HTTP Status[404] Errno [0]

Bebaskan Lahan Bangun Irigasi, Masih Butuh Rp1,5 M

05 November 2012 17:57
Bebaskan Lahan Bangun Irigasi, Masih Butuh Rp1,5 M
Untuk membangun irigasi, Pemprov Sulbar measih membutuhkan Rp1,5 milliar.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Untuk membangun irigasi, Pemprov Sulbar measih membutuhkan Rp1,5 milliar.

BugisPos — Pemerintah Provinsi Sulbar masih membutuhkan anggaran sekira Rp1,5 miliar untuk membebaskan lahan warga di Kecamatan Tommo untuk membangun irigasi bendungan.

Sebagap tahap awal, sebanyak 37 Kepala Keluarga (KK) mendapat biaya pembebasan lahan Biro Pemerintahan.
Kepala Bagian Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan Biro Pemerintahan Pemprov Sulbar, Sofyan mengaku telah menyelesaikan pembebasan lahan seluas 16,5 hektare pada tahap pertama.

“Untuk tahap pertama kami membebaskan lahan sebanyak 37 petak dengan luas 16,5 hektare. Untuk tahap pertama ini anggaran yang dikeluarkan sebanyak Rp2,4 miliar,” ungkap Sofyan, sebagaimana dikutip dari FAJAR online.

Menurut Sofyan, untuk tahap kedua, Pemprov Sulbar akan membebaskan lahan sebanyak 36 petak atau seluas 17,6 hektare. Anggaran yang dibutuhkan untuk membebaskan lahan tersebut sebesar Rp2,1 miliar.

“Untuk menyelesaikan semua itu maka kami membutuhkan tambahan anggaran sebesar Rp1,5 miliar. Anggaran itu sudah kami usulkan dan dimasukkan dalam APBD perubahan tahun ini,” terang Sofyan.

Menurut Sofyan, pembayaran yang dilakukan Pemprov Sulbar bukanlah pembebasan lahan, tapi dinamakan pembayaran kerohiman. Sofyan menjelaskan, lahan yang ditempati warga tersebut termasuk dalam hutan produksi terbatas . Jadi tanah tersebut merupakan milik negara.

“Tapi karena mereka telah lama tinggal di sana, jadi kami berikan biaya dengan nama kerohiman,” jelas Sofyan.

Sekretaris Provinsi Sulbar, Ismail Zainuddin menambahkan, Pemprov Sulbar melalui surat izin prinsip gubernur memang telah menyiapkan anggaran sebesar Rp2,5 miliar. “Memang, anggaran yang kita siapkan ini belum cukup untuk menuntaskan semua pembayaran pembebasan lahan untuk bendungan di Tommo, sehingga kesisaan disiapkan anggarannya pada APBD perubahan tahun ini senilai Rp1,5 miliar,” ungkap Sekretaris Provinsi Sulbar, Ismail Zainuddin.

Pembayaran pembebasan lahan di Tommo, lanjut Ismail, dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk mempercepat realisasi peningkatan produksi pangan di daerah. Dia mengatakan, penyediaan infrastruktur pertanian bendungan Tommo ini akan mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan pendapatan petani.

Bendungan Tommo mulai dikerjakan sejak 2009. Namun hingga saat ini belum rampung karena masalah pembebasan lahan. Persoalan harga menjadi polemik karena kesepakatan antara Pemkab Mamuju dan masyarakat berbeda dengan yang ditawarkan pemprov.(gafar)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya