HTTP Status[404] Errno [0]

BPK : Tiga Hal yang Bisa Dilakukan Agar Indonesia Bebas Utang

03 November 2012 13:16
BPK : Tiga Hal yang Bisa Dilakukan Agar Indonesia Bebas Utang
Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Taufiequrrahman Ruki mengatakan Pemerintah bisa terbebas dari utang, yang hingga sekarang nilainya mencapai Rp1.800 triliun. Ada tiga hal agar Indonesia bisa lepas dari utang antara lain, dengan melakukan efisiensi penggunaan anggaran dan tidak korupsi.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Taufiequrrahman Ruki mengatakan Pemerintah bisa terbebas dari utang, yang hingga sekarang nilainya mencapai Rp1.800 triliun. Ada tiga hal agar Indonesia bisa lepas dari utang antara lain, dengan melakukan efisiensi penggunaan anggaran dan tidak korupsi.

BugisPos — Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Taufiequrrahman Ruki mengatakan pemerintah bisa terbebas dari utang, yang hingga sekarang nilainya mencapai Rp1.800 triliun. Ada tiga hal agar Indonesia bisa lepas dari utang antara lain, dengan melakukan efisiensi penggunaan anggaran dan tidak korupsi.

“Sudah saatnya kita mengecilkan utang. Dari perhitungan BPK, utang kita sudah mencapai Rp1.800 triliun,” ujarnya di Jakarta, Jumat, (2/11/2012).

Menurut dia, utang Indonesia saat ini sudah terlampau banyak dan selalu menjadi andalan pemerintah dalam menutup defisit anggaran. Untuk itu, kata dia sebagaimana dikutip dari ANTARA News.com, pemerintah perlu mencari sumber pembiayaan lain dan tidak bergantung dari utang.

Ruki mengatakan ada tiga hal yang bisa dilakukan pemerintah agar tidak bergantung dari utang, yaitu mendorong penerimaan negara dari pajak dan bukan pajak, melakukan efisiensi penggunaan anggaran, dan tidak korupsi.

“Kalau tidak punya utang, kita bisa hidup lebih baik dan lebih tenang,” kata Ruki.

Hingga pertengahan 2012, utang pemerintah mencapai Rp1.984 triliun dengan PDB senilai Rp8.543 triliun dan diprediksi pada tahun 2013 utang pemerintah tercatat Rp2.157 triliun dengan PDB senilai Rp9.270 triliun.

Menurut rencana, pemerintah akan menargetkan pembiayaan dalam negeri sebesar Rp172,8 triliun melalui penerbitan surat berharga negara dan pembiayaan luar negeri negatif Rp19,5 triliun.

Hal tersebut dilakukan untuk menutup defisit anggaran pada tahun 2013 yang ditetapkan senilai Rp153,3 triliun atau 1,65 persen dari PDB.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan bahwa pemerintah masih akan melakukan pinjaman luar negeri untuk pembiayaan proyek dan prosesnya tanpa agenda politik serta melalui persyaratan yang dapat diterima.

“Walaupun terdapat tambahan utang baru, pertumbuhan stock utang pemerintah tetap dapat dikendalikan,” katanya. (gafar)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya