HTTP Status[404] Errno [0]

Teror Bom Syahrul, Tim Sayang Diminta tak Sebut Aksi Terorisme

12 November 2012 01:32
Teror Bom Syahrul, Tim Sayang Diminta tak Sebut Aksi Terorisme
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mendapat teror bom di acara gerak jalan dalam rangka HUT Ke-48 Partai Golkar yang digelar di Monumen Mandala, Minggu (11/11/2012) pagi. Aksi teror ini sesaat menjadi perbincangan di seantero Sulsel, dan khususnya di Kota Makassar.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mendapat teror bom di acara gerak jalan dalam rangka HUT Ke-48 Partai Golkar yang digelar di Monumen Mandala, Minggu (11/11/2012) pagi. Aksi teror ini sesaat menjadi perbincangan di seantero Sulsel, dan khususnya di Kota Makassar.

 BugisPos – Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL) mendapat teror bom saat dirinya bersama ribuan warga usai mengikuti jalan santai yang diselenggarakan DPD II Partai Golkar Makassar, Minggu (11/11)/2012) di Makassar.

Berawal saat Syahrul di atas panggung menyanyi bersama warga yang juga peserta jalan santai with komandan, di depan Monumen Mandala. Tiba-tiba, ada seorang pemuda melemparkan benda padat dan berasap ke arah panggung dimana Syahrul bersama elite parpol Golkar.

Sebagaimana dirilis Tribun Timur.com, belum sempat benda yang diduga bom tersebut meledak, massa yang ada di depan panggung sudah melompati lelaki berusia sekitar 24 tahun ini dan memassanya. Tak ayal pemuda tersebut harus menerima kondisi babakl belur di sekujur wajahnya.

Setelah digeledah dompet dan tasnya, lelaki tersebut bernama Lukman Rahim, kelahiran tahun 1989. Informasi yang diperoleh, di dalam tas Lukman tersebut ditemukan juga bom rakitan dengan daya ledak tinggi.

“Bukan hanya itu, di tangan pelaku juga ditemuka senjata api yang nomor serinya dikaburkan,” ujar Tim Hukum pasangan Syahrul Yasin Limpo – Agus Arifin Nu’mang (Sayang), Amirullah Tahir saat menggelar keterangan pers di SYL Media Center, Minggu (11/11/2012).

Menurut Amirullah yang didampingi Juru Bicara Sayang Maqbul Halim dan Koordinator Keamanan Jalan Santai With Komandan Juniar Arge, upaya tersebut sudah dipastikan adalah sebuah upaya pembunuhan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Karena sudah jelas membawa pistol atau senjata api, kemudian sempat melemparkan ke arah pak gub,” jelas Amirullah.

Baik Amirullah maupun Maqbul Halim sama-sama meminta pihak kepolisian untuk segera mengusut tuntas siapa pelaku dan dalang dari aksi terorisme tersebut.

“Kami mohon kepada pihak kepolisian supaya bisa melakuan pengusutan secara cepat. Dan ini juga memberikan bukti bahwa sudah saatnya para kandidat mawasdiri beserta tim-timnya,” kata Amirullah.

Walikota Minta Warga Tidak Panik

Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin meminta kepada seluruh warga Kota Makassar untuk tetap tenang menyusul peristiwa yang terjadi di acara gerak jalan dalam rangka HUT Ke-48 Partai Golkar tersebut.

” Kami minta semua warga kota untuk tetap tenang menghadapi kejadian ini. Mari menyerahkan kepada aparat kepolisi untuk mengusut dan mengurai apa sebenarnya yang terjadi dibalik persitiwa tersebut ” ujar Ilham di Makassar.

Ilham mengaku prihatin dan turut mengutuk kejadian yang  menimpa acara jalan santai  Golkar Makassar itu.

” Kami semua belum tahu apa sebenarnya yang terjadi. Namun apapun maksud dari semua ini, saya selaku Wali Kota Makassar mengutuk kejadian tersebut dan mari percayakan Pak Polisi bekerja cepat agar motif kejadian ini terungkap dan diketahui oleh publik,” lanjut salah satu rival Syahrul di Pilgub Sulsel 2013 ini.

Ilham menegaskan persoalan keamanan bukan hanya tanggung jawab polisi, tapi juga menjadi bagian dari tanggung jawab masing-masing individu.

“Semua harus menjadi polisi bagi dirinya sendiri. Oleh karena itu, jangan panik, namun tetap harus waspada, karena meskipun selama ini kita kenal Makassar  sebagai salah satu kota yang aman, namun itu tidak boleh membuat kita lengah ” lanjut Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel ini.

Ketua PW Muhammadiyah : Jangan Dikaitkan dengan Terorisme

Tim pemenangan pasangan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang (Sayang) mengecam upaya pembunuhan yang dilakukan oleh Awaluddin (25), seorang mahasiswa dalam acara jalan santai bareng Komandan di Monumen Mandala, Makassar, pagi tadi.

Juru bicara Sayang, Maqbul Halim menegatakan, timnya sudah memastikan bahwa pelaku mengincar Syahrul sebagai sasarannya. Alasannya, menurut mantan anggota KPU Makassar ini, karena jika target pelaku hanya membuat massa resah dan massa kocar-kacir, mereka bisa melakukan di saat massa sedang jalan santai.

Juru bicara Sayang lainnya, Amirullah Tahir, mengatakan bahwa polisi harus mengusut kasus ini secara cepat. Sudah saatnya para kandidat mawas diri beserta tim-timnya, ujarnya.

“Insiden tersebut merupakan aksi terorisme. Syahrul diteror bom,” katanya.

Menurut Ketua PW Muhammadiyah Sulsel, KH Alwi Uddin, tim kandidat dan Syahrul sendiri harus memberikan pendidikan politik dan tidak mengganggu ketentraman jiwa kaum muslimin. Pasalnya, kata KH Alwi, kata teror atau teroris serta radikalisme kerapkali mengkambing hitamkan atau memojokkan kalangan ustad atau pejuang muslimin.

“Jangan sembarang mengkait-kaitkan dan langsung mengatakan teroris, aksi teroris, karena kata itu seringkali menyudutkan kaum muslimin dan sebagainya. Ini kan acara jalan santai ji, dan bisa saja itu hanya aksi provokasi untuk menguji kedamaian. Makanya serahkan ke polisi untuk tahu motifnya. Kasian kalau isu seperti itu timnya Syahrul langsung besar-besarkan, ini kan menjelang Pilgub, jangan, perjelas dulu,” kata Alwiuddin kepada Tribun Timur, Minggu (11/11/2012).

Alwiuddin, mengimbau kepada Tim Sayang agar berkordinasi dengan Syahrul sebagai gubernur agar tidak mengkapitalisasi isu lemparan asap menjadi bom.

“Demi ketentraman jiwa seluruh masyarakat Sulsel, janganlah membesar-besarkan hal belum jelas itu, keamanan itu tanggungjawab kita semua. Syahrul Gubernur juga harus menjaga keamanan, polisi juga. Jangan kait-kaitkan, teroris, itu belum, mungkin cuma provokasi biasa, kasi jelas dengan jujur, jangan lain-lain,” tambahnya.

Pengamat : Isu Syahrul Dibom Bisa (Jadi) Hanya Rekayasa

Sejumlah pengamat politik mensiyalir pelemparan bom molotov ke arah Calon Gubernur Sulsel nomor urut dua Syahrul Yasin Limpo saat berada diatas panggung hanya design pencitraan demi menarik simpati publik.

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar Aspiannor Masrie, menilai, modus insiden pelemparan bom di acara jalan sehat Syahrul, Monumen Mandala, Jl Jenderal Sudirman, Makassar, Minggu (11/11/2012) , menemukan sejumlah keganjalan dan bahkan mengarah dan cenderung dikapitalisasi Tim Pemenang Sayang (Syahrul-Agus) dan termasuk Syahrul sendiri.

“Saat ini semua masih praduga tak bersalah karena motive pelaku belum ditahu. Yang jadi masalah saat Tim Sayang kemudian sontak memunculkan kata-kata, teror, bom atau SYL diteror bom, kemudian timnya mengingatkan waspada radikalisme, ini kelihatan dan bisa diduga didesain atau dibuat-buat agar masyarakat empati bahwa SYL dizalimi,” kata Aspiannor , Minggu (11/11), seperti yang dikutip dari Tribun Timur.com.

“Ritual yang kemudian bisa diduga pencitraan, saat SYLÂ dikabarkan menghadap ibunya bahwa lolos dari teror bom, bom yang mana?. Padahal pelemparan itu baru asap tanpa ledakan. Kalau peneror atau teroris maka modusnya tidak sebodoh itu. Makanya kita minta polisi usut dan jelaskan kepada publik, supaya tidak muncul tudingan lain-lain bahwa itu aksi teroris, sekarang ini masih praduga tak bersalah,” Aspiannor menambahkan.

Pengamat Komunikasi Politik UIN Alauddin Makassar DR Firdaus Muhammad, mengatakan, sebaiknya tim Sayang tidak reaktif dengan lantang menjual isu radikalisme, teroris, diteror bom pascapelemparan asap itu.

“Mengapa karena itu sangat sensitif bagi kalangan muslim, justru bisa menjadi bumerang bagi tim Sayang sendiri, percayakan pada pihak keamanan. Kalau merujuk pada teori, itu bisa saja hanya by design atau rekayasa tetapi untuk menghindari asumsi-asumsi yang bermunculan, sebaiknya pihak kepolisian segera publikasi siapa pelakunya. Atas kejadian ini SYL bisa dapat empati, tapi harus diperjelas dulu sosok pelakunya,” kata Firadus Muhammad kepada Tribun.

Direktur Eksekutif PT Duta Politika Indonesia (PT DPI) Dedi Alamsyah, mengatakan, pelaku pelemparan adalah kelas bawah bukan orang profesional sebagaimana level teroris biasanya.

“Kenapa karena dia tidak persiapkan atau memastikan bom rakitan bisa meledak atau tidak, yang ada hanya asa. Kedua, kalau memang sasarannya Syahrul, harusnya dia bisa lansung “menyelesaikan” nya. Tapi kan cuma asap, dan lemparannya kelihatan jelas ke arah belakang SYL. Ini bisa jadi kasus jadi-jadian yang targetnya merebut simpati masyarakat, seolah-olah Syahrul tidak aman dan dizalimi,” kata Dedy Alamsyah.

Pantauan Tribun, pelemparan disertai asap tanpa ledakan itu terjadi saat Syahrul menyanyikan lagu Slank berjudul Ku Tak Bisa. Bukan saat Syahrul orasi sebagaimana diberitakan sebelumya. Jarak lemparan dari pelaku kurang lebih tujuh meter atau empat meter dari depan Syahrul berdiri.

Arah lemparan ke sisi belakang tempat Syahrul berdiri. Syahrul berdiri di lidah panggung. Sementara lemparan oknum yang mengenakan kaos warna kuning jatuh di sisi badan belakang “lidah” panggung. Hanya asap, tak ada ledakan sediktipun.

Sekitar pukul 08.10 Wita, pelaku diamankan aparat lantaran dihakimi sempat tim Sayang. Tak lama kemudian dibawa ke Polrestabes Makassar untuk dimintai keterangan.(gafar)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya