HTTP Status[404] Errno [0]

DPR Minta Dubes RI di Malaysia Dipanggil Pulang

13 November 2012 16:21
DPR Minta Dubes RI di Malaysia Dipanggil Pulang
Pimpinan DPR RI, Priyo Budi Santoso meminta Pemerintah memanggil pulang Duta Besar Indonesia untuk Malaysia guna memberi keterangan pemerkosaan TKI yang dilakukan 3 anggota polisi Malaysia.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Pimpinan DPR RI, Priyo Budi Santoso meminta Pemerintah memanggil pulang Duta Besar Indonesia untuk Malaysia guna memberi keterangan pemerkosaan TKI yang dilakukan 3 anggota polisi Malaysia.

BugisPos — Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso meminta Pemerintah Indonesia menarik Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, di Kuala Lumpur.

Hal itu dilakukan untuk mendapatkan keterangan yang lebih lengkap terkait tindakan tak beradab tiga oknum Polisi Diraja Malaysia yang melakukan pelecehan seksual terhadap seorang TKI.

“Panggil pulang Duta Besar kita untuk menjelaskan masalah itu dan untuk memastikan agar negara melakukan perlindungan untuk menjaga martabat dan kehormatan kita,” kata Priyo di Gedung DPR, Jakarta, Senin (12/11/2012), sebagaimana dikutip dari Tribun Timur.com.

Priyo juga meminta Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa agar berkoordinasi dengan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar untuk menyikapi secara serius kasus tersebut.

“Kalau perlu lapor kepada Bapak Presiden,” tegas Priyo. Priyo mengaku sedih dan kecewa saat mendengar kejadian tersebut. Menurut dia, peristiwa tersebut tidak dapat ditolerir lagi.

“Saya meminta kepada kedutaan kita di Kuala Lumpur melakukan langkah-langkah terbaik untuk menjaga martabat masyarakat kita yang kebetulan jadi TKW di Malaysia,” tegasnya.

Selain itu, Priyo meminta kepastian oknum-oknum polisi Malaysia tersebut diproses secara hukum dengan sanksi keras.

“Karena itu adalah tindakan amoral dan bisa memengaruhi hubungan di antara kedua bangsa yang sekarang terjalin dengan baik,” kata Priyo.

Peristiwa tersebut, ungkap Priyo, menambah sekian banyak noktah-noktah perjalanan hubungan dari kedua negara.

“Ini masalah yang sensitif dan tidak berprikemanusiaan. Kasus yang melibatkan aparat penegak hukum Malaysia harus dibuka secara transparan,” pungkasnya.(gafar)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya