HTTP Status[404] Errno [0]

ISEI : Warga Makassar Antusias Terjadap LPS

20 October 2012 18:24
ISEI : Warga Makassar Antusias Terjadap LPS
Perwakilan ISEI, Anas Iswanto Anwar mengatakan antusiasme warga Makassar begitu besar terhadap LPS, Sabtu, (19/10/2012) saat sosialisasi dan seminar terkait Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Hotel Grand Clarion Makassar.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Perwakilan ISEI, Anas Iswanto Anwar mengatakan antusiasme warga Makassar begitu besar terhadap LPS, Sabtu, (19/10/2012) saat sosialisasi dan seminar terkait Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Hotel Grand Clarion Makassar.

BugisPos — Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bekerja sama dengan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) mengadakan kegiatan Sosialisasi bertema tugas dan fungsi LPS dalam menjaga stabilitas perbankan di Indonesia, Sabtu (19/10/2012) di Hotel Grand Clarion Makassar. Kegiatan ini ditujukan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat Sulawesi Selatan mengenai fungsi dan peran LPS sebagai penjamin dana nasabah, dan peran sertanya dalam menjaga stabilitas perbankan dan keuangan nasional.

Disamping itu, melalui kegiatan ini juga bertujuan untuk memberi pemahaman kepada masyarakat tentang kondisi perekonomian Indonesia saat ini. Serta proyeksi kondisi perekonomian Indonesia di tahun 2013.

Sejumlah narasumber dalam kegiatan ini yakni Wakil Ketua Komisi XI DPR RI asal dapil Sulsel, Andi Timo Pangerang, Direktur Administrasi dan Sistem Informasi LPS, R. Budi Santoso dan anggota Komisi Informasi LPS, Lana Soelistianingsih.

Seminar ini dibuka oleh Kepala Eksekutif LPS, Mirza Adityaswara, dan Anas Iswanto Anwar dari perwakilan ISEI Makassar. Dihadiri juga oleh Kepala Perwakilan BI Sulawesi, Maluku, dan Papua, Mahmud, kalangan perbankan, anggota ISEI, pengusaha, BPKP, dan akademisi.

Dalam sambutannya, Anas Iswanto Anwar mengatakan bahwa antusiasme warga Makassar begitu besar terhadap LPS terutama para sarjana-sarjana Indonesia yang tentunya memiliki kontribusi yang besar terhadap pembangunan Indonesia.

Kemudian dalam sambutan pembukaan, Mirza Adityaswara mengungkapkan pentingnya dilakukan kegiatan ini karena LPS baru berdiri tahun 2005. Dengan usia yang masih sangat muda, sehingga keberadaan LPS masih membutuhkan sosialisasi dikarenakan fungsinya sangat nasional yakni menjamin dana seluruh masyarakat yang berada di bank.

Andi Timo Pangerang dalam paparannya mengenai peran LPS dalam mendukung stabilitas sistem perbankan mengemukakan, krisis moneter yang terjadi di Indonesia tahun 1998 mengakibatkan 16 bank dilikuidasi. Kondisi itu menimbulkan krisis kepercayaan kepada perbankan sehingga pemerintah mengambil beberapa kebijakan seperti mengeluarkan penjaminan simpanan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap bank.

“Karena kepercayaan masyarakat sudah hilang terhadap bank, maka pemerintah mengeluarkan kebijakan membentuk suatu Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) nasabah. Pemerintah dan DPR kemudian sepakat mensahkan undang-undang nomor 10 tahun 1998 tentang perbankan yang mengamanatkan pembentukan suatu Lembaga Penjamin Simpanan (LPS),” terang Andi Timo Pangerang.

R. Budi Santoso mewakili LPS memberikan pemaparan mengenai penjaminan nasabah perbankan. “Simpanan yang dijamin oleh LPS meliputi giro, deposito, sertifikat deposito, tabungan, dan atau bentuk lain yang dipersamakan dengan itu,” sebut R. Budi Santoso.

Dia menyebutkan mengenai syarat simpanan layak bayar yang disebut dengan istilah 3T, yakni meliputit ercatat dalam pembukuan bank, tingkat bunga tidak melebihi tingkat bunga penjaminan LPS, dan tidak melakukan tindakan yang merugikan bank.

Narasumber terakhir, Lana Soelistianingsih yang juga dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia menyampaikan pemaparan mengenai ekonomi Indonesia kedepan, ditengah ketidakpastian global.

“Saat ini Indonesia dalam kondisi positif, disisi keuangan likuiditas yang meningkat, Rupiah menguat, kemudian disisi perdagangan ekspor meningkat, cadangan devisa meningkat hingga US$ 124 miliar pada Agustus 2011 dan surplus neraca pembayaran yang signifikan,” jelas Lana.

Lebih lanjut dikatakan bahwa meski kondisi ekonomi Indonesia dalam pergerakan positif, tetap harus mewaspadai risiko global karena adanya perlambatan ekonomi global. Namun demikian diproyeksikan ekonomi Indonesia untuk 2013 meskipun tidak terlalu kuat akibat ketergantungan terhadap ekonomi China terutama komoditas yang melambat namun masih baik akibat dorongan fundamental ekonomi dari dalam negeri.

“Selain itu ada optimisme pertumbuhan ekonomi 6,8 % akan tercapai jika MP3EI terealisasi dan tentunya kondisi dimana tingginya usia produktif populasi di Indonesia atau yang menjadi bonus demografi yang berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya.

Acara ini juga diikuti dengan penyerahan bantuan oleh LPS kepada masyarakat Makassar berupa pembangunan sarana ibadah di beberapa tempat.(syarifuddin/gafar)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya