HTTP Status[404] Errno [0]

KPU Kota Kendari Desak Komisioner KPU Sultra Mundur

23 October 2012 08:59
KPU Kota Kendari Desak Komisioner KPU Sultra Mundur
Polemik diinternal KPU Sultra menuaisorotan tajam dari Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kendari, Syam Abdul Djalil. Dia meminta seluruh komisioner KPU Sultra agar mengundurkan diri.(arfan/gafar)
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Polemik diinternal KPU Sultra menuaisorotan tajam dari Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kendari, Syam Abdul Djalil. Dia meminta seluruh komisioner KPU Sultra agar mengundurkan diri.(arfan/gafar)

BugisPos —Â Polemik di internal para komisioner pada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Tenggara masih terus terjadi. Perpecahan yang terjadi di internal KPU Sultra itu dipicu adanya perbedaan persepsi dalam menetapkan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang akan bertarung di Pilkada daerah ini tanggal 4 Nopember 2012 akan datang.

Ada komisioner yang menyetujui pemilihan gubernur dan wakil gubernur (pilgub) diikuti 3 pasangan dan ada juga yang menginginkan 4 pasangan. Hal inilah yang menjadi pemicu terjadinya konflik intern para komisioner pelaksana pilgub tersebut.

Konflik yang terjadi di KPU Sultra semakin jelas ketika La Ode Bariun SH, Kuasa Hukum pasangan Ali Mazi-Bisman mempersoalkan keputusan KPU Sultra yang dianggap menzalimi kliennya untuk menjadi salah satu peserta pilgub.

Menurut La Ode Bariun lagi, keputusan KPU Sultra yang hanya menetapkan 3 pasangan calon, merupakan sebuah pencederaan demokras. Pasalnya, pasangan Ali Mazi-Bisman Saranani sudah dinyatakan lolos sebagai kontestan Pilkada Sultra berdasarkan berita acara pleno KPU Sultra yang ditandatangani tiga orang komisioner KPU Sultra pada Jumat malam tanggal 12 Oktober 2012.

“Tetapi saat pencabutan nomor urut pada Sabtu (13/10) malam, oleh Ketua KPU Sultra, klien kami tiba-tiba dikatakan tidak lolos,” kata Bariun, yang didampingi rekannya Abu Hanifa Pahege SH dan La Ode Songko SH.

Ia mengatakan, jika berita acara pleno penetapan daftar calon tetap (DCT) yang menjadi rujukan, artinya ada empat pasang calon yang lolos menjadi kontestan pilkada Sultra yang akan digelar pada 4 November 2012 itu, yakni pasangan Nur Alam-Saleh Lasata, Ridwan-Khaerul, Buhari Matta-Amirul dan Ali Mazi-Bisman Saranani.

“Anehnya, ketua KPU Sultra hanya menyebutkan tiga pasang yang lolos. Untuk itu kami menggugat KPU Sultra, baik itu ke Pengadilan Tata Usana Negara (TUN), Bawaslu, dan Badan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP),” katanya.

Menurut Barium, keputusan yang diambil Ketua KPU Sultra, Mas`udi secara sepihak sudah melanggar Peraturan KPU No 13 Tahun 2010 dan UU No 15 Tahun 2011 tentang penyelenggaraan pemilu.

Sementara itu, La Ode Songko mengatakan, pasangan Ali Mazi-Bisman Saranani masih memiliki peluang untuk menjadi kontestan Pilkada Sultra, karena sebenarnya tiga anggota KPU lainnya sudah tidak menganggap Masudi sebagai ketua KPU Sultra.

Adapun 3 (tiga) pasangan yang ditetapkan KPU Sultra sebagai peserta Pilgub tanggal 4 Nopember 2012 nanti yakni pasangan Buhari Matta-Amirul Tamim (1), Nur Alam-Saleh lasata (2) dan Ridwan Bae-Khaerul Saleh (3). Sementara pasangan Ali Mazi-Bisman dinyatakan gugur.

Polemik diinternal KPU Sultra itulah yang menjadi sorotan tajam dari Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kendari, Syam Abdul Djalil. Dia meminta seluruh komisioner KPU Sultra agar dapat mengundurkan diri.

“Kami juga meminta KPU Pusat bersikap tegas dan mengambil alih seluruh proses penyelenggaraan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sultra periode 2013-2018,” kata Syam Abdul Djalil kepada wartawan BugisPos.com, Senin (15/10/2012) di ruang kerjanya.

Dia meminta seluruh Komisioner KPU Sultra agar mengundurkan diri setelah melihat tahapan pilgub yang di lakukan oleh KPU Sultra. Ada beberapa dugaan pelanggaran yang terjadi yaitu KPUD Sultra telah melakukan pelanggaran hukum.

“Jadi, saran kami sebagai anggota KPUÂ meminta semua komisioner KPU Sultra mengundurkan diri dan menyerahkan proses Pilkdada kepada KPU Pusat,” tegas Ketua KPU Kota Kendari ini.

Lanjut Syam Abdul Djalil lagi, KPU Kota Kendari telah melakukan komunikasi dengan sejumlah anggota KPUD Kabupaten dan Kota yang ada di Sultra terkait kinerja KPU Sultra, yang dianggap tidak dapat menangani proses pilkada dengan baik.

“Kinerja KPU Sultra yang kurang baik, akan dapat berimbas pada kinerja KPUD kabupaten dan kota, sehingga bisa jadi akan menimbulkan polemik yang berlarut-larut,” pungkasnya.

Amankan Pilgub, Polda Sultra Turunkan 7400 Personil

Terkait pelaksanaan pemilihan gubernur (pilgub) tanggal 4 November mendatang, jajaran Kepolisian Daerah (Polda Sultra), siap mengamankan pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan ini, dengan menurunkan sebanyak 7400 personil. Hal itu diungkapkan Kapolda Sultra, Brigjen. Polisi Tubagus Anis Angkawijaya kemarin.

Kata Kapolda, semua elemen masyarakat diharapkan dapat mendukung terciptanya penyelenggaraan pemilukada yang damai dan aman. Baik para calon maupun para tim sukses.

“Pengamanan akan terbagi tiga zona, dan konsentrasi akan dilakukan pada Kotra kendari dan Bau-Bau, mengingat, pelaksanaan hari H pilgub bersamaan dengan kegiatan deklarasi calon walikota di Bau-Bau,” papar Kapolda Sultra, Brigjen Polisi Tubagus Anis Angkawijaya. (arfan/gafar)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya