HTTP Status[404] Errno [0]

64 Guru di Takalar Tidak Lulus Sertifikasi

05 November 2012 02:28
64 Guru di Takalar Tidak Lulus Sertifikasi
Seorang guru memperlihatkan sertifikat setelah lulus menempuh Ujian Tulis Nasional (UTN) sertifikasi guru. Di Takalar dari 400 guru yang mengikuti tes sertifikasi, 64 orang dinyatakan tidak lulus.

Seorang guru memperlihatkan sertifikat setelah lulus menempuh Ujian Tulis Nasional (UTN) sertifikasi guru. Di Takalar dari 400 guru yang mengikuti tes sertifikasi, 64 orang dinyatakan tidak lulus.

Seorang guru memperlihatkan sertifikat setelah lulus menempuh Ujian Tulis Nasional (UTN) sertifikasi guru. Di Takalar dari 400 guru yang mengikuti tes sertifikasi, 64 orang dinyatakan tidak lulus.

BugisPos —Â Sebanyak 400 guru di Takalar telah menempuh Ujian Tulis Nasional (UTN) untuk mendapatkan sertifikasi. Dari jumlah itu, 64 diantaranya dinyatakan tidak lulus ujian untuk mendapatkan sertifikasi.

Ketidaklulusan mereka terletak pada rendahnya capaian nilai standar untuk melulusi ujian tulis nasional (UTN). Padahal dari sejumlah guru yang tidak lulus tersebut, beberapa guru bahkan ada yang sudah dua kali ikut UTN ini belum juga berhasil lulus.

Pengumuman kelulusan sertifikasi ini beredar pekan lalu, namun efeknya cukup membuat para guru tersebut merasa syok.

Hal ini pun menjadi pertanyaan sejumlah guru yang tidak lulus. Di samping itu, mereka merasa tidak adil dan keberatan jika kelulusan guru untuk mendapatkan sertifikasi hanya dinilai berdasarkan pada hasil UTN saja.

“Kita sudah susah payah ikut diklat selama sembilan hari sebelum menempuh ujian tersebut. Malah UTN yang dijadikan standar kelulusan. Kalau begini, peningkatan kualitas tidak ada, karena semua guru terfokus untuk melulusi UTN saja,” keluh salah seorang guru, Daeng Ngawing, sebagaimana dikutip dari FAJAR online, kemarin.

Sertifikasi guru memang sangat menggiurkan. Betapa tidak, dengan adanya sertifikasi yang dimiliki seorang guru, maka guru tersebut berhak mendapatkan tunjangan sebesar gaji pokok dalam sebulan. Inilah yang kemudian menjadikan guru berusaha keras untuk bisa lulus ujian mendapatkan sertifikasi.

Terkait dengan banyaknya guru yang tidak lulus sertifikasi tersebut, Kasubag Umum dan Kepegawaian Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Takalar, Nurhayati, angkat bicara. Menurutnya, keputusan tersebut dikeluarkan secara resmi pihak penyelenggara dalam hal ini panitia dari UNM.

“Ujian di daerah, para guru ini lulus semua. Tapi pada UTN inilah yang membuat beberapa guru tidak lulus. Untuk sementara, memang ada wacana untuk mengikutkan guru yang tidak lulus tersebut pada UTN yang dilaksanakan tahun depan. Mereka tidak perlu lagi mengikuti diklat, karena sudah pernah menjalani diklat sebelumnya. Namun kepastian ini masih sementara dalam tahap pembicaraan. Kita tunggu saja benar tidaknya,” jelas Nurhayati. (gafar)


Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya