HTTP Status[404] Errno [0]

Ayah Tega Nodai Anak Tirinya

07 November 2012 16:26
Ayah Tega Nodai Anak Tirinya
Seorang ayah tega menodai anak tirinya, sejak masih duduk di kelas IV SD di Kolaka hingga saat ini korban telah dimasukkan di pesantren di daerah itu.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Seorang ayah tega menodai anak tirinya, sejak masih duduk di kelas IV SD di Kolaka hingga saat ini korban telah dimasukkan di pesantren di daerah itu.

BugisPos — Tak kuat menahan siksaan dan menjadi tempat pelampiasan hawa nafsu dari ayah tirinya selama bertahun-tahun, Bunga, gadis berusia 14 tahun di Kolaka akhirnya berbicara kepada polisi, Rabu (7/11/2012).

Awalnya, SD yang datang bersama tantenya hanya akan melaporkan tindakan kekerasan, yang dilakukan sang ayah Marton Anderas Lewi, warga Kelurahan Pomalaa kepada SD.

Namun ternyata, cerita itu tak berhenti sampai pada kasus kekerasan saja. SD bercerita banyak tentang permasalahan yang menimpanya sejak bertahun-tahun lalu.

Sebagaimana dikutip dari Tribun Timur.com, kepada wartawan di ruang penyidik Polres Kolaka, SD mengaku mulai disetubuhi ayah tirinya sejak duduk di kelas 4 sekolah dasar. Perbuatan bejat Marton berlanjut hingga SD duduk di kelas 1 tsanawiah (setingkat SMP).

Bahkan perbuatan Marton itu konon diketahui pula oleh ibu kandung SD. “Saya disetubuhi sejak beberapa tahun lalu. Sebelum saya masuk di pesantren, saya di pesantren itu nanti mau Tsanawiah. Sejak itulah saya menolak ketika dia mau bersetubuh lagi dengan saya,” kata SD.

“Sejak itu pula, saya sering dipukuli, kalau mau melakukan lagi, terus saya menolak pasti ditampeleng (tampar), bahkan diinjak. Pernah satu kali aksinya itu didapat sama ibu kandung saya, tapi malah tidak dipermasalahkan,” ungkap SD.

Halia Latif, tante SD yang menemaninya ke kantor polisi pun tercengang dengan cerita SD itu.

“Sungguh sangat keterlaluan tindakan ayah tirinya itu. Saya sangat merasa terpukul kalau kemenakan saya ini diperlakukan seperti itu. Kami dari pihak keluarga tidak akan tinggal diam dengan masalah ini. Saya juga kecewa sama ibu kandungnya, kenapa dia tidak mempermasalahkan hal ini padahal kejadian seperti ini sangat memalukan dan tidak boleh dibiarkan terus terjadi,” kata Halia.

Sementara itu, pihak penyidik Polres Kolaka mengaku hanya menerima laporan penganiayan saja, karena untuk masalah perkosaan belum dilaporkan dalam pengaduan pagi tadi.(gafar)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya