti pengaduan warga yang tidak terdaftar di DPT. Koordinator Tim Pengendali Kapal Induk, Haris Yasin Limpo mengatakan, Kapal Induk di 24 kabupaten/kota se Sulsel sudah diinstruksikan membuka posko pengaduan.

“Posko ini upaya membantu penyelenggara pemilihan gubernur untuk mendata pemilih,” tutur Haris, seperti yang dikutip dari FAJAR online.

Diakui ketua harian DPD II Partai Golkar Sulsel itu, DPT kerap menjadi masalah di setiap pemilihan umum. Makanya, Kapal Induk akan mengawasi penetapan pemilih mulai dari data Daftar Penduduk Pemilih Potensial Pemilihan (DP4) dengan jumlah 7.232.734 pemilih hingga penetapan DPS dan DPT.

Pengawasan daftar pemilih, tutur Haris, akan dilakukan seluruh relawan Kapal Induk di 24 kabupaten/kota. Daftar pemilih ganda yang terindikasi di DP4 akan diricek kembali di lapangan.
Kecurangan yang berpotensi terjadi di daerah, seperti di Makassar, diantisipasi dengan menginstruksikan kepada Kapal Induk Makassar proaktif mengawasi DPS Makassar dan sekitarnya.

“Pengawasan khusus mengingat adanya indikasi pemilih yang bermasalah di Makassar dan sekitarnya. Indikasi mengingat data pemilih DP4 di Makassar tak sesuai data Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik,” bebernya.
Dugaan tersebut hasil penelusuran sementara yang dilakukan Tim Kapal Induk. Data sementara di Kapal Induk, Kota Makassar dan daerah perbatasan Makassar rawan terjadi indikasi dugaan pemilih ganda.

“Pemkot Makassar belum merampungkan data KTP elektronik. Warga yang telah merampungkan pengambilan data pribadi baru sekitar 90 persen dari wajib KTP Makassar yang jumlahnya 938.982 jiwa,” bebernya.(gafar)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya