HTTP Status[404] Errno [0]

Polda Sulselbar Perketat Perbatasan

05 November 2012 17:27
Polda Sulselbar Perketat Perbatasan
Polda Sulselbar memperketat jalur perbatasan Sulawesi Tengah (Poso)-Sulselbar untuk mencegah aksi-aksi terorisme semakin meluas.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Polda Sulselbar memperketat jalur perbatasan Sulawesi Tengah (Poso)-Sulselbar untuk mencegah aksi-aksi terorisme semakin meluas.

BugisPos — Mengantisipasi masuknya jaringan teroris pimpinan Santoso ke wilayah hukum Sulawesi Selatan dan Barat, Kepolisian Daerah Sulsel semakin meningkatkan penjagaan di sejumlah perbatasan atau titik-titik yang diduga menjadi jalur atau jalan masuk dari Poso ke Sulsel dan Sulbar.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Chevy A Sopari, mengatakan, jajaran Polda Sulsel telah diinstruksikan untuk melakukan operasi secara terkoordinasi di semua wilayah. Dalam pelaksanaannya pun tidak hanya berasal dari unsur kepolisian, tetapi juga melibatkan unsur TNI.

Khusus di wilayah-wilayah yang berbatasan dengan Sulawesi Tengah, sambung dia, operasi-operasi tersebut dilaksanakan lebih intensif. Ini menyusul meningkatnya situasi keamanan yang tidak kondusif di Kabupaten Poso.

“Operasi lebih ditingkatkan di wilayah perbatasan. Baik di Luwu maupun di Mamuju. Semua bekerja secara terkoordinir dan dilaksanakan masing-masing Polres,” tandas perwira menengah yang segera menjabat posisi barunya sebagai Direktur Direktorat Binmas Polda Sulsel ini.

Mantan Kapolresta Parepare ini, seperti yang dikutip dari FAJAR online, Â mengakui bahwa operasi-operasi ini sebenarnya tidak hanya untuk membatasi pergerakan teroris masuk ke wilayah Sulsel atau Sulbar. Tetapi, juga untuk meminimalisasi adanya oknum-oknum yang ingin memanfaatkan situasi di daerah ini menjelang pemilihan gubernur.

Dia mengatakan terlepas dari operasi-operasi nyata yang dilakukan unsur kepolisian dan TNI itu, diharapkan pula peran aktif masyarakat. “Terlebih lagi kalau ada orang asing di daerahnya atau ada aktivitas yang mencurigakan. Semua itu harus diantisipasi elemen masyarakat,” tandasnya.

Kasat Brimob Polda Sulsel, AKBP Ramdani Hidayat, mengatakan, keterlibatan brimob untuk melakukan operasi ataupun penjagaan di perbatasan (Sulteng-Sulsel atau Sulbar-Sulteng), belum dilakukan. Operasi di perbatasan wilayah masih dilakukan masing-masing Polres.

“Belum ada itu. Hanya memang kami baru saja mengirim sekitar 12 orang personel atau 1 unit ke Kabupaten Poso. Mereka menggantikan personel sebelumnya yang ditempat di daerah itu,” paparnya.

Kombes Chevy A Sopari, menambahkan, keterlibatan brimob dalam operasi di perbatasan dapat saja dilakukan.

“Dapat saja dilibatkan. Seperti di di daerah Luwu atau Parepare. Di daerah itu kan ada detasemen brimob. Mereka dapat saja dilibatkan saat operasi,” katanya. (gafar)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya