HTTP Status[404] Errno [0]

2 Anggota Polisi Pengintai Teroris di Poso Ditemukan Tewas

17 October 2012 01:37
2 Anggota Polisi Pengintai Teroris di Poso Ditemukan Tewas
Lokasi ditemukannya 2 anggota polisi pengintai teroris di Poso yang ditemukan tewas mengenaskan, Selasa (16/10/2012).
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Lokasi ditemukannya 2 anggota polisi pengintai teroris di Poso yang ditemukan tewas mengenaskan, Selasa (16/10/2012).

BugisPos — Pencarian dua anggota polisi yang hilang saat bertugas untuk mengintai pelatihan teroris di Kabupaten Poso, Sulteng, ditemukan tewas mengenaskan, Selasa (16/10/2012) kemarin.

Kedua polisi asal Sulsel itu adalah Briptu Andi Sapa, 31, dan Brigadir Sudirman, 31. Keduanya ditemukan tewas dengan luka di leher akibat senjata tajam dengan kondisi tertanam dalam satu lubang di sebuah hutan di luar perkampungan, Dusun Taman Jeka, Desa Masani,Poso.
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Suhardi Alius mengakui jenazah Briptu Andi dan Brigadir Sudirman tewas dengan luka di leher. “Pelaku sedang kami selidiki,”ujar Suhardi seperti yang dikutip dari Seputar Indonesia.

Suhardi mengatakan,tim gabungan TNI,Polda Sulteng,dan pemerintah setempat sudah melakukan penyisiran hingga ke lokasi penemuan jenazah kedua korban. Meski Polri belum mengungkap identitas pelaku, pemetaan kepolisian mencatat bahwa lokasi tempat ditemukannya kedua jenazah polisi itu merupakan basis dan tempat pelatihan teroris.

Seperti diberitakan sebelumnya, Briptu Andi Sapa dan Brigadir Sudirman ditugaskan mengintai lokasi pelatihan teroris di Poso. Namun, keduanya dinyatakan hilang sejak Senin (8/10).Andi Sapa adalah anggota Buser Polres Poso,sedangkan Sudirman adalah Kanit Intel Polsek Poso Pesisir.
Kemarin, jenazah kedua anggota polisi tersebut sudah berada di Rumah Sakit Poso untuk diautopsi. “Dua korban telah ditemukan tewas terkubur dalam satu lubang dengan luka di leher karena senjata tajam,” ungkap Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Pol Dewa Parsana.

Kapolda yang berada di Poso mengatakan, pesca penemuan kedua jenazah tersebut,semua regu Brimob sudah diterjunkan ke Poso.Untuk sementara waktu, pihak kepolisian masih menungguhasilautopsikeduajenazah di Rumah Sakit Poso.“Saat ini dua jenazah sedang diautopsi di Rumkit (rumah sakit) Poso. Semua regu Brimob sementara turun ke Poso, ”ujarnya.

Kedua anggota polisi tersebut berangkat pada Senin (8/10/2012) untuk menyelidiki lokasi yang diduga menjadi tempat pelatihan teroris di Poso. Karena kehilangan kontak, pihak kepolisian mulai melakukan pencarian sejak Minggu (14/10/2012) dengan melibatkan personel Polda Sulteng, Polres Poso, Brimob Polda Sulteng dan TNI.

Wakapolres Poso Kompol Eko Yudhi mengakui bahwa kedua personel polisi tersebut berasal dari Sulsel. Setelah ditelusuri ke Polres Gowa dan Palopo, pihak kepolisian belum menerima pengaduan dari keluarganya hingga kemarin.
Sementara itu, informasi yang diterima, beredar selebaran yang bernada teror di sekitar Pasar Sentral Poso.Isi selebaran tersebut ditujukan kepada petugas yang melakukan pencarian. Belum diketahui pelaku yang menyebarkan selebaran yang bernada mengancam polisi tersebut.

Menanggapi ancaman tersebut, Kapolres Poso AKBP Eko Santoso menegaskan,kepolisian masih akan mendalami pelaku dan motif di balik penyebaran selebaran tersebut. “Isinya petugas ditunggu di atas (lokasi pencarian). Perlu diperdalam lagi informasi itu,”katanya. Dia mengimbau masyarakat tetap tenang menghadapi situasi ini agar petugas kepolisian bisa fokus pada pengungkapan pelakunya.“Apabila terjadi teror bom meledak, penembakan, selebaran yang provokatif agar masyarakat tidak terpancing,”katanya.

Sebelumnya,Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan posisi terakhir keduanya diketahui berada di Dusun Taman Jeka,Taman Hutan, Gunung Potong, Poso. Mereka sedang bertugas untuk melakukan penyelidikan di kawasan tersebut.“Tidak jauh dari kawasan itu,ada tempat yang beberapa kali dijadikan tempat pelatihan teror yang dilakukan oleh kelompok jaringan teror belakangan ini,”ujar Boy.

Di kawasan tempat diduganya dua anggota polisi hilang itu, Densus 88 Antiteror pernah menggelar operasi penangkapan. Pasukan Antiteror kepolisian itu pernah mengungkap adanya pelatihan teroris ala militer di kawasan tersebut. Maka polisi menduga hilangnya Briptu Andi Sapa dan Brigadir Sudirman terkait penyidikan mereka terhadap kelompok terorisme.(gafar)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya