HTTP Status[404] Errno [0]

3 Pasang Kandidat, Incumbent Diuntungkan

16 October 2012 05:52
3 Pasang Kandidat, Incumbent Diuntungkan
Sejumlah pengamat politik berpendapat, majunya 3 pasangan kandidat di pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel 2013, akan menguntungkan calon incumbent.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Sejumlah pengamat politik berpendapat, majunya 3 pasangan kandidat di pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel 2013, akan menguntungkan calon incumbent.

BugisPos — KPU Sulsel resmi menetapkan tiga pasangan cagub-cawagub sebagai peserta pilgub Sulsel, 22 Januari 2013 mendatang.

Ketiga pasangan yang ditetapkan bersyarat itu masing-masing, Andi Rudiyanto Asapa-Andi Nawir Pasinringi (Garuda-Na), Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang (Sayang), dan Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahhar Mudzakkar (IA).
Pengamat politik UIN Alauddin Makassar, Dr Firdaus Muhammad mengatakan, masuknya pasangan Garuda-Na bakal lebih menguntungkan pasangan incumbent “Sayang”. Meski demikian, lolosnya GarudaNa tak bisa dipandang sebelah mata.
Firdaus menilai, lolosnya Garuda-Na membuat pilgub mendatang lebih dinamis. “Masyarakat juga punya pilihan dari tiga karakter itu. Dengan begitu konflik juga bisa diminimalisasi dibandingkan jika hanya ada dua pasangan calon,” katanya.
Meski demikian, sambung Firdaus, kehadiran Garuda-Na merupakan investasi bagi pilpres yang akan diusung Partai Gerindra. “Saya melihat peluang itu karena kinerja atau persiapan Garuda-Na untuk maju di Pilgub 2013 tampak terkatung-katung. Itu tidak terlepas dari kesiapan Garuda-Na yang kelihatan lamban saat mencalonkan diri. Namun, bukan berarti keduanya bisa diremehkan,” ujar dia.
Firdaus menambahkan, lolosnya Garuda-Na lebih cenderung menguntungkan incumbent.
“Ini karena konsentrasi IA terpecah antara menghadapi Sayang atau Garuda-Na. Demikian juga dengan Sayang. Hanya saja, dalam hal ini lebih menguntungkan incumbent karena masih cukup kuat dengan pencitraan yang terus dibangun,” urainya, seperti yang dikutip dari FAJAR online.
Pencitraan Sayang selama ini, kata Firdaus, bekerja dengan baik. “Asumsi saya saat ini, untuk sementara kehadiran Garuda-Na yang turut bertarung bisa menguntungkan Sayang. Namun, secara intens kedua calon, baik Garuda-Na maupun IA cukup banyak menyerang Sayang. Itu bisa saja memengaruhi pemilih. Pemilih bisa saja beralih memilih IA atau Garuda-Na jika keduanya mampu meyakinkan pemilih,” terang dia.
Hal senada juga disampaikan Andi Haris. Pengamat sosiologi politik Unhas ini menyebut, kehadiran Garuda-Na di pilgub merupakan hal yang sangat kompetitif.
“Yang menjadi persolan, terjadi dualisme beberapa partai kecil yang mendukung Garuda-Na. Dari sini bisa saja terjadi konflik di internal partai bersangkutan. Namun, kita berharap tidak terjadi konflik,” imbuhnya.
Haris menambahkan, meskipun terjadi dualisme, merupakan hak setiap individu mencalonkan pasangan tertentu. Masyarakat akan semakin belajar untuk memilih karena kehadiran calon yang membuat pertarungan semakin ramai. Hanya saja, jangan sampai terjadi politisasi akibat adanya dualisme di internal partai kecil.
Menurutnya, dengan dualisme partai kecil itu, pihak Sayang diuntungkan. “Jika terjadi konflik internal partai berarti tidak ada integrasi yang baik dari partai kecil tadi. Tidak menutup kemungkinan pilgub kali ini terjadi dua putaran,” katanya.
Ihwal peta politik, Andi Haris menilai banyak kemungkinan yang bakal terjadi. “Lobi-lobi politik masih terus berlangsung, perubahan-perubahan bisa saja terjadi. Massa pendukung partai tertentu bisa saja berbeda dari yang diusung partainya dan itu hak setiap individu,” tuturnya.
Jika dilihat, sambungnya, meski Sayang hanya didukung beberapa partai namun partai yang mengusungnya merupakan partai besar. “Demikian pula sebaliknya meski IA didukung partai-partai kecil, namun jika jumlah partainya banyak itu kan bisa jadi partai besar. Semua kemungkinan bisa saja terjadi. Kita lihat saja,” tutupnya.(gafar)
Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya