HTTP Status[404] Errno [0]

2’nd City Summit Digelar di Makassar

06 November 2012 22:03
2’nd City Summit Digelar di Makassar
Kawasan Losari
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Kawasan Losari

BugisPos — Makassar terus mengukuhkan diri sebagai kota yang pembangunannya didasarkan pada wawasan kesehatan. Walikota Ilham Arief Sirajuddin mengedepankan komitmen untuk memenuhi fakta Ottawa yang telah diteken bersama beberapa daerah kabupaten/kota yang lain di dunia untuk mengedepankan wawasan kesehatan dalam gerak laju pembangunan daerahnya. Hal ini dibuktikan dengan terpilihnya Makassar sebagai lokasi digelarnya 2’nd City Healthy Summit yang menghimpun sejumlah kota/kabupaten yang ada di Indonesia. Pembukaan kegiatan ini dilakukakan, Kamis 01/11/12 di Calrion Hotel and Convention, Makassar.
Pertemuan puncak daerah kabupaten/kota yang akan membahas berbagai hal terkait masalah kesehatan perkotaan dihadiri 256 peserta yang terdiri dari Bupati/Walikota se-Indonesia, Kepala Dinas Kesehatan provinsi dan Kabupaten, sejumlah stakeholder bidang kesehatan, pariwisata, industri dan akademisi serta tim PKK se-Indonesia. Kegiatan dibuka oleh Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan, Tjandra Yoga Aditama yang mewakili Menteri Kesehatan RI. Kegiatan City Healthy Summit ini juga dihadiri Kepala kantor Perwakilan WHO Indonesia, Mr. Khanchit Limpakarnjanarat.

Dirjen Pengendalian Penyakit Depkes, DR. Tjandra Yoga, menyatakan, komitmen untuk mengintegrasikan laju gerak pembangunan dengan pembangunan kesehatan telah menjadi komitmen dari sejumlah daerah Kabupaten/kota di Indonesia. Hal ini tidak terlepas dari tujuan pembangunan secara yakni membangun manusia yang sehat baik secara fisik maupun mental, yang dilandasi pada peningkatan indeks kesehatan lingkungan dan masyarakat.

“Perkembangan pembangunan kota telah memberi imbas pada meningkatnya laju urbanisasi, diperkirakan hingga akhir tahun 2013 nanti, 187 juta penduduk Indonesia akan terkonsentrasi di kota-kota besar. Ini berdampak pada daya dukung kesehatan di kota menjadi berkurang, yang menuntut pemerintah kota untuk mengembangkan arah pembangunannya pada pembangunan berwawasan kesehatan dengan memegang prinsip Healthy to All. Departemen Kesehatan, hingga tahun 1998 telah mencanangkan Program Kota/kabupaten Sehat, yang pada tahun 2011 telah mencapai 237 Kabupaten/Kota Sehat se-Indonesia. Pertemuan antar kepala Pemerintah Kabupaten/Kota ini menjadi penting untuk memperoleh titik temu guna memecahkan masalah-masalah kesehatan yang dihadapi oleh daerah dalam rangka pembagunannya, ” ujar Tjandra Yoga.

Sementara Walikota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin mengatakan, Makassar telah berupaya mewujudkan diri sebagai kota Sehat dengan melakukan langkah-langkah pembenahan pada 9 tatanan kota sehat mulai dari kampanye Perilaku hidup Bersih dan Sehat, Penataan sarana pariwisata berbasis kesehatan serta penyuluhan sadar wisata, penataan ruang dan bangunan berikut sarana dan prasarana kebersihan dan pertamanan kota, secara simultan melakukan pembinaan pedagang kaki lima serta industri rumah tangga yang melakukan pengolahan sampah daur ulang menjai barang yang layak pakai dan jual.

“Pemerintah kota juga berkomitmen mewujudkan kawasan industri dan perkantoran sehat, semua upaya ini telah membuahkan hasil dimana pada tahun 2011 Kota Makassar memperoleh penghargaan Swasti Sabha Wistara sebagai kota sehat dengn predikat sehat diatas lima (5) dari 9 (sembilan) tatanan kota sehat dan merupakan penghargaan tertinggi dari 3 kategori kota sehat,” ujar Ilham.
.
Kesempatan pencanangan juga digunakan Ilham untuk meminta partisipasi aktif masyarakat dan swasta untuk mendukung gerakan Makassar Green City. Bahkan pihak pemkot menyediakan bibit pohon sebanyak 8000 pohon yang bisa didapat secara cuma-cuma. Masyarakat dapat memperoleh bibit ini pada dinas terkait. Ilham juga menyerahkan tanaman Cikas  dengan 17 tongkol cabang dan merupakan salah satu tanaman langka yang ada di Makassar.

kegiatan 2’nd Toward Healthy City summit akan digelar selama dua hari mulai 6 November – 7 November 2012 dengan menggelar berbagai kegiatan seperti seminar yang menampilkan 15 narasumber berasal dari ahli kesehatan dan lingkungan, pameran pembangunan kesehatan dari pemerintah kabupaten/kota peserta serta kunjungan ke berbagai titik-titik proyek kesehatan kota Makassar serta berbagai situs-situs bersejarah yang ada di kota Makassar seperti Benteng Fort Rotterdam, wisata pantai Akkarena serta Landmark Kota Anjungan pantai Losari.

“Even ini tidak hanya jadi wadah tukar informasi dan mencari pemecahan solusi masalah kesehatan yang dialami berbagai daerah kabupaten/kota, namun kegiatan ini juga menjadi ajang promosi wisata bagi daerah Makassar dengan memperkenalkan berbagai potensi daerah kepada semua peserta yang hadir baik dari dalam maupun luar negeri,; ujar Agar Jaya yang bertindak selaku ketua panitia kegiatan (una)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya