HTTP Status[404] Errno [0]

Sungai Batang Uru Meluap, 13 Warga Sumarorong Tewas

12 November 2012 04:59
Sungai Batang Uru Meluap, 13 Warga Sumarorong Tewas
Banjir akibat meluapnya Sungai Batang Uru Sumarorong Mamasa, Kamis (8/11/2012) hingga hari ini tercatat sebanyak 13 warga setempat tewas.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Banjir akibat meluapnya Sungai Batang Uru Sumarorong Mamasa, Kamis (8/11/2012) hingga hari ini tercatat sebanyak 13 warga setempat tewas.

BugisPos — Korban tewas akibat meluapnya Sungai Batang Uru, Desa Kabaniran Batang Uru, Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa, terus  bertambah.

Kemarin, sekitar pukul 08.00 Wita, tiga korban tewas kembali ditemukan warga setempat, termasuk seorang bayi berusia enam bulan bernama Anita. Dua lainnya yakni, Alpin, 20, dan Daun, 50.
Camat Sumarorong, Demianus di lokasi kejadian, kemarin menjelaskan, Alpin ditemukan warga tak jauh dari lokasi banjir. Sedangkan, Daun terseret hingga 10 kilometer di Kelurahan Tabone, Kecamatan Sumarorong.
Jenazah kedua korban tersebut, kemarin, Â disemayamkan masing-masing di rumah keluarga di Dusun Kabanniran, Desa Batanguru Timur, bersama 10 korban tewas lainnya yang ditemukan, Kamis, (8/11/2012).
Ditemukannya tiga korban kemarin, berarti jumlah korban tewas sudah mencapai 13 orang.
Sementara itu, empat korban lainnya, termasuk seorang pedagang keliling yang belum ditemukan, hingga Jumat petang masih terus dilakukan pencarian. Petugas tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Mamasa, pihak Kepolisian, TNI, Basarnas Provinsi Sulbar, SAR Unhas, Satpol PP, dan ratusan warga setempat menyisir sungai tersebut.
Sebagaimana dikuti dari FAJAR online, sepanjang sungai Kabaniran dan Batanguru terlihat warga berkerumun dan sebagian melakukan pencarian menyusuri aliran sungai.
Di Puskesmas Sumarorong, sampai malam tadi masih terdapat dua korban selamat masih perawatan insentif karena mengalami luka serius, yaitu Rambulangi, 26, dan Wati, 10.
Seorang saksi mata di Kabaniran, Martina menuturkan, peristiwa siang itu berlangsung dengan cepat. Hanya hitungan menit, banjir sudah mencapai ketinggian enam meter dan  langsung menghanyutkan beberapa rumah di bantaran sungai.
“Kita tidak bisa berbuat apa-apa karena saat kejadian hujan sangat lebat. Sampai belasan orang di salah satu rumah hanyut terbawa air. Selain itu seorang pedagang ikan keliling yang sementara berteduh juga terseret air bersama motornya,” terang Martina, kemarin.
Marten, warga lainnya mengatakan banyaknya korban banjir bandang karena kebetulan bersamaan ada warga sakit yang rumahnya di bantaran sungai. Saat itu, warga lain sedang berkumpul sambil menjenguk. Saat banjir tiba-tiba datang, rumah tempat berkumpul itu terseret banjir.
“Kita tidak menduga, dan tidak bisa berbuat banyak kecuali berusaha menyelamatkan diri,” tuturnya, prihatin.
Sekkab Mamasa, Benhard Buntutiboyong mengaku berduka atas kejadian yang menimpa warganya itu. Terhadap keluarga korban, Pemkab Mamasa langsung menyalurkan bantuan baik berupa makanan maupun kebutuhan untuk rumah mereka. “Kami tetap memantau dan akan terus memberikan bantuan kepada korban serta keluarganya sesuai yang dibutuhkan,” ujar Benhard.
Di lokasi kejadian, pemerintah setempat juga  telah membuka posko bencana banjir Batang Uru bersama instansi lainnya, seperti Basarnas, Tagana, BPBD Sulbar, BPBD Mamasa, Kodim 1402 Polmas, Polres Mamasa, dan tokoh masyarakat.
Dandim 1402 Polmas, Letkol ARM Yudhi Murfi, memimpin langsung satgas bencana banjir Batang Uru. Setelah pertemuan bersama berbagai pihak terkait, Jumat siang, disepakati pembukaan posko dan pembentukan Satgas untuk pencarian korban yang belum ditemukan. Dibentuk tiga tim pencarian korban, yang terdiri Tagana, Koramil, Polsek dan Basarnas melakukan penyisiran di Sungai Batang Uru melakukan pencari korban yang hilang.
Dandim mengatakan untuk sementara pihaknya mengambil alih kendali penanganan bencana sambil menunggu SK resmi dari Bupati Mamasa. Dia juga langsung memerintahkan pencarian korban yang belum ditemukan. “Kita berharap empat orang yang hilang dapat segera ditemukan,” ujarnya.
Terpisah, Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh yang baru saja tiba dari Jakarta, menyatakan akan ke Mamasa pagi ini.
“Pak Gubernur akan berangkat dari Polewali ke Sumarorong,” tutur Kepala Biro Humas Pemprov Sulbar, Abdul Rasyid.(gafar)
Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya