HTTP Status[404] Errno [0]

Lagi, Teror Bom Ditebar, JK Kunjungi Korban di Poso

24 October 2012 01:25
Lagi, Teror Bom Ditebar, JK Kunjungi Korban di Poso
Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengunjungi lokasi ledakan bom dan korbannya di Poso, Selasa (23/10/2012) kemarin. Penggagas deklarasi damai Malino terkait konflik Poso pada 2002 lalu ini mendatangi lokasi ledakan di pos polisi Poso didampingi Bupati Poso Piet Inkiriwang.

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengunjungi lokasi ledakan bom dan korbannya di Poso, Selasa (23/10/2012) kemarin. Penggagas deklarasi damai Malino terkait konflik Poso pada 2002 lalu ini mendatangi lokasi ledakan di pos polisi Poso didampingi Bupati Poso Piet Inkiriwang.

BugisPos — Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengunjungi lokasi ledakan bom Poso dan korbannya di Poso, kemarin. Penggagas deklarasi damai Malino terkait konflik Poso pada 2002 lalu ini mendatangi lokasi ledakan di pos polisi Poso didampingi Bupati Poso Piet Inkiriwang.

Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) ini menjenguk juga korban bom Poso Muhammad Akbar di Rumah Sakit Umum Daerah Poso.Setelah itu,JK berdialog dengan sejumlah pemuka agama di Poso dan memberikan pengarahan terkait aksi terorisme tersebut. JK mengecam pelaku terorisme karena mereka menjual ideologi dan agama untuk menjustifikasi aksi terornya.

Caracara itu digunakan untuk merekrut warga dan kalangan anak muda,padahal ajaran itu tidak benar.Dia yakin insiden pengeboman di Poso bukan konflik komunal melainkan aksi terorisme yang harus segera dituntaskan. “Masyarakat harus waspada semua ajaran kekerasan. Anak muda yang ikut paham seperti itu harus disadarkan,” katanya di Poso kemarin. JK juga mengecam sasaran terorisme baik korban dari kalangan sipil maupun aparat keamanan.Apalagi, kata dia, bom itu disimpan di tempat umum sehingga mengancam jiwa banyak orang terutama warga sipil.

“Yang terancam seluruh masyarakat yang lewat di tempat itu,”katanya.

Dua perakit handal bom ponsel yang masih diburu polisi, Santoso dan Taufik Bulaga alias Upik Lawanga, diduga berada di balik aksi terorisme dalam insiden bom di pos polisi lalu lintas Polres Poso, Senin (22/20) lalu.

Markas Besar Polri menduga kedua teroris itu mulai turun gunung dan menebar teror di Poso. Santoso dan Upik Lawanga masuk daftar pencarian orang (DPO) beberapa kasus teror di Poso dan terlibat dalam pelatihan teroris ala militer di daerah bekas konflik itu.

Kepala Biro Penerangan MasyarakatMabesPolriBrigjenPol Boy Rafli Amar menuturkan, Santoso dan Upik dikenal sebagai perakit bom dan orang yang cukup berpengaruh di kelompok teroris Poso. Boy mengemukakan, kiniPosomenjadidaerah yang dipilih oleh kelompok teroris sebagai tempat latihan.

Sebelumnya, mereka berlatih di Aceh, namun belakangan ini mereka bergeser ke Poso dan selalu memilih daerah rawan konflik sebagai basis pelatihan mereka.

Sebagaimana yang dikutip dari Harian Seputar Indonesia, Santoso dan Upik juga pernah berlatih di Aceh, sebelum akhirnya pindah ke Poso. Kemudian, polisi akhirnya mengungkap berbagai pelatihan teror di Poso. Beberapa ada yang tertangkap, namun sebagian melarikan diri.

“Patut diduga mereka terlibat,” ujar Boy di Mabes Polri, Jakarta,kemarin. Sekadar diketahui, pos polisi lalu lintas di Poso menjadi sasaran teror peledakan bom sekitar pukul 06.15 Wita, Senin (22/10) lalu.

Bom low explosive itu mengakibatkan dua korban luka, yakni anggota polisi lalu lintas Polres Poso Briptu Rusliadi dan Satpam Bank BRI Muhammad Akbar. Sementara pos polisi yang berada sekitar 100 meter dari rumah jabatan bupati Poso, Kelurahan Kasintuvu, Kecamatan Poso Kota, mengalami kerusakan ringan.

Hingga kemarin, polisi masih meneliti bahan pembuat bom di Poso. Di tempat kejadian perkara (TKP) polisi menemukan ponsel dan bahan-bahan dari toples plastik. Bom di pos polisi Poso juga mengandung unsur logam, besi, dan paku.Bom itu bersifat melukai namun daya jangkaunya tidak terlalu jauh.

“Itu untuk mengetahui dari kelompok-kelompok mana yang terbiasa menggunakan bahan material itu,”papar Boy.

Dia mengatakan, saat penangkapan tersangka teroris bom Beji Depok, polisi juga menemukan bom berbahan material dari toples plastik dan ponsel sebagai pemicunya. Bom jenis itu juga pernah ditemukan di lokasi lain.

Dalam kesempatan itu, Boy mengatakan kepolisian bersama pemerintah daerah di Poso, TNI, dan unsur pemuka agama membentuk tim satuan tugas yang berfungsi untuk melakukan upaya pemulihan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri Komjen Pol Sutarman mengakui bahwa insiden bom di Poso masih terkait dengan kelompok teroris Solo.

“Kita masih menyelidiki, kita masih berupaya untuk mengungkap siapa pelakunya,” ujar Sutarman.


Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya