HTTP Status[404] Errno [0]

KKP Alokasikan Anggaran Rp150 Milliar Bangun Sistem Logistik Ikan Nasional

28 October 2012 09:11
KKP Alokasikan Anggaran Rp150 Milliar Bangun Sistem Logistik Ikan Nasional
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI mengalokasikan anggaran senilai Rp150 milliar untuk membangun Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN).
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI mengalokasikan anggaran senilai Rp150 milliar untuk membangun Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN).

BugisPos — Kementerian Kelautan dan Perikanan RI mengalokasikan Rp150 miliar dalam APBN guna mendukung pengembangan program Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN) dan lumbung ikan nasional.

“Dua program tersebut perlu dengan dukungan anggaran sebagai upaya dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C Sutardjo Sharif dalam surat elektroniknya disampaikan Kapusdatin KKP Indra Sakti, sebagaimana dirilis ANTARA News.com, Minggu (28/10/2012).

Menurut dia, anggaran sebesar Rp150 miliar itu merupakan anggaran yang sebelumnya diajukan KKP dan disetujui DPR RI.

Sedangkan SLIN merupakan langkah strategis pemerintah dalam memberikan jaminan ketersediaan, stabilitas harga, ketahanan pangan serta mendorong pertumbuhan industri pengolahan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Untuk mendukung pengembangan SLIN maka anggaran sebesar Rp150 miliar itu digunakan membangun 36 unit pangkalan pendaratan ikan (PPI), jetty terapung, serta pengadaan sarana air bersih di pelabuhan perikanan,” katanya.

Selain itu anggaran etrsebut juga akan digunakan untuk membebaskan lahan di Provinsi Maluku, untuk membangun cold storage, industri perikanan dan lain-lainnya.

Sebab keberadaan “cold storage” sangat penting, agar dapat menampung berbagai hasil produksi perikanan yang diambil dari daerah sentra produksi di kawasan perairan Indonesia bagian timur.

“Karena itu melalui penguatan SLIN diharapkan arus pergerakan komoditi ikan dapat berjalan dengan lancar dan efesien dari hulu ke hilir,” katanya.

Dirjen Perikanan Tangkap Heryanto Marwoto mengatakan, untuk mempercepat realisasi program SLIN dan LIN sektor swasta bisa berkontribusi atas pengembangan industrialisasi perikanan tangkap.

“Sejauh ini KKP berhasil menggandeng pihak swasta, tercatat telah menanamkan investasinya di industrialisasi perikanan tangkap hingga Rp14 triliun. Investasi tersebut meliputi UPI, pengadaan kapal, dan pembangunan pabrik es,” katanya.

Marwoto menegaskan, untuk memperkuat SLIN, KKP terus berkonsentrasi mengembangkan industrialisasi perikanan tangkap.

Seiring dengan itu, KKP akan membenahi tiga hal dasar dalam industrialisasi perikanan tangkap. Pertama, sistem pengelolaan dan pelayanan pelabuhan. Kedua, membekali nelayan dalam menangani ikan yang didaratkan. Terakhir, mempermudah proses pelayanan perijinan.

“Implementasi program tersebut bisa pada industrialisasi perikanan tangkap yang telah berjalan dengan baik yakni di Bitung. Bitung merupakan model industrialisasi perikanan tangkap yang ideal, karena lokasinya yang strategis serta sarana dan prasarana yang memadai,” katanya.(gafar)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya