HTTP Status[404] Errno [0]

Kurikulum Baru Akan Dikonsultasikan dengan Wapres

25 October 2012 00:44
Kurikulum Baru Akan Dikonsultasikan dengan Wapres
Muhammad Nuh
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Muhammad Nuh

BugisPos — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan mengajukan perubahan kurikulum pendidikan yang baru pada Wakil Presiden Boediono pada 8 November untuk dikonsultasikan.
“Akan dikonsultasikan dengan Wapres 8 November,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh di Tangerang, Banten, Senin 22/10/12

Nuh menjelaskan ada tiga tahapan dalam pembahasan dan penyusunan kurikulum pendidikan, yakni pembahasan kurikulum di internal kementerian, konsultasi dengan Wakil Presiden dan uji publik.

Pihaknya berharap uji publik dapat diselenggarakan pada Desember 2012.

Ada tiga pendekatan dalam uji publik. Pertama, melalui pendekatan pasif yang dilakukan dengan mengunggah bahan-bahan kurikulum baru ke website agar mudah diakses oleh publik. Kedua, membahas materi kurikulum di seminar-seminar maupun dalam focus diskusi kelompok. Terakhir, pengujian kurikulum pada guru.

“Kurikulum tidak bisa hanya dilihat dari perspektif murid, kita lakukan uji pada guru. Guru berpengaruh besar dalam penyampaian kurikulum ke siswa,” katanya.

Sementara itu, pemerintah telah membentuk tim perubahan kurikulum untuk menjaring aspirasi dari berbagai pakar pendidikan, diantaranya sastrawan Goenawan Mohamad, sejarawan Taufik Abdullah, Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan dan pakar fisika Yohanes Surya.

2013

Nuh merencanakan kurikulum baru mulai diterapkan pada 2013 mendatang.

Senada dengan Nuh, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Musliar Kasim pada Minggu, 21/10, menyebutkan pembahasan dan penyusunan kurikulum pendidikan yang baru masih terus menyerap aspirasi dan masukan dari masyarakat, pakar dan juga dari beberapa pemangku kepentingan pendidikan di Indonesia.

Salah satunya yang mendapat respon dari masyarakat adalah terkait penyederhanaan kurikulum, termasuk melakukan pemadatan pada mata pelajaran yang diajarkan di sekolah.

“Penyederhanaan kurikulum menjadi salah satu yang mendapat respon cukup signifikan, termasuk adanya pengurangan mata pelajaran seperti di tingkat SD,” katanya.

Hal itu untuk merespon adanya pendapat yang menyebutkan anak dijejali pelajaran banyak, sehingga dilakukan penyesuaian dalam kurikulum baru.

Musliar mencontohkan, dalam kurikulum baru untuk tingkat SD diwacanakan hanya ada enam mata pelajaran yakni agama, PPKN, Bahasa Indonesia, Matematika, Seni Budaya dan Pendidikan (una)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya