HTTP Status[404] Errno [0]

Gonjang-ganjing SKPD “Sapi Perah”

19 November 2012 00:57
Gonjang-ganjing SKPD “Sapi Perah”
Adi Rasyid Ali
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Adi Rasyid Ali

BugisPos – Sejak bergulirnya kasus pemerasan BUMN yang konon dilakukan oknum DPR-RI seperti yang dilaporlan Menteri BUMN Dahla Iskan, DPRD di daerah juga agaknya mulai kepanasan. Tidak kurang dari DPRD Kota Makassar juga mulai dimunculkan ke permukaan atas tindak-tanduk yang dilakukan oknum tertentu di DPRD, yang kini dikabarkan selama ini seringkali melakukan pemerasan ke sejumlah SKPD.

Tidak kurang Plt Asisten Pemerintahan, Muh.Sabri, mengajak seluruh Camat di Makassar untuk melawan apabila selama ini mereka merasa dipeeras oleh oknum DPRD. Sabri secara tegas meminta kepada 14 Kepala Kecamatan (Camat) di Kota Makassar untuk tidak takut kepada oknum dewan yang akan mengintervensi setiap kebijakan anggaran atau mencoba meminta bantuan anggaran ke camat.
“Saya sudah katakan ke camat, jangan takut dengan oknum dewan yang mencoba meminta anggaran ke camat. Saya tidak pernah mengizinkan jika ada maksud oknum dewan seperti itu,” tegas Muh Sabri menyikapi adanya dugaan oknum dewan yang mulai mendekati beberapa Satuan Kerja Perangkat daerah (SKPD) yang meminta persen disetiap pengusulan anggaran.
Selain pengakuan dari Muh Sabri, Kabag Pemerintahan Pemkot Makassar ini, sejumlah kepala SKPD juga membenarkan jika dirinya sempat didatangi oknum dewan dengan meminta bantuan.
“Saya sempat didatangi meminta bantuan mobil operasional, meminta pengadaan kursi dan tenda. Kita hanya bantu sebatas itu, kalau meminta bantuan dana saya tidak berikan. Pemkot hanya memberikan fasilitas pengadaan saja,” jelas salahsatu Kepala SKPD yang enggan disebut namanya, Kamis (14/11) lalu.
Sementara itu, kepala SKPD lainnya juga mengaku sempat didatangi oknum dewan untuk meminta bantuan sejumlah uang. “Saya sempat dimintai bantuan dengan alasan dana partai, tapi saya sulit realisasikan,” ujarnya seperti dirilis BKM.

Sekaitan dengan gonjang-ganjing pemerasan ini, ketua Fraksi Demokrat Adi Rasyid Ali, Jumat 16/11/12 pekan lalu  mengatakan, SKPD harus berani melaporkan dan ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Makassar, jika diketahui ada oknum dewan yang meminta anggaran serta proyek di Kota Makassar. “Saya mengajak semua pihak untuk bersama-sama meningkatkan pengawasan. Jika ada dasar silahkan diadukan ke Badan Kehormatan (BK),” katanya. Memang diakui legislator adal Partai Demokrat ini, terjadinya dugaan permainan anggaran hingga permainan proyek ditingkat SKPD dan oknum dewan bisa saja terjadi. Hanya saja, isu “Sapi Perah” tanpa dasar kuat hanya berdampak pada citra lembaga DPRD Makassar.
“Memang kami tidak bisa digaransi perilaku dewan. Namun harus memiliki dasar yang jelas. Jangan membuat pencitraan lembaga DPRD Makassar rusak,” jelasnya.
Menyikapi rekomendasi atas perilaku oknum dewan yang masuk ke BK, hanya ditanggapi dingin oleh Kopel Indonesia. Menurut Kopel, sejumlah kasus pelanggaran yang masuk ke meja BK tidak satupun direalisasikan dengan baik. Seperti  kasus dugaan pemerasan oleh oknum legislator Makassar terhadap salah satu pengusaha elpiji beberapa waktu lalu.
Koordinator Advokasi Kebijakan dan Keungan Daerah, Kopel, Anwar Razak mengatakan, pembahasan anggaran ditingkat alat kelengkapan bersama SKPD menjadi ruang yang melahirkan potensi kolusi. Banyaknya sorotan yang dialamatkan ke SKPD dan Perusda oleh legislator juga diduga kuat memiliki orientasi negatif atau dilatar belakangi sebagai bentuk permintaan fee agar proyek maupun program yang diusulkan eksekutif bisa berjalan lancar.
“Memang modus ini sudah dibuktikan, namun jika melihat sejumlah kasus sebelumnya maka potensi itu kemungkinan besar bisa ada. Untuk itu dibutuhkan sistem pembahasan anggaran yang sehat, mengedepankan transparansi dan pengawasan yang ketat. Jika fungsi legislatif melakukan pengawasan maka diperlukan pengawasan yang bersifat indipenden. Kita harus jeli melihat program yang anggarannya tidak rasional namun tetap disepakati dewan,” jelas Anwar (una)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya