HTTP Status[404] Errno [0]

Satgas Perbatasan RI-Timor Leste Ajak Tanam Hortikultura

21 October 2012 04:15
Satgas Perbatasan RI-Timor Leste Ajak Tanam Hortikultura
Satgas TNI di perbatasan RI-Timor Leste mengajak warga sekitar di Atambua untuk menanam hortikultura dalam rangka memperkuat ketahanan pangan.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Satgas TNI di perbatasan RI-Timor Leste mengajak warga sekitar di Atambua untuk menanam hortikultura dalam rangka memperkuat ketahanan pangan.

BugisPos — Tentara Nasional Indonesia unsur Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI-Timor Leste Yonif 312/Kala Hitam Siliwangi memotori masyarakat di batas negara itu menanam tanaman holtikultura dan sejumlah tanaman pertanian lainnya untuk ketahanan pangan masyarakat.

“Langkah ini kita lakukan dalam upaya untuk menjaga ketersediaan pangan masyarakat diperbatasan untuk kesejahteranya,” kata Komandan Satgas Pengamanan Perbatasan Yonif 312/Kala Hitam Siliwangi, Mayor Inf FX Hengky Yudha Setiawan, di Atambua, ibu kota Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Jumat, seperti yang dirilis ANTARA News.com.

Dia mengatakan, kondisi kehidupan ekonomi masyarakat di perbatasan yang hampir sebagian besar hidup bergantung dari pertanian, masih membutuhkan dorongan dan sejumlah bantuan, baik bibit maupun pola pengolahan yang lebih baik untuk produktivitasnya.

Langkah ini, kata Setiawan, dimaksudkan selain untuk menyediakan stok pangan dalam rumah tangga, tetapi juga untuk mengubah pola pikir yang lebih positif kepada masyarakat terhadap upaya untuk menata hidup rumah tangga secara lebih baik.

“Ada nilai positif yang ingin kita capai di tengah masyarakat dengan kegiatan ini, yaitu untuk membuka pola pikir masyarakat untuk tidak terlibat dalam sejumlah kegiatan negatif termasuk penyelundupan,” kata Setiawan.

Dia mengaku, bantuan sejumlah bibit pertanian, seperti umbi-umbian dan sejumlah bibit sayuran, nanas dan lainnya sudah disediakan dan siap dibagikan untuk warga yang bermukim di tapal batas negara yang dimulai dari pos-pos perbatasan RI-Timor Leste.

“Kita memulai dari kelompok-kelompok masyarakat yang bermukim di pos-pos terdepan serambi negara RI-Timor Leste,” kata Setiawan.

Dia mengatakan, TNI memiliki tugas dan tanggung jawab pokok sebagai penjaga keamanan wilayah dari segala ancaman musuh demi tetap utuhnya wilayah NKRI.

Namun demikian, lanjut Setiawan yang juga Danyon 312/Kala Hitam Siliwangi itu, semua tugas dan tanggung jawab yang diemban itu bisa berhasil, jika TNI yang adalah alat negara tersebut, bisa bersatu dan manunggal dengan masyarakat terutama yang berada di wilayah tapal batas negara.

Untuk itulah, kata dia, sejumlah peluang dan kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya, harus terus dilakukan oleh parjurit TNI khusus di batas negara, agar kemanunggalan TNI-Rakyat bisa nyata dalam menjaga keutuhan negara tersebut.

“Alasan itulah, Yonif 312/Kala Hitam Siliwangi melakukan kegiatan-kegiatan pertanian dan sejumlah kegiatan lainnya di batas RI-Timor Leste ini,” kata dia.

Selain kegiatan pertanian tersebut, kegiatan produktif lainnya yang juga dilakukan Satgas Pamtas RI-Timor Leste Yonif 312/Kala Hitam Siliwangi, kepada masyarakat adalah kegiatan kerajinan gria kayu serta penanaman pohon untuk menghijaukan daerah batas negara.

Semua kegiatan tersebut, kata dia dimulai dari setiap pos perbatasan terdepan yang ada di sepanjang wilayah batas RI.

Dia menyebutkan, untuk menjaga keutuhan NKRI di wilayah batas RI-Timor Leste, prajurit Yonif 312/Kala Hitam Siliwangi yang berjumlah 650 orang, disebar ke 38 pos terdepan yang tersebar di empat kabupaten di sepanjang garis batas negara.

Dari jumlah pos itu, lanjut dia, untuk di Kabupaten Belu terdapat 25 pos, dan sisanya 13 pos berada masing-masing wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan dan daerah batas negara di Kabupaten Kupang.

“Dari pos-pos itulah kita mulai menggandeng masyarakat untuk semua kegiatan sosial kemasyarakatan yang produktif ini,” kata Setiawan.

Menurut dia, dengan langkah nyata tersebut, masyarakat RI di daerah tapal batas diajak untuk lebih berpikir positif dengan sejumlah kegiatan yang bermanfaat sekaligus membangkitkan kemandirian dalam mengembangkan usaha produktif.

“Jika demikian, maka akan terbentuk pola pikir baru warga di perbatasan untuk berpikir positif dalam menjalankan aktivitas hidup kesehariannya untuk selanjutnya terlibat dalam upaya menjaga kedaualutan NKRI,” kata Setiawan.(gafar)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya