HTTP Status[404] Errno [0]

Formulir Akta Kelahiran Habis, 3000 Berkas Menumpuk

09 November 2012 01:53
Formulir Akta Kelahiran Habis, 3000 Berkas Menumpuk
Kepala Disdukcapil Majene, Atjo Taswin Burhanuddin, mengakui formulir AK habis. Masih ada sektar 3000 anak yang belum bisa dibuatkan akta kelahiran.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Kepala Disdukcapil Majene, Atjo Taswin Burhanuddin, mengakui formulir AK habis. Masih ada sektar 3000 anak yang belum bisa dibuatkan akta kelahiran.

BugisPos — Ribuan warga Majene yang berusia di bawah satu tahun hingga saat ini belum bisa memiliki akta kelahiran. Mereka belum dibuatkan dokumen kelahiran.

Alasannya, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Majene kehabisan formulir AK. Ribuan berkas permohonan penerbitan akta kelahiran masih bertumpuk di kantor Disdukcapil.

Permohonan penerbitan akta kelahiran belum bisa dilayanikarena pesanan formulir AK belum juga datang.

“Sudah sejak dulu saya memasukkan permohonan pembuatan akta kelahiran untuk anak saya. Tapi, ternyata belum selesai. Katanya formulirnya habis,” ujar salah satu orang tua yang ingin mengurus akta kelahiran, Zainuddin, saat berada di kantor Disdukcapil, Kamis, (7/11/2012).

Sebagaimana dikutip dari FAJAR online, Kepala Disdukcapil Majene, Atjo Taswin Burhanuddin, mengakui formulir AK habis. Masih ada sektar 3000 anak yang belum bisa dibuatkan akta kelahiran.

“Insya Allah tidak lama lagi pesanan formulir akta kelahiran akan datang dan warga yang memasukkan permohonan pembuatan akta kelahiran dapat terlayani. Namun begitu, untuk warga yang sudah sangat membutuhkan akta kelahiran, kami buatkan surat keterangan sementara,” terang Atjo Taswin.

Menurut Atjo, minat warga untuk mendapatkan akta kelahiran ke kantor Disdukcapil semakin meningkat sejak berlakunya aturan kependudukan terbaru, dimana orang yang sudah diatas satu tahun kalau ingin mendapatkan akta kelahiran harus mengurus terlebih dahulu ke Pengadilan Negeri.

Akibatnya warga yang memiliki anak berusia di bawah satu tahun dan belum memiliki akta kelahiran secara beramai-ramai mengurus akta kelahiran. “Kami juga aktif sosialisasi sehingga keadaanya seperti sekarang warga berbondong-bondong mengurus akta kelahiran. Kami tentu bersyukur warga makin sadar mengurus dokumen kependudukannya,” tutur Atjo.

Atjo menerangkan, hingga Oktober ini, yang tercatat sudah mendapatkan akta kelahiran mencapai 90 ribu orang dari 200 ribu jiwa warga Majene. “Ini sudah sangat menggembirakan,” ucap Atjo. (gafar)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya