HTTP Status[404] Errno [0]

Diancam Dipolisikan, Panwaslu Makassar Siap Pidanakan Tim Hukum Sayang

01 November 2012 19:45
Diancam Dipolisikan, Panwaslu Makassar Siap Pidanakan Tim Hukum Sayang
Tim hukum pasangan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang (Sayang) mengancam akan melaporkan Panwaslu Makassar ke polisi. Namun Panwaslu balik mengancam akan memidanakan tim hukum Sayang.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Tim hukum pasangan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang (Sayang) mengancam akan melaporkan Panwaslu Makassar ke polisi. Namun Panwaslu balik mengancam akan memidanakan tim hukum Sayang.

BugisPos — Anggota Tim Hukum Sayang Amirullah Tahir ancam melaporkan Panwas Kota Makassar ke polisi. Pasalnya, Panwas diduga melakukan kriminalisasi terhadap kubu Sayang menyusul tertangkapnya tujuh simpatisan Sayang oleh Panwaslu.

Bahkan, Tim Hukum Sayang menuding Panwas meneror relawan Sayang. Berkaitan dengan ancaman tim hukum Sayang itu, Panitia Panwaslu Kota Makassar berharap kepada tim hukum Calon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut dua Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang (Sayang) segera melapor ke Mapolrestabes Makassar.

Harapan Panwas Makassar terkait ancaman tim Hukum Sayang. Rabu (31/11/2012). Panwaslu menangkap tujuh simpatisan Sayang dua hari lalu lantaran simpatisan tersebut ditemukan merusak baliho dan banner kandidat nomor urut dua Ilham-Aziz (IA) di Kawasan Biringkanaya, Makassar, dini hari beberapa hari lalu.

“Kami justru senang sekali, kami berharap tim hukum Sayang segera melaporkan Panwas ke Polisi. Panwas sendiri juga akan melaporkan tim hokum Sayang karena langkah tim Sayang ini termasuk melanggar hukum pidana, kami siap pidanakan itu sekaligus tujuh orang pelaku perusak baliho IA,” kata Ketua Panwaslu Makassar Amir Ilyas, sebagaimana dikutip dari Tribun Timur.com.

Menurut Amir Ilyas, ancaman Tim Hukum Sayang melapor ke Polisi adalan mencemarkan nama baik Panwas. Tim Hukum Sayang, lanjut Amir, tidak patut mengklaim ketujuh relawannya diteror lantaran ditangkap basah Panwas.

“Justru Tim Hukum Sayang ini menambah kesalahan lagi. Kami kan menangkap basah tujuh pelaku dan kami punya bukti. Ulah relawan Sayang itu adalah pidana makanya kami langsung giring mereka ke polisi,

lalu kenapa Panwas disebut meneror, di mana logikanya. Makanya besok kami panggil ketujuh pelaku. Setelah berita acara lengkap, pemeriksaan terbukti, maka Panwas dan wartawan sama-sama melaporkan relawan Sayang ke Polisi, ini pidana,” jelas Amir Ilyas.

Kemarin, Amirullah Tahir, menyayangkan sikap Panwaslu yang menggiring putra Bendahara Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sulsel M Mustari, Osman Mustari dan enam rekannya ke Mapolrestabes Makassar.

Osman Mustari dan enam rekannya ditangkap basah oleh Panwas lantaran merusak baliho IA.(gafar)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya