HTTP Status[404] Errno [0]

Obama dan Kunci Kemenangannya

08 November 2012 21:42
Obama dan Kunci Kemenangannya
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Oleh: Dr. Taruna IkrarÂ

AKHIRNYA pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat dimenangkan oleh Barrack Obama yang juga petahana. Ini merupakan sejarah tersendiri bagi Partai Demokrat, demikian pula bagi masyarakat AS, presiden kulit hitam pertama yang menang untuk periode kedua. Kemenangan tersebut tentu diraih dengan tidak mudah, bahkan kalau boleh dikatakan sangat sulit dan berat karena pesaingnya dari Partai Republik, Mitt Romney adalah tokoh yang sangat popular dan kaya raya. Namun, berkat kerja keras dan tim yang solid sehingga Obama bisa menang dalam pilpres ini.
Ada beberapa kunci kemenangan Obama dalam persaingan menjadi 01 di AS. Pertama, Obama mampu meyakinkan masyarakat AS bahwa kondisi ekonomi AS akan lebih baik di bawah kepemimpinannya.  Kedua, Obama mampu meyakinkan bahwa pendidikan akan lebih baik ke depan. Ketiga, jaminan pelayanan kesehatan, keempat, adanya kebijakan perpajakan. Kelima, hubungan internasional.  Keenam kebijakan imigrasi. Ketujuh dukungan keluarga khususnya first lady, untuk menarik pemilih dari kaum hawa atau wanita.
Obama mampu meyakinkan masyarakat AS bahwa kondisi ekonomi AS akan lebih baik di bawah kendalinya. Selama kepemimpinan periode pertama, Obama memperlihatkan peningkatan kinerja yang ditunjukkan dengan menurunnya angka pengangguran. Demikian pula terjadi peningkatan anggaran negara dan rata-rata penghasilan masyarakat AS. Apalagi kalau dibandingkan dengan suasana dan kondisi periode sebelumnya, Presiden George W Bush di mana terjadi pengangguran yang luar biasa. Belum lagi masalah bankruptcy dan masalah mortgage  yang sangat tinggi. Walaupun peningkatan tersebut sangat lambat, tidak seperti harapan masyarakat pada ummumnya.
Suami Michella ini mampu meyakinkan bahwa pendidikan akan lebih baik. Selama empat  tahun periode pertama kepemimpinan Obama, terlihat pemihakan yang sangat besar terhadap dunia pendidikan, mulai tingkat taman kanak-kanak, sekolah dasar hingga universitas. Demikian pula pendidikan informal atau luar sekolah. Pada tingkat pendidikan dasar, Obama memperlihatkan program yang nyata, mulai dalam konteks memberi motivasi berupa Obama Award, bagi siapa saja di seluruh penjuru negeri yang berprestasi, konsep go back to school, sampai pada tingkat tertinggi, memberikan biaya riset bagi seluruh universitas.
Jaminan pelayanan kesehatan yang ditawarkannya sangat terkenal dengan reformasi kebijakan kesehatan AS. Ini diwujudkan dalam konteks ObamaCare. Dalam kebijakan ObamaCare tersebut, wajib bagi seluruh warga negara AS, baik yang mampu, menengah, maupun orang yang tidak mampu untuk memiliki asuransi kesehatan. Kebijakan tersebut dirasakan sangat berarti bagi masyarkat menengah ke bawah. Dan dikhawatirkan, kebijakan tersebut akan sirna, jika rival Obama yang berkuasa.
Dari sisi kebijakan perpajakan, masyarakat AS sangat percaya atas kebijakan perpajakan versi Obama. Dia memberlakukan peningkatan bayar pajak sesuai tingkat penghasilan.  Artinya masyarakat yang memiliki kekayaan yang besar, akan membayar pajak yang lebih besar. Kebijakan ini sangat berlawanan dengan Republik, jika partai ini berkuasa.
Sementara soal hubungan internasional, masyarakat AS telah sangat lelah melihat sikap pemerintahan di zaman Presiden Bush Jr yaitu pemerintahan yang sangat suka mendukung perang internasional dan ekspansi kekuasaan secara jalur persenjataan. Rakyat AS sangat muak, menghambur-hamburkan uang untuk kepentingan perang, Afganistan, Irak dan lain-lainya.

Sehingga, walaupun di zaman pemerintahan Obama periode pertama tidak terlalu sukses, namun kebijakan Obama yang menempuh jalur diplomatik dan cara-cara damai, dianggap lebih menguntungkan seluruh masyarakat AS. Demikian pula pada zaman periode pertama Obama, berhasil menaklukkan dan membunuh Osama Bin Laden, pemimpin besar teroris AlQaeda.
Untuk kebijakan imigrasi, AS merupakan negara imigran karena sangat banyak pendatang di negeri ini. Bahkan AS dianggap Dream of Imigran Country. Karena mayoritas penduduknya adalah pendatang, masyrakat asli hanya suku Indian. Apalagi di saat masa akhir kepemimpinan periode pertama, Obama mengeluarkan kebijakan. Yaitu suatu kebijakan pengampunan terhadap para imigran gelap, bagi anak-anak yang lahir ataupun yang besar diamarika serikat, mereka dapat bekerja secara formal, dan mendapatkan izin tinggal.
Yang paling penting, dukungan dari sang istri tercinta, first lady Michella Obama yang dalam pidato pengukuhan Obama sebagai calon presiden AS periode kedua. Michella berpidato dengan sangat berkesan dalam mempromosikan sang suami. Hal ini baik secara langsung, maupun tidak langsung, akan berpengaruh terhadap para pemilih, khususnya dari kaum wanita atau kaum ibu di AS. Semua hal di atas menjadi kunci keberhasilan Obama dan masyarakat AS mempercayainya sebagai presiden untuk periode kedua.
Dalam konteks Indonesia, kemenangan Obama baik secara langsung maupun tidak langsung, akan berpengaruh secara significant dalam menjalin kerjasama antara Indonesia dan AS. Khusunya dalam bidang diplomatik, persenjataan, keungan, pendidikan, dan ketenagakerjaan. Hal ini diperkuat, karena Obama pernah tinggal dan bersekolah, serta besar di Jakarta, ibu kota Indonesia. Demikian pula karena adanya ikatan sejarah dan keluarga. Obama memiliki ayah kedua di Indonesia.

Â

Dr. Taruna Ikrar (Staf Akademik University of California, Amerika Serikat)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya