HTTP Status[404] Errno [0]

SAYANG 2 Syahrul-Agus dengan penuh Humoris

06 November 2012 22:11
SAYANG 2 Syahrul-Agus dengan penuh Humoris
Peserta yang mengikuti Stand Up Comedy (Foto Tamsir)

Peserta yang mengikuti Stand Up Comedy (Foto Tamsir)

BugisPos – Syahrul Yasin Limpo memberi sambutan di arena stand Up Comedy ala Komandan di Celebes Convention Centre, malam tadi.
Tidak mudah membuat orang tertawa dengan cerita, apalagi bila sampai terpingkal-pingkal.

Biasanya, orang tertawa ketika melihat atau mendengar sesuatu yang lucu, baik dari bahasa atau gerak tubuh. Senin, 5 November, malam tadi, ratusan orang mau merelakan waktu sejenak untuk mendengar cerita lucu dari penampil secara one man show melalui acara Stand Up Comedy ala Komandan di Celebes Convention Centre (CCC). Senin (5/11/2012)

Seni melawak secara monolog ini digelar Sampan Induk, salah satu tim pemenangan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang. Pesertanya, dari latar belakang berbeda, tetapi umumnya orang-orang dekat pasangan calon.

Komedian dadakan yang mencoba membuat orang tertawa tergelak yakni, anggota DPD-RI, Bahar Ngitung, politisi Partai Golkar, Chairul Tallu Rahim dan Makbul Halim, anggota DPRD Sulsel, Ilham Burhanuddin, GM Hotel Grand Clarion Anggiat Sinaga, Dirut Perusda Sulsel, Harris Hody, hingga seniman yang juga Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Sulsel, Soeprapto Budisantoso.

Acara ini dibuka dua tokoh komedian Sulsel yang sudah akrab di masyarakat yakni, figur Petta Puang dan pelawak yang akrab disapa Pacarita, Sallang. Cerita-cerita lucu nan menggelitik mampu membuat penonton terpingkal-pingkal dan bertepuk tangan.

Karena bertema ala komandan yang menjadi sapaan Syahrul Yasin Limpo, tentu saja calon petahana gubernur Sulsel itu juga tampil dengan cerita lucunya. Tak ketinggalan, Agus Arifin Nu’mang, pendampingnya. Para kepala dinas dan pejabat di lingkup Pemprov Sulsel juga berada di antara relawan itu.

Beberapa di antara peserta melawak secara monolog itu sukses membuat audiens tertawa lepas mendengar ceritanya. Namun, ada pula yang membuat audiens justru harus mengerutkan keningnya untuk mencerna cerita lucu yang disampaikannya. Ceritanya terasa “garing” alias tidak lucu.

Adapula yang hanya dengan gestur tubuh maupun mimiknya saja, sudah membuat penonton tertawa, seperti Ilham Burhanuddin dan Makbul Halim. Cerita yang disampaikan Ilham bahkan boleh dikata tidak begitu lucu, sekadar alasan memilih dan mendukung Syahrul sebagai calon gubernur.

Bahar Ngitung cukup sukses menjadi “komedian” dengan ceritanya tentang tukang ojek dan penumpangnya. Berikut petikan ceritanya; Penumpang: Berapa pendapatan bapak mengojek? Pengojek: Tidak tentu, tergantung hari.
Penumpang:
Kalau hari Senin, dapat berapa?
Pengojek:Biasanya Rp50 ribu.
Penumpang: Kalau Selasa dan Rabu?
Pengojek: Kadang Rp40 ribu.
Penumpang: Kalau hari Kamis?
Pengojek: Kadang penumpang saya buang di tengah jalan karena terlalu banyak bertanya.

Cerita senator yang akrab disapa Obama itu langsung membuat audiens seisi ruangan langsung tertawa.
Lawakan Agus Arifin Nu’mang yang diangkat dari kisah nyata juga mampu membuat penonton tertawa lepas. Dia mengisahkan sopirnya yang mengantar seorang perempuan yang baru saja bertamu dengannya.

Perempuan itu meminta sopir mengantarnya ke Tentara Pelajar. Tujuan yang dimaksudnya adalah salah satu jalan di Kota Makassar. Namun, sang sopir malah mengantar ke Pakatto di Gowa. Si sopir menyangka tamu meminta mengantarkan dirinya ke tempat pendidikan para tentara.

Syahrul Yasin Limpo yang menjadi penutup Stand Up Comedy ala Komandan bercerita tentang upaya bawahannya menjamu tim penilai piala Adipura. Salah satu tim penilai meminta dibawakan “ayam kampung”, tetapi salah satu bawahannya benar-benar membawakan empat ekor ayam kampung.

Seperti biasa, Syahrul selalu menyelipkan kesuksesannya menjadi pemimpin. Begitupula malam tadi, mantan bupati Gowa dua periode itu menyelipkan kesuksesannya menjadi bupati yang meraih piala Adipura.
“Dulu, semua prestasi diukur dengan piala Adipura. Jadi, jangan dahulu berpikir menjadi gubernur sebelum mendapatkan piala Adipura,” ujarnya.

Kendati tidak menyebut secara eksplisit orang yang disinggungnya, candaan Syahrul mengarah ke salah satu rivalnya di Pilgub Sulsel. Kota Makassar di bawah kepemimpinan Ilham Arief Sirajuddin selama dua periode misalnya, belum pernah memperoleh piala Adipura.

Syahrul mengaku puas dengan kerja timnya yang membuat acara Stand Up Comedy ala Komandan. Dia senang, timnya bisa membuat orang lain tertawa.

“Rakyat mau yang lebih segar dan bisa tertawa. Daripada menebar fitnah melalui tabloid black campaign, lebih baik kita tertawa bersama. Bersainglah secara sehat, kita sama-sama jantan dan ada kumisnya,” ujarnya, sesaat sebelum mengakhiri lawakannya.

Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel itu mengemukakan, kalau orang tertekan, biasanya sudah memakai cara lama yang menggunakan otot. “Mari kita mempertandingkan senyum dan tawa saja,” ujarnya.

Diakuinya, membuat orang lain tertawa tidak mudah. Syahrul bahkan kesulitan melanjutkan candaannya.
Kesulitan bercerita yang dapat membuat orang lain tertawa juga diakui Agus Arifin Nu’mang, Anggiat Sinaga, Haris Hody, dan beberapa peserta lainnya. Anggiat bahkan mengaku lebih mudah berpidato daripada melawak di depan umum.

acara yang cukup digandrungi orang saat ini untuk mengeksplorasi sisi humoris dan humanis seorang Syahrul Yasin Limpo. “Acara ini memperlihatkan bahwa Syahrul dan Agus juga memiliki sisi humoris di tengah padatnya kegiatan memimpin Sulsel saat ini (Tamsir)


Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya