HTTP Status[404] Errno [0]

Isi BAP Sebut Menegpora Diduga Terima Aliran Dana

09 November 2012 10:58
Isi BAP Sebut Menegpora Diduga Terima Aliran Dana
Nama Menegpora Andi Alifian Mallarangeng disebut dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang diduga menerima aliran dana yang terungkap dalam sidang terdakwa penerimaan suap penganggaran proyek Kemenpora dan Kementerian Pendidikan Nasional Angelina Sondakh di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (8/11/2012).
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Nama Menegpora Andi Alifian Mallarangeng disebut dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang diduga menerima aliran dana yang terungkap dalam sidang terdakwa penerimaan suap penganggaran proyek Kemenpora dan Kementerian Pendidikan Nasional Angelina Sondakh di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (8/11/2012).

BugisPos — Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alifian Mallarangeng dan mantan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Joyo Winoto diduga menerima aliran uang dari Grup Permai. Dana tersebut diduga terkait dengan pengurusan proyek di Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Hal tersebut terungkap dalam sidang terdakwa penerimaan suap penganggaran proyek Kemenpora dan Kementerian Pendidikan Nasional Angelina Sondakh di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (8/11/2012).
Dugaan penerimaan aliran dana oleh Menpora dan Kepala BPN seperti yang dikutip dari FAJAR online, disebutkan dalam pembacaan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dari Wakil Direktur Pemasaran Grup Permai Gerhana Sianipar yang dibacakan Jaksa Kiki Ahmad Yani.
Mulanya, Gerhana menyebutkan ketidakcocokan perhitungan pengeluaran uang antara catatan dirinya dengan atasannya, Mindo Rosalina Manulang, direktur pemasaran di Grup Permai. Ihwal ketidakcocokan perhitungan tersebut diperbincangkan Gerhana dan Rosa melalui BlackBerry Messenger (BBM) pada 6 Oktober.
Rosa meminta Gerhana yang bertindak sebagai Wakil Direktur Pemasaran itu untuk menghitung kembali uang yang dikeluarkan Grup Permai untuk proyek Kemenpora.
Kepada Rosa, menurut BAP itu, Gerhana melaporkan kepada Rosa bahwa perusahaan telah mengucurkan Rp5,5 miliar dan Rp150 juta untuk proyek Wisma Atlet. Rosa kaget dengan perhitungan itu dan menyalahkan catatan Gerhana.
“Uang itu tidak seharusnya begitu. DPR saja Rp6 miliar melalui Angelina dan Koster, kemudian Joyo dan Pak Menteri, 10 (miliar), melalui Paul Nelwan Rp1,5 miliar. Sisanya Rp11,5 miliar, itu di luar yang Rp150 juta,” kata Jaksa Kiki membacakan keterangan Gerhana yang menirukan ungkapan Rosa melalui BBM.
Ada pula nama Paul Muda. Gerhana menyebutkan yang dimaksud adalah Paul Nelwan, pengusaha yang kerap membantu mengurus proyek di Kemenpora.
Teuku Nasrullah, penasihat hukum Angelina Sondakh, mempertanyakan peruntukan uang tersebut.
“Apakah untuk Wisma Atlet, Hambalang, atau apa?,” tanya Nasrullah. Gerhana tidak menyebutkan proyek secara spesifik.
“Itu untuk Kemenpora,” kata Nasrullah.
Dalam persidangan sebelumnya, Rosa menyebut Paul Nelwan dan mantan Sekretaris Kemenpora Wafid Muharam mengurus proyek Wisma Atlet dan pembangunan pusat olahraga di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. (gafar)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya