HTTP Status[404] Errno [0]

APKASI Minta Pembahasan RUU Aparatur Sipil Negara Ditunda

09 November 2012 01:14
APKASI Minta Pembahasan RUU Aparatur Sipil Negara Ditunda
Ketua Umum Asosiasi Pemerintahan Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Isran Noor meminta DPR RI menunda pembahasan RUU Aparatur Sipil Negara (ASN), karena dinilai akan terjadi gesekan kepentingan, terutama pada bagian wewenang kepala daerah yang dialihkan pada Sekretaris Daerah.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Ketua Umum Asosiasi Pemerintahan Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Isran Noor meminta DPR RI menunda pembahasan RUU Aparatur Sipil Negara (ASN), karena dinilai akan terjadi gesekan kepentingan, terutama pada bagian wewenang kepala daerah yang dialihkan pada Sekretaris Daerah.

BugisPos — Pimpinan daerah yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) meminta agar Komisi II DPR menunda pembahasan Rancangan Undang- Undang Aparatur Sipil Negara (RUU ASN).Â

Minimal, sampai ada pengkajian yang lebih mendalam tentang beberapa hal krusial yang terdapat dalam RUU itu.

“Kami menilai akan terjadi gesekan kepentingan jika RUU ASN tersebut dipaksakan untuk direalisasikan, terutama pada bagian wewenang kepala daerah dalam hal menentukan kebutuhan, pengangkatan, dan mutasi pegawai negeri sipil (PNS) yang dialihkan secara penuh kepada sekretaris daerah,” tandas Ketua Umum Apkasi Isran Noor di Jakarta kemarin, sebagaimana dikutip dari Seputar Indonesia.

Isran menilai, secara politis yang dipilih oleh rakyat adalah kepala daerah sehingga yang harus mempertanggungjawabkan dan memberikan laporan pada akhir tahun adalah kepala daerah,bukan sekda.Karena itu, jika performa dan kinerja PNS tidak tercapai, yang disalahkan adalah kepala daerah, bukan sekda. Isran mengatakan,penolakan tersebut bukan dikarenakan kepala daerah takut kehilangan kewenangan dan kekuasaan, tetapi didasari keinginan untuk tetap menjaga harmonisasi dan jalannya pemerintahan yang satu irama antara PNS dan para aparatnya.

“Kami memiliki komitmen moral dalam memperkuat dan menyelenggarakan pemerintahan yang baik melalui UU ASN ini selama tidak mengganggu dan menimbulkan permasalahan di daerah,” tandasnya.

Isran mengungkapkan, secara prinsipil, kepala daerah mendukung kehadiran aparatur sipil negara yang berbasis profesionalisme dan kompetensi serta memenuhi kualifikasi dalam menduduki jabatannya.

Hal ini disebabkan aparatur sipil negara diserahi tugas untuk melaksanakan pelayanan publik,tugas pemerintahan, dan tugas pembangunan tertentu.“ Kami menghargai dan menghormati inisiatif DPR ini, tapi kita juga menginginkan agar hasil dan undang-undang ini dapat bermanfaat untuk banyak pihak tanpa ada yang dirugikan. Jadi,menurut saya tinggal kita pikirkan bagaimana formula yang tepat agar rancangan ini bermanfaat, berguna, dan mampu mempertahankan kondisi yang selama ini sudah berjalan harmonis,” ungkapnya.

Sementara itu,Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Wamenpan dan RB) Eko Prasodjo mengatakan, RUU ASN pada dasarnya adalah untuk memperketat penerimaan aparatur negara dan menghilangkan politisasi di daerah. Eko mengatakan, dasar dari RUU ASN ini adalah memperketat seleksi aparatur negara yang berbasis kompetensi dan kinerja.

Istilah PNS pun akan diganti dengan ASN. Selama ini,ujarnya, penerimaan dan penggantian PNS selalu diselimuti banyak kepentingan politik baik di pemerintahan pusat maupun daerah.

DPR selaku inisiator RUU ini kemudian mengusulkan adanya sistem karier ASN yang selama ini tertutup menjadi terbuka tanpa pertimbangan pangkat dan jenjang karier.

Namun, pemerintah menganggap ini terlalu ekstrem sehingga pada draf RUU diusulkan dengan dua sistem terbuka dan tertutup. Dengan penerimaan sistem tertutup, papar Eko, pemerintah menjamin adanya merit system atau penilaian pangkat,track record,dan kinerja jabatan.(gafar)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya