HTTP Status[404] Errno [0]

Ilham Desak Percepat Program Makassar Energy Centre

25 October 2012 00:40
Ilham Desak Percepat Program Makassar Energy Centre
Illustrasi
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Illustrasi

BugisPos — Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin mendesak jajarannya untuk serius mempercepat pelaksanaan pembangunan Kawasan Makassar Energy atau Makassar Energy Center (MEC). Pembangunan MEC dirancang untuk menjadi pusat penampungan stok energi di kota Makassar yang rencananya dibangun dalam suatu kawasan dengan luas lahan mencapai 500 hektar di muara sungai Tallo Kecamatan Tallo Makassar. Rencana pembangunan ini dirancang Pemerintah Kota Makassar dengan menggandeng pihak swasta yakni PT. Asindo Energy Makassar dengan sistem Bangun Guna Serah. Desakan ini dinyatakan Ilham saat menggelar pertemuan dengan Direksi PT. Asindo Energy, Kamis (24/10) di ruang kerja Wali Kota Makassar.
Wali Kota Makassar, Ilham Airef Sirajuddin mengatakan, pembangunan kawasan MEC bisa secepatnya terlaksana, hal tersebut karena rencana pembangunan yang direncanakan sejak 3 tahun lalu masih tersendat. Hingga saat ini, rencana pembangunan MEC terkendala pada landasan hukum untuk pendirian, dikarenakan draft Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Makassar masih belum disahkan. Untuk mengatasi kendala tersebut, kepala Bagian Hukum Pemerintah Kota, Apriadi menyatakan, apabila RTRW kota hasil revisi belum disahkan maka peraturan lama yakni Perda No. 06 Tahun 2006 tentang RTRW, dapat dijadikan dasar hukum untuk melaksanakan pembangunan. Apalagi Pemkot sangat mengharapkan pembangunan MEC sudah bisa terlaksana pada tahun ini, pembangunan MEC ini diperkirakan menelan biaya sebesar Rp 2,3 Triliun yang sumber dananya murni dari Pihak PT Asindo dengan sistem Bangun, Guna Serah.

“Sebelum akhir tahun ini harus sudah ada keputusan untuk membangun MEC di muara sungai Tallo. Untuk itu semua pihak dan instansi yang terkait harus sudah menyiapkan semua keperluan yang dibutuhkan oleh PT Asindo untuk pembangunan MEC,” papar Ilham.

Bentuk kerjasama yang akan dilakukan Pemkot dengan Asindo yakni kawasan hasil reklamasi pantai nantinya menjadi tanah pemerintah kota yang dilanjutkan ke Badan Pertanahan Nasional untuk dikeluarkan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) untuk selanjutnya diterbitkan HGU dan HGB-nya. Asindo sendiri nantinya akan membangun beragai fasilitas tambahan sebagai pendukung seperti kawasan perkantoran, rumah sakit, pusat riset energi, shopping centre, ballroom terbuka, kawasan perumahan dan berbagai sarana lain. Total luas lahan yang akan digunakan untuk dijadikan kawasan energy seluas 300 hektar dengan membangun tangki-tangki penampungan, sedangkan 200 hektar akan dimanfaatkan untuk membangun fasilitas pendukung.

“Kontrak pemanfaatan lahan ini dirancang selama 30 tahun diluar waktu pembangunan yang dirancang selama 5 – 8 tahun. Proyek ini sendiri akan mulai memasuki vasibilty study mulai tahun depan. Total keuntungan yang akan masuk ke kas Pemkot Rp 55 miliar dengan total pemasukan ke negara mencapai Rp. 1,5 triliun,” ujar Soejono Usman, direktur utama PT Asindo Energy (una)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya