HTTP Status[404] Errno [0]

Makna Qurban Bagi Kapolda, Polisi Harus Ikhlas, Sabar dan Beriman

30 October 2012 13:45
Makna Qurban Bagi Kapolda, Polisi Harus Ikhlas, Sabar dan Beriman
Kapolda Sulselbar Irjen Polisi Mudji Waluyo.

Kapolda Sulselbar Irjen Polisi Mudji Waluyo.

Bugispos — Hari raya idul adha 1433 hijriyah atau lazim juga disebut hari raya qurban yang dirayakan Umat Muslim Jumat tanggal 26 Oktober 2012 lalu bermakna keimanan, keikhlasan dan ketaqwaan seorang hamba kepada Allah SWT. Hikmah hari raya qurban juga bermakna berbagi antara mereka yang mampu dan orang-orang yang kurang mampu, sehingga akan lebih memperkuat ukuwah Islamiyah dan persaudaraan diantara sesama.

Melalui hari raya idul adha ini pun, tak disia-siakan Kapolda Sulsel Irjen Pol Mudji Waluyo. Sebagai petinggi Polri di wilayah hukum Polda Sulselbar, jenderal bintang dua ini ikut berbagi dengan sesama.
“Hari raya kurban ini bermakna keimanan, keikhlasan dan ketaqwaan seorang hamba kepada Allah SWT. Riwayat Nabi Ibrahim yang mendapatkan perintah untuk menyembelih anak kesayangannya Nabi Ismail, adalah tauladan bagi kita betapa tinggi keiamanan, keikhlasan dan ketaqwaan keduanya,” kata Kapolda, Irjen Pol Mudji Waluyo mengawali sambutannya sebelum menyerahkan daging kurban di jajaran Polda Sulselbar.
Mudji Waluyo sempat mengisahkan sejarah singkat Nabi Ibrahim dan anaknya Ismail. Saat Nabi Ibrahim menerima perintah dari Allah SWT, tanpa ragu-ragu Nabi Ibrahim pun  menyampaikan perintah Allah SWT kepada anaknya Ismail.
“Wahai anakku, ayahmu mendapat perintah dari Allah SWT, memerintahkan ayah untuk menyembelimu, bagaimana dengan pertimbanganmu, Ismail ?”
Lalu Ismail menjawab, “Wahai ayah yang kucintai, laksanakanlah apa yang diperintah Allah SWT kepada ayah. Ayah akan mendapati aku Insya Allah dengan  ketaqwaan dan kesabaran”.
Karena Allah SWT merasa adil dan bijaksana, Ismail diselamatkan dari ancaman maut. Allah SWT menggantikan Ismail dengan seekor kambing sebagai qurban yang menjadi syariat Islam yang abadi sampai akhir zaman.
Kata Mudji Waluyo lagi, berdasarkan kisah makna pengorbanan tersebut di atas, maka dalam kehadiran Polri dalam pelaksanaan tugas saat ini dan di masa-masa mendatang yang dirasakan semakin berat sehingga memerlukan pengorbanan yang berat pula. Olehnya itu  gunakan momentum hari raya qurban ini, untuk lebih menghayati arti berqurban dan melaksanakannya sesuai dengan syariat agama kita dan kemampuan individu masing-masing.
“Tidak ada pengorbanan yang sia-sia pada setiap perjuangan, dan tiada kesan-kesan tanpa adanya pengorbanan. Perjuangan dan pergorbanan harus didasari dengan ke ihklasan, keimanan dan ketaqwaan kepada-Nnya, dan pada akhirnya kesan-kesan dan kemulian dunia akhirat yang akan Allah SWT berikan kepada kita semua dalam kehidupan di dunia ini dan di akhirat kelak,” ujarnya.
Ketua Panitia AKBP Iskandar melaporkan kepada Kapolda mulai dari pengumpulan Sapi dan Kambing  dengan menghubungi semua Satuan di Mapolda Sulsel dan Jajarannya. Pada moment kali ini, Kapolda Irjen Polisi Mudji Waluyo menyumbangkan 2 ekor sapi.(rusli/gafar)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya