HTTP Status[404] Errno [0]

Pimpinan DPRD Miris Sulteng Selalu Konflik

13 November 2012 12:55
Pimpinan DPRD Miris Sulteng Selalu Konflik
Pimpinan DPRD Sulawesi Tengah miris dengan kondisi daerahnya yang kerap terjadi konflik.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Pimpinan DPRD Sulawesi Tengah miris dengan kondisi daerahnya yang kerap terjadi konflik.

BugisPos —Â Pimpinan DPRD Sulawesi Tengah merasa malu dengan kolega mereka di luar daerah akibat sering terjadinya bentrok antarwarga yang melibatkan sejumlah desa bertetangga khususnya di Kabupaten Sigi dan Kota Palu.

“Kami sudah malu, risih, miris dengan teman-teman di luar daerah karena daerah kita ini sering diberitakan media karena konfliknya. Kita dikenal bukan karena hal-hal yang positif,” kata Wakil Ketua DPRD Sulawesi Tengah (Sulteng) Syafrun Abdullah di Palu, Selasa, (12/11/2012) sebagaimana dirilis Antara News.com.

Daerah yang belakangan ini terlibat bentrok adalah Kabupaten Sigi yang sebagian besar tokoh-tokoh di daerah itu memegang peranan penting di eksekutif dan legislatif. Mereka antara lain, Aminuddin Ponulele, ketua DPRD Provinsi dan Ketua DPD Partai Golkar serta mantan Gubernur.

Tokoh lainnya adalah Syafrun Abdullah, Wakil Ketua DPRD Sulawesi Tengah juga Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulawesi Tengah.

Meskipun di daerah itu terdapat sejumlah tokoh penting di daerah ini, namun konflik di daerah itu tak kunjung berakhir.

“Pemerintah daerah sudah harus serius mengurus kasus ini, jangan sampai nanti sampai berakhir masa jabatan bupati pertikaian tidak pernah selesai,” kata Syafrun.

Dalam beberapa hari terakhir, perkelahian warga antar desa di Kabupaten Sigi dan Kota Palu kembali meledak.

Minggu (4/11/2012) malam, sebanyak 15 rumah dibakar akibat bentrok di perbatasan Desa Binagga dan Desa Padende yang berada di Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi.

Sebelumnya, 30 November 2012 bentrok warga juga terjadi di Kota Palu antarwarga Tatura Selatan dengan warga Desa Padende, Marawola. Dalam bentrok itu tiga sepeda motor dibakar sekelompok orang.

Perkelahian yang sudah menimbulkan kerugian material itu terjadi setelah beberapa bulan sebelumnya dilakukan rekonsiliasi yang melibatkan belasan desa yang kerap terlibat bentrok.

Rekonsiliasi yang dihadiri para tokoh dari desa tersebut difasilitasi oleh Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola dan Bupati Sigi Aswadin Randalemba.

Syafrun Abdullah mengatakan, rekonsiliasi perlu dilakukan tetapi melibatkan langsung mereka yang terlibat dalam pertikaian.

“Yang kita butuhkan dalam rekonsiliasi itu adalah orang-orang yang terlibat dalam pertikaian,” katanya.

Dia mengatakan, untuk mencari perdamaian yang hakiki diperlukan pendekatan khusus kepada masyarakat yang terlibat.

“Bagaimana mendekati mereka sehingga mereka punya inisiatif untuk damai. Kalau keinsyafan itu datang dari mereka saya yakin akan tercipta perdamaian yang hakiki,” kata Syafrun.

Dia mengatakan, jika rekonsiliasi hanya dilakukan di tingkat tokoh tidak bisa menjamin masalah selesai.

“Kalau hanya tokoh-tokoh yang diundang itu gampang, tapi yang kita butuhkan bagaimana mereka yang bertikai itu terlibat,” katanya.

Menurut Syafrun, pertikaian antarwarga desa bertetangga sudah pada kondisi yang memprihatinkan karena sudah menelan korban materi bahkan jiwa.(gafar)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya