HTTP Status[404] Errno [0]

Stok Pangan Sulteng Cukupi Kebutuhan Masyarakat

17 October 2012 02:08
Stok Pangan Sulteng Cukupi Kebutuhan Masyarakat
Pemprov Sulawesi Tengah menjamin ketahanan stok pangan di daerah itu mencukupi kebutuhan masyarakat.

Pemprov Sulawesi Tengah menjamin ketahanan stok pangan di daerah itu mencukupi kebutuhan masyarakat.

BugisPos — Pemprov Sulawesi Tengah menjamin ketahanan stok pangan di daerah itu mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Kita punya cadangan stok pangan, termasuk beras dalam jumlah memadai sehingga masyarakat tidak perlu merasa khawatir akan kekurangan,” kata Kepala Dinas Pertanian Sulteng Abdullah Kawulusan di Palu sebagaimana yang dirilis ANTARA News.com.

Ia mengatakan selain beras yang menjadi makanan pokok masyarakat, juga masih banyak pangan lain yang menjadi makanan alternatif seperti ubi, jagung dan pisang.

Menurut dia, pangan nonberas di Sulteng cukup tersedia dalam jumlah yang banyak. Namun selama ini, kebanyakan masyarakat menjadikan beras sebagai makanan pokok.

Padahal, masih banyak makanan nonberas yang justru sangat baik untuk dikonsumsi guna mengungari ketergantungan kepada beras. Selain itu, jika mengkonsumsi makanan pangan nonberas juga sangat baik bagi kesehatan tubuh karena tidak mudah terserang penyakit, terutama diabetes (penyakit gula).

Kawulusan tidak merinci jumlah stok pangan, termasuk beras, tetapi menjamin ketersediaan kebutuhan pokok tersebut karena setiap tahun Sulteng selalu surplus beras hingga 200 ribu ton.

Selain itu, jika terjadi gejolak harga beras di pasar-pasar tradisonal, biasanya Bulog selalu diminta pemerintah untuk melaksakanan stabilisasi harga dengan menggelar operasi pasar.

Stok beras di setiap kabupaten dan kota di Sulteng cukup dan jika menipis, biasanya langsung mendapat suplai dari daerah lain di Sulteng yang memiliki persediaan lebih.

“Jadi soal ketersediaan pangan, Sulteng tetap aman,” katanya.

Ia juga mengatakan Pemprov Sulteng melalui dinas terkait di seluruh kabupaten dan kota di Sulteng terus menggencarkan program mengkonsumsi aneka jenis pangan guna menekan ketergantungan masyarakat kepada beras.

“Program ini tidak hanya di Sulteng, tetapi merupakan program nasional yang perlu mendapat perhatian dan dukungan aktif dari setiap daerahg di tanah air,” katanya.

Dalam rangka mempertahankan ketahanan pangan Sulteng, Pemprov Sulteng terus meningkatkan produksi petani, termasuk beras, jagung dan ubi-ubian.

Pada 2012 ini Sulteng menargetkan produksi padi sekitar 1,1 juta ton dan jagung sebanyak 216.201 ton dari luas areal panen 54.377 hektare.

Menyingung memasalah harga pangan, Kawulusan mengatakan relatif stabil dan murah.

Harga berbagai jenis pangan di Sulteng, termasuk beras di pasar-pasar tradisional saat ini terbilang cukup murah dibanding di daerah lain.

Harga beras misalkan dijual pedagang di pasar-pasar tradisional di Palu saat ini untuk beras jenis medium seperti IR20 dan C-4 berkisar Rp7.500,00 per kilogram dan beras premium (kualitas) Rp8.000-an per kilogram.

Begitu pula jagung pipilan dijual pedagang di pasar-pasar tradisional Rp3.500,00 per kilogram dan beras jagung Rp5.000,00 per kilogram.

Berikutnya, harga ubi jalar dan ubi kayu hanya berkisar Rp5.000,00 per enam sampai tujuh biji. “Ya sangat murah dibandingkan harga di daerah lain seperti di Kaltim harga jadung pipilan bisa mencapai Rp7.500,00 sampai Rp10.000,00 per kilogram.

Baik stok maupun harga pangan di Sulteng mencukupi kebutuhan dan murah meriah.(gafar)


Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya