HTTP Status[404] Errno [0]

Kapolda Janji Sanksi Polisi Pemilik Angkutan Umum Plat Hitam

15 November 2012 11:50
Kapolda Janji Sanksi Polisi Pemilik Angkutan Umum Plat Hitam
Kapolda Sulselbar Irjen Polisi Mudji Waluyo menerima perwakilan pengunjuk rasa dari Organda Makassar dan Maros. Mereka mempersoalkan terminal bayangan dan angkutan umum plat hitam yang disinyalir dibeckingi oknum polisi.

Kapolda Sulselbar Irjen Polisi Mudji Waluyo menerima perwakilan pengunjuk rasa dari Organda Makassar dan Maros. Mereka mempersoalkan terminal bayangan dan angkutan umum plat hitam yang disinyalir dibeckingi oknum polisi.

BugisPos — Sekelompok massa mengatasnamakan dari Organda Makassar dan Maros melakukan aksi unjuk rasa di depan mapolda Sulselbar baru-baru ini. Aksi puluhan pengunjuk rasa sesaat memacetkan arus lalu-lintas depan Mapolda di Jalan Poros Perintis Kemerdekaan kilometer 15 Daya, Makassar.

Massa berkeinginan menyampaikan aspirasi di depan Kapolda Sulselbar Irjen Polisi Mudji Waluyo. Namun jenderal bintang dua itu belum juga menemui kerumunan massa demonstran, sehingga membuat suasana sedikit memanas.

Karena Kapolda belum menemui, massa melakukan aksi-aksi pelemparan mobil dengan gelas air mineral. Suasana yang sedikit memanas itu, akhirnya reda setelah Kapolda yang dinantikan menemui mereka.

Di hadapan Kapolda, Awi, koordinator pengunjuk rasa menyampaikan aspirasi agar mobil angkutan berpelat hitam (pribadi) dapat ditindak tegas. Pasalnya, angkutan umum plat hitam, dapat merugikan angkutan-angkutan umum lainnya yang berplat kuning.

“Kami dari Organda Kota Makassar dan Maros berharap Bapak Kapolda dapat menindak tegas angkutan umum pelat hitam. Kami juga menagih janji akan dilakukan operasi penertiban, namun operasi penertiban hanya dilakukan ketika menjelang hari raya idul fitri atau idul adha saja,” ungkap Awi.

Menurut Kapolda Sulsel Irjen Pol Mudji Waluyo saat menerima perwakilan pengunjuk rasa, kesepakatan Organda dengan pihak DPRD untuk menertibkan angkutan umum pelat hitam, perlu dibuatkan kesepakatan yang memiliki landasan hukum. Bila kesepakatan tersebut tidak dilaksanakan, mereka diharapkan mempertanyakan pada pihak Dinas Perhubungan Provinsi Sulsel yang berwenang dalam hal ini.

Mudji Waluyo dalam pertemuan tersebut, langsung mengakomodir aspirasi massa pengunjuk rasa. Orang nomor satu di jajaran Polda Sulselbar itu langsung memerintahkan Kasubbid Provos Polda Sulsel AKBP Haseng Laongki membuat surat perintah untuk melakukan operasi internal terhadap polisi yang mempunyai mobil Plat hitam yang di jadikan angkutan umum.

“Saya perintahkan Kasubbid Provos memakai mobil patrolinya dan mengikutkan pemantau eksternal dari mahasiswa, organda dan asosiasi angkutan kota serta pers dan LSM agar tidak ada lagi indikasi mobil polisi plat hitam yang di jadikan angkutan umum,” tegas Mudji Waluyo.

Dia juga memerintahkan Kasat Lantas AKBP Lafri untuk menugaskan anggota lantas di lapangan agar dapat menilang dengan denda tinggi, agar tidak ada lagi mobil plat hitam dijadikan angkutan umum.(rusli/gafar)


Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya